• Latest
Timah Buka-bukaan Proyeksi Laba Hingga Update Proyek LTJ

Timah Buka-bukaan Proyeksi Laba Hingga Update Proyek LTJ

September 15, 2026
Soal Proyek LRT City, BP BUMN Beri Catatan Penting Buat Adhi Karya

Soal Proyek LRT City, BP BUMN Beri Catatan Penting Buat Adhi Karya

September 15, 2026
Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Dolar AS Naik ke Rp17.680

Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Dolar AS Naik ke Rp17.680

September 15, 2026
Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi

Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi

September 15, 2026
ADCP Buka Suara soal Gugatan PKPU Proyek Adhi City Sentul

ADCP Buka Suara soal Gugatan PKPU Proyek Adhi City Sentul

September 15, 2026
Bos Summarecon (SMRA) Kena OTT KPK, Ditemukan 20 Koper Uang Tunai

Bos Summarecon (SMRA) Kena OTT KPK, Ditemukan 20 Koper Uang Tunai

September 15, 2026
Danantara Buka Suara Isu Bakal Punya 40% Saham BEI Usai Demutualisasi

Danantara Buka Suara Isu Bakal Punya 40% Saham BEI Usai Demutualisasi

September 15, 2026
Strategi Bisnis Kapal Offshore Incar Proyek Migas Laut Dalam

Strategi Bisnis Kapal Offshore Incar Proyek Migas Laut Dalam

September 15, 2026
IHSG Sesi I Melemah 0,76%, Ini Penyebabnya

IHSG Sesi I Melemah 0,76%, Ini Penyebabnya

September 15, 2026
Breaking! BI Catat Utang Luar Negeri RI Tembus US4,8 M di Juli

Breaking! BI Catat Utang Luar Negeri RI Tembus US$454,8 M di Juli

September 15, 2026
Jangan Terlewat! Hari Ini Cum Date Dividen BMRI

Jangan Terlewat! Hari Ini Cum Date Dividen BMRI

September 15, 2026
Kredit Macet Pindar Didominasi Pria Gen Z, Bos OJK Buka Suara

Kredit Macet Pindar Didominasi Pria Gen Z, Bos OJK Buka Suara

September 15, 2026
Habis Diakuisisi, Emiten RI Ini Mau Rights Issue 2 Miliar Saham

Habis Diakuisisi, Emiten RI Ini Mau Rights Issue 2 Miliar Saham

September 15, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, September 15, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Timah Buka-bukaan Proyeksi Laba Hingga Update Proyek LTJ

2 hours ago
in Market
Timah Buka-bukaan Proyeksi Laba Hingga Update Proyek LTJ
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Manajemen PT Timah (Persero) Tbk (TINS) menyampaikan optimisme bahwa laba bersih pada semester II-2026 berpotensi setara atau bahkan lebih tinggi dibanding semester I-2026, seiring harga logam timah yang masih kuat.

Manajemen juga menyoroti Peraturan Presiden (Perpres) 79/2026 sebagai pemicu perbaikan tata kelola pertambangan timah dari hulu ke hilir, yang diharapkan membuka ruang pertumbuhan produksi bijih, khususnya di area operasi Belitung.

Dari sisi biaya produksi, cash cost Perseroan hingga semester I-2026 tercatat sebesar US$ 22.435 per metrik ton. Manajemen memproyeksikan cash cost pada akhir 2026 akan naik menjadi kisaran US$ 23.000-24.000 per metrik ton, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang turut mendorong kenaikan biaya bahan baku dan suku cadang. Meski demikian, manajemen menegaskan margin tetap terjaga karena kenaikan harga jual timah jauh lebih tinggi dibanding kenaikan biaya.

Untuk CAPEX 2026, TIMAH menargetkan total belanja modal sebesar Rp 446 miliar, dengan 90% dialokasikan untuk kebutuhan operasi produksi dan eksplorasi, sementara 10% sisanya merupakan investasi non-rutin, salah satunya transformasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dari ERP ECC 6 ke SAP ERP for S/4HANA.

Manajemen memaparkan bahwa konsumsi timah global hingga Juli 2026 tercatat sebesar 179 ribu ton, sementara produksi global pada semester I-2026 baru mencapai 173 ribu ton yang mencerminkan gap sekitar 3% antara konsumsi dan produksi. Manajemen memproyeksikan harga timah akan bertahan di kisaran US$ 47.000-55.000 per ton hingga 2026 dan tahun-tahun berikutnya, seiring belum adanya ekspansi kapasitas signifikan dari para produsen logam timah dunia.

Sementara itu, konsumsi domestik disebut belum tumbuh signifikan dan masih berkisar 4.000-5.000 ton per tahun. Manajemen menekankan pentingnya dorongan industrialisasi mineral timah di dalam negeri, tidak hanya hilirisasi, guna mendukung pembangunan industri seperti semikonduktor, laptop, PC, dan ponsel.

Terkait proyek logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (REE), manajemen menyatakan Perseroan masih dalam tahap riset dan pengembangan, dengan strategi mencari mitra teknologi untuk pengelolaan cadangan tanah jarang di wilayah IUP Perseroan, termasuk di Bangka Belitung. Saat ini terdapat sekitar tiga calon mitra dalam proses penjajakan, dengan pemetaan cadangan yang melibatkan kerja sama bersama PERMINAS dan Badan Investasi Mineral mandat pemerintah. TIMAH menargetkan sudah ada mitra pengelola tanah jarang yang mengerucut pada 2026. Adapun monetisasi proyek ini baru akan dibahas setelah proses riset validasi cadangan, teknologi, dan belanja modal (CAPEX) disepakati bersama mitra.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Soal Proyek LRT City, BP BUMN Beri Catatan Penting Buat Adhi Karya

Soal Proyek LRT City, BP BUMN Beri Catatan Penting Buat Adhi Karya

September 15, 2026
Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Dolar AS Naik ke Rp17.680

Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Dolar AS Naik ke Rp17.680

September 15, 2026
Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi

Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi

September 15, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .