• Latest
5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji Kecil

5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji Kecil

September 13, 2026
Harga Naik Turun Bak ‘Roller Coaster’, BEI Pantau Ketat Saham KETR

Harga Naik Turun Bak ‘Roller Coaster’, BEI Pantau Ketat Saham KETR

September 14, 2026
Purbaya Beri Bukti Asing Serbu RI, Nilainya Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Beri Bukti Asing Serbu RI, Nilainya Tembus Ratusan Triliun

September 14, 2026
Harga Saham BYAN Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 Triliun

Harga Saham BYAN Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 Triliun

September 14, 2026
Pengurus SMF Dirombak, Purbaya Angkat Budi Susanto Jadi Dirut

Pengurus SMF Dirombak, Purbaya Angkat Budi Susanto Jadi Dirut

September 14, 2026
Emiten RI Ini Mau Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp27,10 Triliun

Emiten RI Ini Mau Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp27,10 Triliun

September 14, 2026
Breaking News! Baru Dibuka IHSG Sudah Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking News! Baru Dibuka IHSG Sudah Turun 1%, Ini Penyebabnya

September 14, 2026
Cari Dana Rp32 T, Pemerintah Lelang 9 Seri Surat Utang Besok

Cari Dana Rp32 T, Pemerintah Lelang 9 Seri Surat Utang Besok

September 14, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.560

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.560

September 14, 2026
IHSG Dibuka Melemah, Turun 0,13% ke 6.532

IHSG Dibuka Melemah, Turun 0,13% ke 6.532

September 14, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: BRMS, ANTM, hingga IRSX

Rekomendasi Saham Hari Ini: BRMS, ANTM, hingga IRSX

September 14, 2026
Bursa Asia Berguguran, Harga Minyak Melonjak Jelang Keputusan The Fed

Bursa Asia Berguguran, Harga Minyak Melonjak Jelang Keputusan The Fed

September 14, 2026
Eks Bos MNC Gantikan Franky Widjaja di Kursi Komisaris DSSA

Eks Bos MNC Gantikan Franky Widjaja di Kursi Komisaris DSSA

September 14, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, September 14, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji Kecil

1 day ago
in Market
5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji Kecil
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Penentuan status sosial ekonomi seseorang kerap kali hanya diukur dari besaran pendapatan dan pengeluaran bulanan semata. Badan Pusat Statistik (BPS) misalnya, mengklasifikasikan penduduk miskin berdasarkan rata-rata pengeluaran per kapita di bawah garis kemiskinan, di mana standar untuk wilayah DKI Jakarta menyentuh angka Rp4.238.886 per bulan.

Namun, di luar indikator angka pengeluaran tersebut, ada berbagai tanda kasat mata yang menunjukkan posisi seseorang dalam struktur kelas sosial, khususnya kelas menengah-bawah hingga kelas bawah.

Mengutip panduan finansial dari GoBankingRates, berikut adalah 5 indikator utama yang mencerminkan status ekonomi golongan kelas bawah:

1. Kondisi dan Akses Tempat Tinggal

Tempat tinggal merupakan salah satu pos pengeluaran terbesar bagi setiap rumah tangga. Jika seseorang secara konsisten kesulitan untuk mengakses hunian yang nyaman, aman, serta berada di lingkungan yang layak, kondisi ini menjadi indikator kuat ketidakstabilan finansial yang mengarah pada golongan ekonomi bawah.

2. Jenis Pekerjaan dan Jenjang Karier

Pekerjaan memegang peran vital dalam menentukan kelas sosial. Profesi yang dikategorikan sebagai blue collar (pekerja kerah biru) atau pekerjaan berkeahlian rendah, seperti pelayan restoran, sopir truk, pegawai ritel, buruh manufaktur, hingga petugas kebersihan, umumnya berada di spektrum ekonomi bawah karena minimnya upah dan tunjangan.

“Anda dianggap berada di kelas menengah jika bekerja dalam posisi manajerial atau pekerjaan spesialis,” ujar Nathan Brunner, CEO Salarship.

Sementara itu, profesi seperti guru, perawat, akuntan, hingga pekerja IT posisinya bisa berada di antara kelas pekerja atau kelas menengah, sangat bergantung pada tingkat senioritas dan sertifikasi yang dikantongi.

3. Ketiadaan Tabungan Darurat dan Investasi

Menabung dan berinvestasi adalah pilar utama penyangga keuangan sekaligus instrumen untuk membangun kekayaan jangka panjang. Sayangnya, kemewahan finansial ini sering kali susah dijangkau oleh masyarakat kelas bawah. Apabila seseorang sama sekali tidak memiliki cadangan tabungan darurat apalagi perencanaan dana pensiun, dapat dipastikan kondisi keuangannya berada di zona rentan.

4. Keterbatasan Gaya Hidup dan “Kesenangan Kecil”

Kemampuan untuk menikmati liburan rutin setiap tahun, makan di restoran, atau sekadar membeli barang baru tanpa harus cemas memikirkan dapur adalah cerminan dari keamanan finansial dasar.

Jika hal-hal sederhana tersebut terasa sangat berat dan selalu terkendala oleh keterbatasan anggaran yang ketat, kondisi ini menandakan posisi ekonomi yang terbatas. Sebaliknya, kebebasan finansial untuk menikmati pengeluaran tersier sesekali merupakan hak istimewa yang umumnya dimiliki oleh kelas menengah ke atas.

5. Akses terhadap Pendidikan Tinggi

Tingkat pendidikan tertinggi yang dicapai seseorang merupakan salah satu prediktor paling akurat dalam menaikkan tangga ekonomi. Hambatan struktural dan mahalnya biaya kuliah sering kali menjadi tembok besar yang menghalangi masyarakat kelas bawah untuk mengakses pendidikan tinggi.

Ketika mengenyam bangku kuliah terasa mustahil akibat keterjangkauan biaya, hal ini tidak hanya menutup jalan menuju karier bergaji tinggi, tetapi juga mengukuhkan siklus kemiskinan antargenerasi.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Harga Naik Turun Bak ‘Roller Coaster’, BEI Pantau Ketat Saham KETR

Harga Naik Turun Bak ‘Roller Coaster’, BEI Pantau Ketat Saham KETR

September 14, 2026
Purbaya Beri Bukti Asing Serbu RI, Nilainya Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Beri Bukti Asing Serbu RI, Nilainya Tembus Ratusan Triliun

September 14, 2026
Harga Saham BYAN Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 Triliun

Harga Saham BYAN Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 Triliun

September 14, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .