• Latest
Fakta Terbaru dari Bos BI, Ternyata 1 dari 4 Orang di RI Pakai QRIS

Fakta Terbaru dari Bos BI, Ternyata 1 dari 4 Orang di RI Pakai QRIS

September 24, 2026
Kantongi RKAB, Bayan (BYAN) Cabut Status Keadaan Kahar

Kantongi RKAB, Bayan (BYAN) Cabut Status Keadaan Kahar

September 24, 2026
Emiten Happy Hapsoro (BUVA) Ekspansi ke Bisnis Hiburan

Emiten Happy Hapsoro (BUVA) Ekspansi ke Bisnis Hiburan

September 24, 2026
Aturan Baru Kelola Kas Negara, Saldo Lebih Tak Lagi Ditempatkan di BI!

Aturan Baru Kelola Kas Negara, Saldo Lebih Tak Lagi Ditempatkan di BI!

September 24, 2026
6 Jurus Mentawai Saingi Hawaii Jadi Pusat Surfing Dunia

6 Jurus Mentawai Saingi Hawaii Jadi Pusat Surfing Dunia

September 24, 2026
IHSG Anjlok 1,06% di Sesi I ke 6.307

IHSG Anjlok 1,06% di Sesi I ke 6.307

September 24, 2026
IHSG Anjlok Lebih dari 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Lebih dari 1%, Ini Penyebabnya

September 24, 2026
IHSG Anjlok Leih dari 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Leih dari 1%, Ini Penyebabnya

September 24, 2026
Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo, OJK Rilis Aturan Ini

Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo, OJK Rilis Aturan Ini

September 24, 2026
BI dan Otoritas Moneter Hong Kong Mulai Bahas Penggunaan QRIS

BI dan Otoritas Moneter Hong Kong Mulai Bahas Penggunaan QRIS

September 24, 2026
Pemerintah Mau LPS Jamin Simpanan di Koperasi, Siap Amandemen UU

Pemerintah Mau LPS Jamin Simpanan di Koperasi, Siap Amandemen UU

September 24, 2026
IHSG Anjlok 1% ke Level 6.311

IHSG Anjlok 1% ke Level 6.311

September 24, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 1% ke Level 6.311

Breaking! IHSG Anjlok 1% ke Level 6.311

September 24, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, September 24, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Fakta Terbaru dari Bos BI, Ternyata 1 dari 4 Orang di RI Pakai QRIS

3 hours ago
in Economy
Fakta Terbaru dari Bos BI, Ternyata 1 dari 4 Orang di RI Pakai QRIS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus melesat dan kini telah digunakan oleh sekitar seperempat penduduk Indonesia.

Destry mengatakan jumlah pengguna QRIS saat ini telah mencapai sekitar 67 juta orang. Dengan jumlah tersebut, sekitar satu dari empat penduduk Indonesia kini telah memanfaatkan QRIS untuk bertransaksi.

“QRIS kalau kita lihat sekarang penggunanya sudah 67 juta. Artinya sudah 1 per 4 dari penduduk Indonesia menggunakan QRIS,” kata Destry dalam acara FEKDI x IFSE 2026, Kamis (24/9/2026).

Menurut Destry, pesatnya adopsi QRIS menunjukkan preferensi masyarakat yang semakin mengarah pada pembayaran digital, terutama untuk transaksi ritel sehari-hari.

Fenomena itu kini semakin mudah ditemui, mulai dari pusat perbelanjaan hingga pasar tradisional. Masyarakat dinilai semakin nyaman menggunakan QRIS dibandingkan membawa uang tunai.

“Kalau kita sekarang belanja di pasar itu mereka lebih suka pakai QRIS ketimbang uang cash,” ujarnya.

Meski demikian, BI menegaskan pembayaran tunai tetap menjadi bagian penting dari sistem pembayaran nasional. Karena itu, para pelaku usaha atau merchant tetap harus menerima pembayaran secara tunai bagi masyarakat yang memilih menggunakan uang kartal.

“Kalau pun ada yang memang mereka ingin bayar cash ya mereka harus bisa menerima,” kata Destry.

Meningkatnya penggunaan pembayaran digital juga mulai berdampak terhadap pertumbuhan uang kartal yang beredar di masyarakat.

Destry mengakui peredaran uang kertas dan logam masih mengalami pertumbuhan, namun lajunya mulai melambat seiring semakin luasnya penggunaan transaksi digital.

“Kalau kita lihat memang masih tumbuh, tapi mulai terus melambat,” ujarnya.

Meski tren digitalisasi semakin kuat, BI menilai kebutuhan uang tunai masih tetap tinggi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama daerah terdepan, terluar, dan terpencil yang belum sepenuhnya terjangkau infrastruktur digital.

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas masih memiliki sejumlah daerah yang mengalami keterbatasan akses internet maupun sinyal telekomunikasi.

“Kita ada daerah-daerah yang terdepan, terluar. Tentunya mereka juga masih butuh uang cash. Mungkin sinyal juga belum semuanya tersedia, masih ada beberapa blank spot,” kata Destry.

Karena itu, BI memastikan tetap menyediakan kebutuhan uang kartal bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kantongi RKAB, Bayan (BYAN) Cabut Status Keadaan Kahar

Kantongi RKAB, Bayan (BYAN) Cabut Status Keadaan Kahar

September 24, 2026
Emiten Happy Hapsoro (BUVA) Ekspansi ke Bisnis Hiburan

Emiten Happy Hapsoro (BUVA) Ekspansi ke Bisnis Hiburan

September 24, 2026
Aturan Baru Kelola Kas Negara, Saldo Lebih Tak Lagi Ditempatkan di BI!

Aturan Baru Kelola Kas Negara, Saldo Lebih Tak Lagi Ditempatkan di BI!

September 24, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .