• Latest
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp17.890

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp17.890

October 6, 2026
Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US0 Juta

Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US$250 Juta

October 6, 2026
97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan

97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan

October 6, 2026
IHSG Ditutup Menguat 1,21% ke Level 6.192

IHSG Ditutup Menguat 1,21% ke Level 6.192

October 6, 2026
Nama Franky Widjaja Muncul di KETR Usai Diakuisisi Sinar Mas

Nama Franky Widjaja Muncul di KETR Usai Diakuisisi Sinar Mas

October 6, 2026
Euro Anjlok ke Level Terendah 17 Bulan, Obligasi Prancis Diobral

Euro Anjlok ke Level Terendah 17 Bulan, Obligasi Prancis Diobral

October 6, 2026
BUVA Rights Issue Rp1,54 Triliun, Hapsoro Jadi Pembeli Siaga

BUVA Rights Issue Rp1,54 Triliun, Hapsoro Jadi Pembeli Siaga

October 6, 2026
Dunia di Ambang Krisis Minyak? Bos Aramco Bunyikan Alarm

Dunia di Ambang Krisis Minyak? Bos Aramco Bunyikan Alarm

October 6, 2026
7 Calon Emiten Antre IPO, 2 Perusahaan Beraset Jumbo

7 Calon Emiten Antre IPO, 2 Perusahaan Beraset Jumbo

October 6, 2026
Dana Asing Cabut Rp273,81 M di Sesi I, 5 Saham Ini Justru Diborong

Dana Asing Cabut Rp273,81 M di Sesi I, 5 Saham Ini Justru Diborong

October 6, 2026
Ada yang Jual Saham LUCY di Harga Rp259-268

Ada yang Jual Saham LUCY di Harga Rp259-268

October 6, 2026
OJK Sebut Transaksi Bursa Mineral Bakal Pakai Rupiah dan Dolar AS

OJK Sebut Transaksi Bursa Mineral Bakal Pakai Rupiah dan Dolar AS

October 6, 2026
Masuk Ke Bisnis Otomotif, INPS Caplok 90% Saham Tri Satria Indah Motor

Masuk Ke Bisnis Otomotif, INPS Caplok 90% Saham Tri Satria Indah Motor

October 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 6, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp17.890

3 hours ago
in Market
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp17.890
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah berhasil menutup perdagangan Selasa (6/10/2026) di zona hijau terhadap dolar Amerika Serikat (AS), meski penguatannya terpangkas setelah sempat bergerak lebih kuat pada awal perdagangan.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.890/US$ atau menguat tipis 0,03% dibandingkan penutupan Senin (5/10/2026) di Rp17.895/US$.

Rupiah mengawali perdagangan dengan apresiasi ke level Rp17.875/US$. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Mata uang Garuda sempat melemah hingga Rp17.915/US$, sebelum kembali menguat dan mengakhiri perdagangan di Rp17.890/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,12% ke posisi 102,049. DXY sempat berada di posisi tertinggi 102,285 pada perdagangan hari ini.


Pelemahan dolar AS terjadi di tengah berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS pada pertemuan Oktober. Ekspektasi tersebut mereda setelah laporan tenaga kerja AS periode September menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang mulai melemah.

Sentimen lain datang dari pasar minyak. Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Selasa seiring membaiknya pasokan dari kawasan Timur Tengah dan pelepasan cadangan darurat oleh negara-negara G7.

Harga minyak Brent melemah sekitar 0,8% ke US$99,49 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 1,1% ke US$88,43 per barel.

Bagi rupiah, perkembangan harga minyak turut menjadi perhatian mengingat Indonesia masih mengandalkan impor minyak untuk memenuhi kebutuhan domestik. Harga minyak yang lebih rendah dapat mengurangi nilai impor energi dan kebutuhan dolar AS untuk membiayai impor tersebut.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis cadangan devisa Indonesia periode September oleh Bank Indonesia (BI) pada Rabu besok. Posisi cadangan devisa menjadi salah satu indikator ketahanan eksternal Indonesia sekaligus menunjukkan besarnya bantalan yang tersedia bagi BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar ketika volatilitas pasar global meningkat.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US0 Juta

Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US$250 Juta

October 6, 2026
97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan

97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan

October 6, 2026
IHSG Ditutup Menguat 1,21% ke Level 6.192

IHSG Ditutup Menguat 1,21% ke Level 6.192

October 6, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .