• Latest
IHSG Dibuka Menguat 0,15% Dekati Level 6.700

IHSG Dibuka Menguat 0,15% Dekati Level 6.700

September 10, 2026
Hashim Peringatkan Efek RI Turun Kelas MSCI: Dana Asing Bisa Kering

Hashim Peringatkan Efek RI Turun Kelas MSCI: Dana Asing Bisa Kering

October 29, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 3,49% ke 5.098

IHSG Ditutup Anjlok 3,49% ke 5.098

October 29, 2026
Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS Jika Dana Asing Terus Kabur

Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS Jika Dana Asing Terus Kabur

October 29, 2026
Valbury Sabet Indonesia’s Best Broker For Global Asset Classes

Valbury Sabet Indonesia’s Best Broker For Global Asset Classes

October 29, 2026
Hashim Peringatkan Pengusaha, Hentikan Goreng Saham

Hashim Peringatkan Pengusaha, Hentikan Goreng Saham

October 29, 2026
Top! Didi Max Berjangka Raih Best Trading Education

Top! Didi Max Berjangka Raih Best Trading Education

October 29, 2026
Valbury Ungkap Aset Favorit Investor di Semester II 2026

Valbury Ungkap Aset Favorit Investor di Semester II 2026

October 29, 2026
Rupiah Menguat 0,28%, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp18.125

Rupiah Menguat 0,28%, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp18.125

October 29, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 3%, Saham BCA Turun 5%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Anjlok 3%, Saham BCA Turun 5%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Hashim Warning! Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS

Hashim Warning! Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS

October 29, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 3%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Anjlok 3%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Imbal Hasil SBN Tertinggi dalam 6 Tahun, Ini Penyebabnya

Imbal Hasil SBN Tertinggi dalam 6 Tahun, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 29, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Dibuka Menguat 0,15% Dekati Level 6.700

2 months ago
in Lifestyle
IHSG Dibuka Menguat 0,15% Dekati Level 6.700
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (10/9/2026). IHSG naik 9,97 poin atau 0,15% ke level 6.688,17.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Penguatan IHSG semakin besar tiga menit setelah pasar buka, dengan level tertinggi sementara 6.702,73 dan terendah 6.684,76. Sebanyak 280 saham menguat, 142 saham melemah, dan 255 saham stagnan.

Adapun volume perdagangan pada awal sesi mencapai 3,14 miliar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp 2,14 triliun.

Sentimen pasar hari ini diperkirakan bergerak beragam setelah data ekonomi kemarin memperlihatkan perbaikan permintaan di China dan Indonesia, sementara pertumbuhan tenaga kerja swasta Amerika Serikat masih terbatas.

Lonjakan harga minyak juga akan berdampak besar terhadap volatilitas pasar.

Perhatian pasar hari ini akan beralih kepada penjualan ritel Indonesia, keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa, serta inflasi produsen dan klaim pengangguran AS.

Di dalam negeri, rencana program rekening gratis dari pemerintah turut menjadi perhatian karena berpotensi memperluas inklusi keuangan dan basis nasabah perbankan.

Sementara itu, bursa saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026), seiring tekanan dari kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan lonjakan harga minyak mentah.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,62%, Kospi Korea Selatan melemah 0,24%, sementara indeks acuan Australia S&P/ASX 200 terkoreksi 1,36%.

Tekanan terhadap pasar saham Asia terjadi setelah yield Treasury AS kembali meningkat dan membebani pasar saham Wall Street. Departemen Keuangan AS sebelumnya mengatakan akan membeli kembali surat utang jangka panjang hingga US$6 miliar, atau sekitar tiga kali lipat dari jumlah biasanya.

Kurang dari sebulan sebelumnya, Departemen Keuangan AS juga telah menyatakan akan meningkatkan ukuran pembelian kembali surat utang pemerintah lebih dari dua kali lipat. Namun, langkah tersebut justru diikuti kenaikan yield Treasury AS karena investor mencermati kondisi pasokan dan permintaan di pasar obligasi.

Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat naik ke level tertinggi sesi di 4,857%, yang merupakan level tertinggi sejak November 2023. Kenaikan yield tersebut meningkatkan tekanan terhadap saham, terutama karena investor kembali mempertimbangkan prospek inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.

Sentimen pasar juga tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Harga minyak Brent melonjak 3,4% menjadi US$101,21 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 3,3% menjadi US$96,05 per barel.

Kedua harga acuan minyak tersebut mencatat level penutupan tertinggi sejak Mei. Lonjakan harga minyak menjadi perhatian investor karena kenaikan biaya energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan mempersulit prospek pelonggaran kebijakan moneter.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Hashim Peringatkan Efek RI Turun Kelas MSCI: Dana Asing Bisa Kering

Hashim Peringatkan Efek RI Turun Kelas MSCI: Dana Asing Bisa Kering

October 29, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 3,49% ke 5.098

IHSG Ditutup Anjlok 3,49% ke 5.098

October 29, 2026
Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS Jika Dana Asing Terus Kabur

Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS Jika Dana Asing Terus Kabur

October 29, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .