• Latest
Masjid Mau Dibongkar, Warga Muslim Melawan-Bentrok dengan Polisi

Masjid Mau Dibongkar, Warga Muslim Melawan-Bentrok dengan Polisi

September 30, 2026
OJK Setujui Dua Perusahaan Gadai Perluas Wilayah Usaha ke Nasional

OJK Setujui Dua Perusahaan Gadai Perluas Wilayah Usaha ke Nasional

September 30, 2026
Asuransi Makin Masif Jual Unitlink Mata Uang Asing, Terbaru Ada SGD

Asuransi Makin Masif Jual Unitlink Mata Uang Asing, Terbaru Ada SGD

September 30, 2026
Rosan Ungkap Rencana Danantara Beli Saham BEI, Porsinya 5%-10%

Rosan Ungkap Rencana Danantara Beli Saham BEI, Porsinya 5%-10%

September 30, 2026
Tak Bisa Disehatkan, OJK Cabut Izin Usaha Multifinance Credit Saison

Tak Bisa Disehatkan, OJK Cabut Izin Usaha Multifinance Credit Saison

September 30, 2026
Dorong Pendalaman Pasar, Sucor Sekuritas Perkuat Literasi ke Gen Z

Dorong Pendalaman Pasar, Sucor Sekuritas Perkuat Literasi ke Gen Z

September 30, 2026
Optimis IHSG Balik ke Level 7.000, Analis Jagokan 2 Saham Ini

Optimis IHSG Balik ke Level 7.000, Analis Jagokan 2 Saham Ini

September 30, 2026
Rencana Akuisisi Emiten Dua Konglomerat, CUAN Caplok SINI Masuki Babak

Rencana Akuisisi Emiten Dua Konglomerat, CUAN Caplok SINI Masuki Babak

September 30, 2026
Henan Asset Management Ungkap Strategi Pengelolaan Investasi

Henan Asset Management Ungkap Strategi Pengelolaan Investasi

September 30, 2026
BI Borong Surat Utang Pemerintah Hampir Rp300 T, Buat Apa?

BI Borong Surat Utang Pemerintah Hampir Rp300 T, Buat Apa?

September 30, 2026
Sisa 3 Bulan, BI Rate Naik Ikuti The Fed? Ini Bocoran dari Thamrin

Sisa 3 Bulan, BI Rate Naik Ikuti The Fed? Ini Bocoran dari Thamrin

September 30, 2026
Pelaku Pasar Masih Optimis IHSG Bisa Rebound, Ini Alasannya

Pelaku Pasar Masih Optimis IHSG Bisa Rebound, Ini Alasannya

September 30, 2026
Marak Modus Penipuan, BRI Ajak Nasabah Kenali Kanal Komunikasi Resmi

Marak Modus Penipuan, BRI Ajak Nasabah Kenali Kanal Komunikasi Resmi

September 30, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, September 30, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Masjid Mau Dibongkar, Warga Muslim Melawan-Bentrok dengan Polisi

3 hours ago
in Economy
Masjid Mau Dibongkar, Warga Muslim Melawan-Bentrok dengan Polisi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Suasana tegang masih menyelimuti Kota Ujjain, India, setelah rencana pembongkaran sebagian Masjid Shahi memicu aksi protes umat Muslim. Masjid tersebut terancam dibongkar sebagian untuk pelebaran jalan yang dipersiapkan menyambut festival ziarah Hindu besar pada 2028.

Zeeshan Khan, warga Muslim berusia 30 tahun yang ikut dalam aksi tersebut, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Rabu (30/9/2026), mengaku sudah tiga malam tidak bisa tidur dengan baik. Ia bergabung bersama ratusan umat Muslim yang berjaga di luar masjid pada Minggu malam untuk mencegah alat berat membongkar bangunan tersebut.

Ujjain berada sekitar 200 kilometer dari Bhopal, ibu kota negara bagian Madhya Pradesh. Wilayah tersebut telah dikuasai Partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi sejak 2003, kecuali selama 15 bulan ketika pemerintahan oposisi Partai Kongres berkuasa.

BJP yang berhaluan nasionalis Hindu selama ini dituding menjalankan kampanye yang secara sengaja menyasar bangunan keagamaan Muslim, termasuk masjid, tempat ziarah, pemakaman dan madrasah. Tuduhan tersebut antara lain didasarkan pada klaim bahwa bangunan-bangunan itu didirikan secara ilegal atau berdiri di atas lokasi bekas kuil Hindu.

Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan tempat ibadah dan situs Muslim di sejumlah negara bagian yang dikuasai BJP telah dibongkar sebagian maupun seluruhnya oleh pemerintah. Sejumlah pembongkaran bahkan dilakukan pada malam hari dan dalam beberapa kasus berlangsung ketika persoalan tersebut masih dalam proses hukum di pengadilan.

Kekhawatiran serupa kini dirasakan warga Muslim Ujjain. Pada Minggu malam, mereka berkumpul di sekitar Masjid Shahi yang berada di kawasan Chhatri Chowk untuk menentang rencana pembongkaran.

Pemerintah setempat berencana membersihkan sekaligus memperlebar jalan yang akan digunakan untuk mendukung penyelenggaraan Simhastha Kumbh Mela pada 2028. Festival tersebut merupakan salah satu ziarah besar umat Hindu yang digelar di tepi Sungai Kshipra.

Khan, yang menjalankan bisnis pemasaran digital, mengatakan kepada Al Jazeera melalui sambungan telepon pada Selasa bahwa persoalan tersebut sebenarnya sudah berlangsung selama sekitar dua bulan.

“Ini dimulai sekitar dua bulan lalu, ketika Perusahaan Kota Ujjain mengeluarkan pemberitahuan kepada Masjid Shahi, yang menyatakan bahwa masjid tersebut harus diambil alih karena jalan perlu diperlebar,” kata Khan.

Menurut dia, pemerintah kota memberikan batas waktu hingga 10 September kepada pengelola masjid untuk membongkar bagian bangunan yang dianggap menghalangi proyek.

“Mereka memberi batas waktu 10 September untuk ‘membongkar bangunan itu sendiri’, dan jika tidak, pemerintah akan mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Di tengah persoalan tersebut, umat Muslim juga telah menempuh jalur hukum. Namun, gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi setempat untuk menghentikan pembongkaran ditolak.

Pengadilan beralasan bahwa penyelenggaraan ziarah Hindu pada 2028 membutuhkan ruang tambahan untuk mengatur lalu lintas.

“Argumen mereka adalah bahwa banyak orang akan datang dari luar dan masyarakat tidak boleh menghadapi masalah. Jadi kepentingan publik harus didahulukan,” kata Khan.

Protes Berlanjut

Protes terus berlanjut ketika pengelola masjid melakukan sejumlah perundingan dengan pemerintah distrik. Dari pembicaraan tersebut, pemerintah akhirnya menyetujui agar bagian bangunan yang dibongkar hanya berjarak tiga kaki dari badan jalan, bukan lebih dari tujuh kaki seperti tuntutan awal pejabat.

Namun, situasi kembali memanas pada Minggu malam ketika aparat membawa buldoser mendekati masjid. Ribuan orang kemudian berkumpul di Chhatri Chowk.

Pihak berwenang menyebut unggahan media sosial yang dibuat oleh sejumlah pria Muslim menggunakan konten hasil kecerdasan buatan (AI) telah memicu rumor bahwa masjid akan segera dihancurkan. Informasi tersebut kemudian disebut menjadi pemicu aksi massa yang berlangsung sepanjang malam.

Khan memiliki versi berbeda mengenai apa yang terjadi di lokasi.

“Namun pemerintah memblokir kawasan tersebut dan mengatakan kepada komunitas: ‘Entah kalian membongkar masjid itu sendiri, atau kami yang akan membongkarnya’,” kata Khan.

Ketegangan meningkat pada Senin pagi. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Menurut laporan media, demonstran kemudian melemparkan batu ke arah polisi. Aparat merespons dengan memukul massa menggunakan tongkat, menyebabkan sedikitnya 12 orang terluka. Sejumlah pria juga ditangkap.

Ketakutan bahwa masjid akan dibongkar menggunakan buldoser secara langsung semakin besar. Dalam situasi tersebut, komite masjid akhirnya menyetujui pembongkaran sebagian bangunan dilakukan oleh mereka sendiri.

Puluhan pria Muslim kemudian mengambil palu dan batang besi untuk membongkar bagian platform yang berada di sekitar masjid.

“Kami menghancurkannya dengan tangan kami sendiri,” kata Khan. “Ini sangat menyakitkan bagi kami.”

Pada Selasa, sebagian menara masjid juga dibongkar oleh aparat, menurut Khan. Namun, ia mengatakan pembongkaran belum masuk ke bagian dalam bangunan utama.

“Mereka mulai melakukan pekerjaan pembongkaran pada menara, tetapi belum ada pekerjaan seperti itu yang dimulai di dalam masjid,” ujarnya.

Pemerintah Ujjain kemudian menutup kawasan di sekitar Masjid Shahi dan mengerahkan personel keamanan dalam jumlah besar.

Ketegangan di Ujjain juga memicu aksi solidaritas di ibu kota New Delhi. Pada Selasa, sebuah kelompok Muslim menggelar demonstrasi untuk memprotes “tindakan dan pembongkaran yang terus berlanjut terhadap masjid dan tempat ibadah”.

Aksi tersebut digelar oleh Monitoring Committee of Indian Muslims dan diikuti sejumlah anggota parlemen Muslim serta pemimpin agama.

“Persoalan kami jauh lebih besar daripada satu masjid atau satu komunitas. Ketika sebuah tempat ibadah dihancurkan, atau tindakan dilakukan terhadapnya tanpa memastikan perlindungan hukum dan konstitusional, hal itu menimbulkan pertanyaan serius mengenai supremasi hukum,” kata Presiden Jamaat-e-Islami Hind, Syed Sadatullah Hussaini, dalam sebuah pernyataan.

Asif Mujtaba, pendiri lembaga amal yang berbasis di New Delhi, mengatakan banyak Muslim mengaitkan aksi pembongkaran tersebut dengan situasi politik yang lebih luas sejak BJP berkuasa.

“Orang-orang mengaitkan pembongkaran ini dengan bahasa yang digunakan dalam politik, dengan kampanye seputar masjid, dengan tekanan terhadap madrasah dan dengan perselisihan berulang mengenai lembaga-lembaga Muslim,” kata Mujtaba.

“Orang-orang melihat sejarah mereka menghilang dari kota.”

 

(luc/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Masjid Mau Dibongkar, Warga Muslim Melawan-Bentrok dengan Polisi

Masjid Mau Dibongkar, Warga Muslim Melawan-Bentrok dengan Polisi

September 30, 2026
OJK Setujui Dua Perusahaan Gadai Perluas Wilayah Usaha ke Nasional

OJK Setujui Dua Perusahaan Gadai Perluas Wilayah Usaha ke Nasional

September 30, 2026
Asuransi Makin Masif Jual Unitlink Mata Uang Asing, Terbaru Ada SGD

Asuransi Makin Masif Jual Unitlink Mata Uang Asing, Terbaru Ada SGD

September 30, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .