• Latest
Investor Wajib Baca, S&P Global Kasih Kabar Baik Soal BBRI

Investor Wajib Baca, S&P Global Kasih Kabar Baik Soal BBRI

September 9, 2026
1.121 BMN Buat Sekolah Rakyat-3 Juta Rumah, Negara Hemat Triliunan!

1.121 BMN Buat Sekolah Rakyat-3 Juta Rumah, Negara Hemat Triliunan!

September 9, 2026
Video: Houthi Serang 4 Kota Saudi – Rupiah Menguat ke Rp17.560 per USD

Video: Houthi Serang 4 Kota Saudi – Rupiah Menguat ke Rp17.560 per USD

September 9, 2026
Perempuan RI Kuasai Surat Utang Ritel Negara

Perempuan RI Kuasai Surat Utang Ritel Negara

September 9, 2026
BEI Pantau Ketat Saham SOHO & OILS Usai Harga Naik Terus

BEI Pantau Ketat Saham SOHO & OILS Usai Harga Naik Terus

September 9, 2026
Wow! 38 Ribu Emak-Emak RI Pegang Surat Utang Ritel Negara

Wow! 38 Ribu Emak-Emak RI Pegang Surat Utang Ritel Negara

September 9, 2026
Bank Milik Raksasa Finansial Thailand (BMAS) Mau Rights Issue Rp1 T

Bank Milik Raksasa Finansial Thailand (BMAS) Mau Rights Issue Rp1 T

September 9, 2026
Harga Saham Naik Tajam, BEI Gembok Perdagangan MGLV dan UANG

Harga Saham Naik Tajam, BEI Gembok Perdagangan MGLV dan UANG

September 9, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,22% Tembus Level Psikologis 6.700

IHSG Dibuka Menguat 0,22% Tembus Level Psikologis 6.700

September 9, 2026
Rupiah Menguat, Buat Dolar AS Turun ke Rp17.570

Rupiah Menguat, Buat Dolar AS Turun ke Rp17.570

September 9, 2026
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

September 9, 2026
Saham Komoditas Ramai Dilepas Asing Kala IHSG Melesat

Saham Komoditas Ramai Dilepas Asing Kala IHSG Melesat

September 9, 2026
Cek Jadwal Jangan Sampai Lewat, BMRI Bakal Bagi Dividen Rp6,16 T

Cek Jadwal Jangan Sampai Lewat, BMRI Bakal Bagi Dividen Rp6,16 T

September 9, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, September 9, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Investor Wajib Baca, S&P Global Kasih Kabar Baik Soal BBRI

2 hours ago
in Economy
Investor Wajib Baca, S&P Global Kasih Kabar Baik Soal BBRI
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings menyatakan pertumbuhan kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sepanjang 2026 berpotensi melampaui perkiraan awal, ditopang oleh pemulihan segmen mikro serta akselerasi penyaluran kredit ke badan usaha milik negara (BUMN).

Dalam laporan yang dipublikasikan pada 8 September 2026, S&P mencatat manajemen BRI telah merevisi naik panduan pertumbuhan kredit tahun ini menjadi 8%-10%, dari sebelumnya 7%-9%.

“Pertumbuhan kredit BRI untuk tahun 2026 berpotensi melampaui ekspektasi kami karena adanya perbaikan di segmen pembiayaan mikro dan pertumbuhan yang lebih tinggi dalam pemberian pinjaman kepada BUMN,” tulis analis S&P, Nikita Anand dan Ivan Tan, dalam laporan tersebut.

Sebagai gambaran, kredit BRI tumbuh 16,2% secara tahunan (year on year/yoy) pada semester I-2026, jauh di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat 12,7% pada periode yang sama. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan tren bank-bank pelat merah lainnya yang turut mencatatkan ekspansi kredit di atas industri.

Pendorong utama kinerja tersebut adalah lonjakan kredit korporasi sebesar 47,1% yang mayoritas disalurkan kepada BUMN. Di sisi lain, kabar positif juga datang dari segmen mikro, yang kembali tumbuh setelah beberapa kuartal mengalami penurunan, menyusul langkah manajemen memperketat proses underwriting dan mempercepat penghapusbukuan (writeoff) kredit bermasalah.

Kualitas Aset Kian Membaik

S&P juga mencatat perbaikan pada sisi kualitas aset BRI. Rasio kredit berisiko (loans at risk) tercatat sebesar 9,1% per akhir Juni 2026, membaik dibandingkan 9,6% pada akhir 2025.

Perbaikan ini turut ditopang oleh sejumlah protokol mitigasi risiko kredit yang lebih ketat di segmen mikro, mulai dari inspeksi langsung ke lokasi usaha nasabah (on-site inspection), model petugas khusus (specialized officer model) di sepanjang siklus kredit, hingga penguatan proses penagihan lapangan.

“BRI kemungkinan akan terus memprioritaskan pertumbuhan yang berkualitas… Profitabilitas dan permodalan yang sehat memberikan penyangga yang memadai terhadap risiko kualitas aset,” tulis S&P.

Margin Tertekan, tapi Ada Peluang Perbaikan

Meski pertumbuhan kredit menjanjikan, S&P mengingatkan bahwa dominasi kredit BUMN yang berbunga rendah berpotensi menekan marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) dan profitabilitas BRI ke depan. Kenaikan suku bunga acuan turut menambah tekanan margin, mengingat bunga simpanan biasanya bereaksi lebih cepat dibandingkan repricing kredit wholesale yang dilakukan secara case-by-case.

Namun demikian, S&P menilai tekanan tersebut berpotensi mereda seiring pemulihan kredit mikro yang memiliki yield lebih tinggi. Selain itu, pergeseran portofolio kredit korporasi BRI ke arah sektor swasta – yang saat ini porsinya sudah mencapai 57% dari total kredit korporasi – juga berpotensi memperbaiki marjin ke depan.

Rating Dipertahankan di BBB, Outlook Stabil

S&P mempertahankan peringkat utang jangka panjang dan jangka pendek BRI masing-masing di level BBB dan A-2 dengan outlook stabil. Peringkat tersebut sejalan dengan peringkat utang Republik Indonesia yang juga berada di BBB/Stable/A-2, mengingat tingginya kemungkinan dukungan pemerintah secara luar biasa (extraordinary government support) terhadap bank pelat merah tersebut.

Sebagai catatan, laporan tear sheet ini bukan merupakan aksi rating (rating action). Rating BRI di level BBB/Stable/A-2 sendiri terakhir kali dinaikkan pada 18 Januari 2024, dari sebelumnya BBB-/Stable/A-3.

S&P memproyeksikan sejumlah metrik kunci BRI hingga 2027, di antaranya:

  • Pertumbuhan kredit: 8%-10% (2026f), 9%-11% (2027f)
  • Marjin bunga bersih (NIM): 7,7%-8,1% (2026f), 7,8%-8,2% (2027f)
  • Return on assets (ROA): 2,4%-2,8% (2026f), 2,5%-2,9% (2027f)
  • Rasio kredit bermasalah kotor (gross NPA): 7,0%-7,5% (2026f), 6,5%-7,0% (2027f)

Adapun secara historis, per akhir Juni 2026, rasio kecukupan modal tier 1 BRI tercatat solid di level 20,4%, dengan cost to income ratio membaik menjadi 43,7% dari 47,9% pada 2025, mencerminkan efisiensi operasional yang terus terjaga.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
1.121 BMN Buat Sekolah Rakyat-3 Juta Rumah, Negara Hemat Triliunan!

1.121 BMN Buat Sekolah Rakyat-3 Juta Rumah, Negara Hemat Triliunan!

September 9, 2026
Video: Houthi Serang 4 Kota Saudi – Rupiah Menguat ke Rp17.560 per USD

Video: Houthi Serang 4 Kota Saudi – Rupiah Menguat ke Rp17.560 per USD

September 9, 2026
Perempuan RI Kuasai Surat Utang Ritel Negara

Perempuan RI Kuasai Surat Utang Ritel Negara

September 9, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .