• Latest
IHSG Parkir di Zona Merah, Merosot 1,2% ke Level 6.298

IHSG Parkir di Zona Merah, Merosot 1,2% ke Level 6.298

September 24, 2026
Video: Menkeu Suahasil Kunjungi Destry, Bahas Sinergi BI

Video: Menkeu Suahasil Kunjungi Destry, Bahas Sinergi BI

September 24, 2026
Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang

Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang

September 24, 2026
Suahasil Minta SMF, PIP Cs Tak Kejar Bunga Tinggi

Suahasil Minta SMF, PIP Cs Tak Kejar Bunga Tinggi

September 24, 2026
Calon Investor BEI Boleh Genggam di Atas 5%, OJK: Ada Syaratnya!

Calon Investor BEI Boleh Genggam di Atas 5%, OJK: Ada Syaratnya!

September 24, 2026
Bos BI-Menkeu Bangun Kerja Sama Lima Pilar, Apa Itu?

Bos BI-Menkeu Bangun Kerja Sama Lima Pilar, Apa Itu?

September 24, 2026
Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang, Rapat Alot!

Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang, Rapat Alot!

September 24, 2026
Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuidtas-Surat Utang, Rapat Alot!

Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuidtas-Surat Utang, Rapat Alot!

September 24, 2026
Diam-Diam Petinggi Saratoga Edwin Soeryadjaya Borong 784.100 Saham

Diam-Diam Petinggi Saratoga Edwin Soeryadjaya Borong 784.100 Saham

September 24, 2026
Ternyata! Ini Isi Pertemuan DPR, Menkeu, BI, OJK & Danantara

Ternyata! Ini Isi Pertemuan DPR, Menkeu, BI, OJK & Danantara

September 24, 2026
73 Emiten Belum Setor Laporan Keuangan, BEI Beri Sanksi

73 Emiten Belum Setor Laporan Keuangan, BEI Beri Sanksi

September 24, 2026
Transaksi Won Korea di KB Bank (BBKP) Naik Tinggi Kala Rupiah Melemah

Transaksi Won Korea di KB Bank (BBKP) Naik Tinggi Kala Rupiah Melemah

September 24, 2026
Presiden Iran Tampar Trump Bertubi-tubi di PBB, Ini Pernyataannya

Presiden Iran Tampar Trump Bertubi-tubi di PBB, Ini Pernyataannya

September 24, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, September 24, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Parkir di Zona Merah, Merosot 1,2% ke Level 6.298

2 hours ago
in Market
IHSG Parkir di Zona Merah, Merosot 1,2% ke Level 6.298
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis, 24 September 2026, di zona merah. Indeks ditutup di level 6.298,61, turun 76,31 poin atau 1,20% dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.374,91.

IHSG dibuka melemah di 6.364,98, sekitar 10 poin di bawah penutupan sebelumnya. Level tertinggi hari ini di 6.368,57 tercapai di awal perdagangan, sedangkan level terendah di 6.287,46.

Sepanjang perdagangan hari ini, hanya sebanyak 198 saham menguat, 487 saham melemah, dan 278 saham tak bergerak.

Berdasarkan grafik intraday, indeks turun cepat beberapa menit setelah pembukaan. IHSG sempat rebound ke kisaran 6.340 hingga 6.350 pada pagi hari, tetapi gagal menembus level tinggi sebelumnya. Tekanan jual menguat menjelang tengah hari dan berlanjut ke sesi kedua, sehingga indeks mencetak level terendah harian.

Setelah itu IHSG bergerak menyamping di kisaran 6.290 hingga 6.310 hingga sore hari, dan menguat tipis di menit-menit akhir hingga bertahan di atas 6.300 sebelum ditutup sedikit di bawah level itu. Pola ini menunjukkan tekanan jual cukup dominan sejak pagi, sementara pembeli baru muncul terbatas setelah indeks menyentuh area terendah.

Mengutip data Stockbit, sepanjang perdagangan hari ini tercatat sekitar 25,3 miliar saham atau 253 juta lot, dengan nilai transaksi sekitar Rp9,69 triliun. Volume itu sekitar 145% dari rata-rata volume harian sebesar 17,44 miliar saham, atau lebih tinggi sekitar 7,9 miliar saham.

Memasuki perdagangan Kamis (24/9/2026), pasar keuangan Tanah Air masih akan mencermati respons pasar setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya.

Selain itu, perhatian juga tertuju pada aturan baru perdagangan saham dan rilis data uang beredar. Sementara dari luar negeri, kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat (AS) akan menjadi perhatian. Lonjakan imbal hasil US Treasury serta indeks dolar juga bisa menjadi “badai” baru bagi IHSG.

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 5,75%. Suku bunga Deposit Facility juga tetap sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%.

“Rapat Dewan Gubernur BI pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).

Keputusan tersebut sesuai dengan hasil polling CNBC Indonesia terhadap 11 institusi dan lembaga. Sebanyak delapan responden memperkirakan BI Rate tetap sebesar 5,75%, sementara tiga lainnya memproyeksikan kenaikan 25 basis poin menjadi 6,00%.

Dengan keputusan tersebut, BI telah menahan suku bunga dalam tiga pertemuan berturut-turut sejak Juli 2026. BI Rate bertahan di level 5,75% setelah sebelumnya dinaikkan secara kumulatif sebesar 100 basis poin sepanjang Mei-Juni.

BI menaikkan suku bunga dari 4,75% menjadi 5,25% pada 20 Mei 2026. BI Rate kemudian kembali dinaikkan menjadi 5,50% pada 9 Juni dan mencapai 5,75% pada 18 Juni 2026.

Sementara itu dari global, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun melonjak pada perdagangan Rabu (23/9/2026), menembus level tertinggi dalam hampir dua dekade. Lonjakan terjadi setelah data ekonomi menunjukkan aktivitas bisnis yang kuat sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.

Yield Treasury 10 tahun melonjak 15 basis poin menjadi 5,11%, level tertinggi sejak 2007. Yield bahkan sempat menyentuh 5,14% dalam perdagangan.

Kenaikan yield Treasury 10 tahun penting karena menjadi acuan biaya pinjaman di berbagai sektor ekonomi. Ketika yield naik, biaya kredit perumahan, pinjaman kendaraan, hingga pembiayaan bisnis ikut terdorong lebih tinggi.

Lonjakan yield terjadi setelah data S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis AS pada September tumbuh dengan laju tercepat sejak Juli 2021. Di saat yang sama, biaya input melonjak akibat kenaikan harga energi.

Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga demi meredam inflasi, terutama karena perekonomian AS masih menunjukkan kekuatan.

Yield Treasury 30 tahun melonjak 11 basis poin menjadi 5,4%, level tertinggi tahun ini. Angka tersebut merupakan level intraday tertinggi sejak 2007 dan level penutupan tertinggi sejak 2004.

Adapun yield Treasury 2 tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan The Fed, naik sekitar 16 basis poin hingga mencapai 4,9%, tertinggi sejak 2024.

Yield Treasury 5 tahun juga menembus 5% untuk pertama kalinya sejak 2007 setelah lelang obligasi rutin pada Rabu.

Kenaikan imbal hasil ini menjadi kabar buruk bagi Indonesia karena bisa memicu kenaikan imbal hasil SBN dan beban utang pemerintah.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video: Menkeu Suahasil Kunjungi Destry, Bahas Sinergi BI

Video: Menkeu Suahasil Kunjungi Destry, Bahas Sinergi BI

September 24, 2026
Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang

Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang

September 24, 2026
Suahasil Minta SMF, PIP Cs Tak Kejar Bunga Tinggi

Suahasil Minta SMF, PIP Cs Tak Kejar Bunga Tinggi

September 24, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .