• Latest
Kospi Korsel & Nikkei Jepang Anjlok, Bursa Asia Dibuka Melemah

Kospi Korsel & Nikkei Jepang Anjlok, Bursa Asia Dibuka Melemah

September 11, 2026
Valbury Ungkap Aset Favorit Investor di Semester II 2026

Valbury Ungkap Aset Favorit Investor di Semester II 2026

October 29, 2026
Rupiah Menguat 0,28%, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp18.125

Rupiah Menguat 0,28%, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp18.125

October 29, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 3%, Saham BCA Turun 5%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Anjlok 3%, Saham BCA Turun 5%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Hashim Warning! Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS

Hashim Warning! Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS

October 29, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 3%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Anjlok 3%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Imbal Hasil SBN Tertinggi dalam 6 Tahun, Ini Penyebabnya

Imbal Hasil SBN Tertinggi dalam 6 Tahun, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Supra Sekuritas Terseret Sanksi OJK, Pandu Buka Suara Soal Kepemilikan

Supra Sekuritas Terseret Sanksi OJK, Pandu Buka Suara Soal Kepemilikan

October 29, 2026
Buru Tambahan Emas di Pani, Merdeka Gold Kucurkan Rp206 Miliar

Buru Tambahan Emas di Pani, Merdeka Gold Kucurkan Rp206 Miliar

October 29, 2026
Buru Tambahan Emas di Pani, Merdeka Gold Kucurkan Rp206 Miliar

Buru Tambahan Emas di Pani, Merdeka Gold Kucurkan Rp206 Miliar

October 29, 2026
Dolar AS Kehilangan Daya Tarik Sebagai Aset Aman

Dolar AS Kehilangan Daya Tarik Sebagai Aset Aman

October 29, 2026
BEI Coret BCA hingga BUMI dari Daftar Short Selling November 2026

BEI Coret BCA hingga BUMI dari Daftar Short Selling November 2026

October 29, 2026
Kuartal III-2026, Laba Bukit Asam (PTBA) Melesat 216% jadi Rp4,41 T

Kuartal III-2026, Laba Bukit Asam (PTBA) Melesat 216% jadi Rp4,41 T

October 29, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 29, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Kospi Korsel & Nikkei Jepang Anjlok, Bursa Asia Dibuka Melemah

2 months ago
in Lifestyle
Kospi Korsel & Nikkei Jepang Anjlok, Bursa Asia Dibuka Melemah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Jumat (11/9/2026), dengan saham Korea Selatan dan Jepang memimpin penurunan di kawasan tersebut. Indeks acuan Korea Selatan, Kospi, anjlok 2,7%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,6%, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 1%. Penurunan bursa Asia terjadi setelah saham-saham Amerika Serikat (AS) tertekan oleh lonjakan harga minyak pada perdagangan Kamis.

Melansir CNBC, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak menembus US$100 per barel. Kontrak minyak AS dan Brent mencatat harga penutupan tertinggi sejak 19 Mei di tengah berlanjutnya konflik antara AS dan Iran yang telah memasuki bulan ketujuh.

Kenaikan harga minyak turut mendorong imbal hasil surat utang AS atau Treasury. Imbal hasil US Treasury 10 tahun menembus 4,95% dan mencapai level tertinggi sejak Oktober 2023.

Pelaku pasar juga mencermati data indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) AS untuk Agustus yang dirilis pada Kamis. PPI meningkat 0,4% secara bulanan dan naik 5,4% secara tahunan, yang menunjukkan tekanan inflasi di tingkat grosir masih tinggi.

Selanjutnya, perhatian investor tertuju pada rilis data indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS untuk Agustus yang akan diumumkan pada Jumat. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan CPI meningkat 0,4% secara bulanan dan mencapai 3,4% secara tahunan.

Data CPI menjadi salah satu indikator penting yang akan memengaruhi keputusan Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga pada pertemuan 16 September mendatang. Berdasarkan perdagangan Fed funds futures, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sekitar 71%, menurut CME Group melalui alat FedWatch.

Chief Economist AS di Natixis CIB Americas Christopher Hodge mengatakan hasil CPI akan menjadi faktor kunci dalam menentukan apakah The Fed mempertahankan suku bunga atau menaikkannya pada pekan depan. Menurutnya, CPI yang sesuai dengan konsensus akan menjadi bulan keempat berturut-turut dengan data inflasi yang menggembirakan dan mengurangi tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September.

“Jika inflasi lebih tinggi dari konsensus, kami memperkirakan kenaikan suku bunga pada pertemuan pekan depan,” ujar Hodge.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Valbury Ungkap Aset Favorit Investor di Semester II 2026

Valbury Ungkap Aset Favorit Investor di Semester II 2026

October 29, 2026
Rupiah Menguat 0,28%, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp18.125

Rupiah Menguat 0,28%, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp18.125

October 29, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 3%, Saham BCA Turun 5%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Anjlok 3%, Saham BCA Turun 5%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .