• Latest
Rupiah Dibuka Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.570

Rupiah Dibuka Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.570

September 11, 2026
Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp842,1 T, Terbesar Kredit Mikro

Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp842,1 T, Terbesar Kredit Mikro

September 11, 2026
Telkom Buka Suara Soal Rencana BGN Sewa Gedung Graha Merah Putih

Telkom Buka Suara Soal Rencana BGN Sewa Gedung Graha Merah Putih

September 11, 2026
Ada Emiten Haji Isam, BEI Gembok Perdagangan 2 Saham Ini

Ada Emiten Haji Isam, BEI Gembok Perdagangan 2 Saham Ini

September 11, 2026
3 Direktur AKRA Kompak Jual 5,18 Juta Saham di Harga Rp1.471

3 Direktur AKRA Kompak Jual 5,18 Juta Saham di Harga Rp1.471

September 11, 2026
Ada yang Jual 10 Juta Saham INPS di Harga Rp350, Ada Apa?

Ada yang Jual 10 Juta Saham INPS di Harga Rp350, Ada Apa?

September 11, 2026
Habis Borong, Morgan Stanley Lego 7,4 Miliar Saham GOTO di Harga Rp25

Habis Borong, Morgan Stanley Lego 7,4 Miliar Saham GOTO di Harga Rp25

September 11, 2026
Penyebab IHSG Anjlok Nyaris 2%

Penyebab IHSG Anjlok Nyaris 2%

September 11, 2026
Laba TINS Terbang 805% Jadi Rp2,71 T, Manajemen Ungkap Rahasianya

Laba TINS Terbang 805% Jadi Rp2,71 T, Manajemen Ungkap Rahasianya

September 11, 2026
Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih ke Level 6.506

Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih ke Level 6.506

September 11, 2026
BEI Pantau Ketat 4 Saham Sekaligus, Ada yang Naik Ratusan Persen

BEI Pantau Ketat 4 Saham Sekaligus, Ada yang Naik Ratusan Persen

September 11, 2026
IHSG Ambruk, Asing Ternyata Net Sell Jumbo di 10 Saham Ini

IHSG Ambruk, Asing Ternyata Net Sell Jumbo di 10 Saham Ini

September 11, 2026
Emiten Happy Hapsoro (RAJA) Mau Boyong Anak Usaha IPO Tahun Depan

Emiten Happy Hapsoro (RAJA) Mau Boyong Anak Usaha IPO Tahun Depan

September 11, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, September 11, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Dibuka Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.570

3 hours ago
in Market
Rupiah Dibuka Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.570
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini.

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Jumat (11/9/2026), rupiah terdepresiasi 0,23% ke posisi Rp17.570/US$.

Pelemahan tersebut melanjutkan pergerakan pada perdagangan Kamis (10/9/2026), ketika rupiah terkoreksi 0,17% dan ditutup melemah ke level Rp17.530/US$.

Adapun, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau bergerak stabil di posisi 99,038. Setelah ditutup menguat 0,23% pada perdagangan Kamis kemarin.


Pergerakan rupiah menjelang akhir pekan masih dipengaruhi oleh dinamika eksternal, khususnya penguatan dolar AS di pasar global.

Dolar bertahan di sekitar level tertinggi dalam sepekan setelah data menunjukkan indeks harga produsen AS meningkat 0,4% pada Agustus, sesuai dengan perkiraan pasar. Kenaikan harga energi menjadi salah satu pendorong meningkatnya tekanan harga di tingkat produsen.

Penguatan dolar juga ditopang oleh aliran dana menuju aset aman di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Harga minyak melanjutkan kenaikan selama enam hari berturut-turut. Harga minyak Brent pada perdagangan Asia naik 1,2% ke US$108,96 per barel setelah menembus level US$100 pada awal pekan ini.

Tingginya harga energi mendorong pelaku pasar memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pasar kini memperhitungkan probabilitas sebesar 71,3% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan, meningkat dari 61,2% pada perdagangan sebelumnya.

Perubahan ekspektasi tersebut turut mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield US Treasury tenor 10 tahun naik 2,3 basis poin ke level 4,965% atau semakin mendekati 5%.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar sekaligus menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Perhatian pasar kini tertuju pada rilis inflasi konsumen AS yang dijadwalkan pada Jumat waktu setempat. Data tersebut menjadi salah satu indikator ekonomi utama terakhir sebelum The Fed menggelar pertemuan kebijakan pada 15-16 September.

Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat semakin memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed, mengangkat dolar AS, dan menambah tekanan terhadap rupiah. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat meredakan ekspektasi pengetatan moneter serta memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp842,1 T, Terbesar Kredit Mikro

Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp842,1 T, Terbesar Kredit Mikro

September 11, 2026
Telkom Buka Suara Soal Rencana BGN Sewa Gedung Graha Merah Putih

Telkom Buka Suara Soal Rencana BGN Sewa Gedung Graha Merah Putih

September 11, 2026
Ada Emiten Haji Isam, BEI Gembok Perdagangan 2 Saham Ini

Ada Emiten Haji Isam, BEI Gembok Perdagangan 2 Saham Ini

September 11, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .