• Latest
Bos BI Beberkan Alasan Rupiah Tertekan Lawan Dolar Minggu Lalu

Bos BI Beberkan Alasan Rupiah Tertekan Lawan Dolar Minggu Lalu

September 14, 2026
Akuisisi 59,24% Saham, Unirama Group Jadi Pengendali Baru DPUM

Akuisisi 59,24% Saham, Unirama Group Jadi Pengendali Baru DPUM

September 14, 2026
Membangun Backbone Digital di Era AI

Membangun Backbone Digital di Era AI

September 14, 2026
Asing Serbu RI Rp141 Triliun, Purbaya Ungkap Alasannya!

Asing Serbu RI Rp141 Triliun, Purbaya Ungkap Alasannya!

September 14, 2026
Arab Saudi Tutup Jalur Pipa, Harga Minyak Bertahan di Atas USD 100

Arab Saudi Tutup Jalur Pipa, Harga Minyak Bertahan di Atas USD 100

September 14, 2026
Kalau Jahat Saya Diemin Saja

Kalau Jahat Saya Diemin Saja

September 14, 2026
Asing Net Sell Rp664 Miliar di Sesi I, Kompak Lego 10 Saham Ini

Asing Net Sell Rp664 Miliar di Sesi I, Kompak Lego 10 Saham Ini

September 14, 2026
Dunia Masuk Era ‘Higher for Longer’, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Dunia Masuk Era ‘Higher for Longer’, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

September 14, 2026
Sesi I IHSG Anjlok 1,7%, Diseret Emiten Tambang!

Sesi I IHSG Anjlok 1,7%, Diseret Emiten Tambang!

September 14, 2026
Harga Saham Bayan (BYAN) Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 T

Harga Saham Bayan (BYAN) Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 T

September 14, 2026
Harga Naik Turun Bak ‘Roller Coaster’, BEI Pantau Ketat Saham KETR

Harga Naik Turun Bak ‘Roller Coaster’, BEI Pantau Ketat Saham KETR

September 14, 2026
Purbaya Beri Bukti Asing Serbu RI, Nilainya Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Beri Bukti Asing Serbu RI, Nilainya Tembus Ratusan Triliun

September 14, 2026
Harga Saham BYAN Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 Triliun

Harga Saham BYAN Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 Triliun

September 14, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, September 14, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Bos BI Beberkan Alasan Rupiah Tertekan Lawan Dolar Minggu Lalu

2 hours ago
in People & Culture
Bos BI Beberkan Alasan Rupiah Tertekan Lawan Dolar Minggu Lalu
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan setelah mata uang Garuda nyaris menyentuh level Rp 17.400 per dolar AS.

Sayangnya, penguatan rupiah ini berbalik melemah pada pekan lalu. Pada Jumat (11/9/2026), ketika rupiah terdepresiasi 0,31% dan mengakhiri perdagangan di level Rp17.585/US$.

“Sebenarnya beberapa hari lalu, kita sudah di Rp 17.500-an dan bahkan hampir menyentuh Rp 17.400-an. Namun demikian, gejolak global memburuk, karena perang Iran-AS makin meningkat, kita (rupiah) agak tertekan dalam 2 hari terakhir. Tetapi alhamdullilah masih di level Rp 17.600-an,” ujar Destry, dalam rapat kerja dengan DPD RI, Senin (14/9/2026).

Adapun, pada tahun ini dan tahun depan, BI masih mematik proyeksi rupiah di kisaran Rp 17.300 – Rp 17.800 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah berhasil dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan pekan ini. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah terapresiasi 0,14% dan membuka perdagangan Senin (14/9/2026) di posisi Rp17.560/US$.

Penguatan tersebut membalikkan pelemahan pada Jumat (11/9/2026), ketika rupiah terdepresiasi 0,31% dan mengakhiri perdagangan di level Rp17.585/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,05% ke posisi 99,176.

Pergerakan rupiah sepanjang hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya perkembangan perang di Timur Tengah dan harga minyak yang turut menggerakkan indeks dolar AS.

Kekhawatiran pasar kembali meningkat setelah terjadi serangan baru terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal di kawasan Teluk pada Minggu. Konflik yang semakin meluas meningkatkan risiko gangguan terhadap pasokan dan jalur pengiriman energi dunia.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Akuisisi 59,24% Saham, Unirama Group Jadi Pengendali Baru DPUM

Akuisisi 59,24% Saham, Unirama Group Jadi Pengendali Baru DPUM

September 14, 2026
Membangun Backbone Digital di Era AI

Membangun Backbone Digital di Era AI

September 14, 2026
Asing Serbu RI Rp141 Triliun, Purbaya Ungkap Alasannya!

Asing Serbu RI Rp141 Triliun, Purbaya Ungkap Alasannya!

September 14, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .