• Latest
Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.890

Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.890

October 8, 2026
Rawan Digoreng, OJK Pelototi Saham Terkonsentrasi Tinggi

Rawan Digoreng, OJK Pelototi Saham Terkonsentrasi Tinggi

October 8, 2026
Akhiri Perdagangan Hari Ini, IHSG Anjlok 1,88% ke Level 6.031

Akhiri Perdagangan Hari Ini, IHSG Anjlok 1,88% ke Level 6.031

October 8, 2026
OJK Sebut Status RI dari FTSE Jadi Bukti Kepercayaan Investor Global

OJK Sebut Status RI dari FTSE Jadi Bukti Kepercayaan Investor Global

October 8, 2026
BEI-KSEI Umumkan 99,95% Saham BSWD Dikuasai Segelintir Investor

BEI-KSEI Umumkan 99,95% Saham BSWD Dikuasai Segelintir Investor

October 8, 2026
4 Merger BUMN Karya November, Danantara Ungkap Nasib Waskita-Wika

4 Merger BUMN Karya November, Danantara Ungkap Nasib Waskita-Wika

October 8, 2026
IKK September Turun ke 118,1, Konsumen RI Masih Optimistis

IKK September Turun ke 118,1, Konsumen RI Masih Optimistis

October 8, 2026
IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

October 8, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 1,03% ke Level 6.083

Breaking! IHSG Anjlok 1,03% ke Level 6.083

October 8, 2026
OJK Cabut Izin Usaha Perusahaan Modal Ventura di Kawasan SCBD

OJK Cabut Izin Usaha Perusahaan Modal Ventura di Kawasan SCBD

October 8, 2026
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per Oktober 2026

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per Oktober 2026

October 8, 2026
Danantara Resmikan Hasil Merger 23 Entitas Kawasan Industri 5 November

Danantara Resmikan Hasil Merger 23 Entitas Kawasan Industri 5 November

October 8, 2026
Emiten Sinar Ini Caplok Bank di Timor Leste, Rogoh Duit Rp64,44 Miliar

Emiten Sinar Ini Caplok Bank di Timor Leste, Rogoh Duit Rp64,44 Miliar

October 8, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 8, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.890

2 hours ago
in People & Culture
Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.890
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah gagal mempertahankan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Sempat terapresiasi pada awal perdagangan, mata uang Garuda justru berbalik arah dan ditutup melemah, sekaligus mengakhiri tren positif selama dua hari terakhir.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.890/US$, melemah 0,08% dibandingkan penutupan Rabu (7/10/2026) di Rp17.875/US$.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah sempat menguat 0,11% ke posisi Rp17.855/US$. Namun, penguatan tersebut terkikis sepanjang perdagangan hingga rupiah berakhir di zona merah.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat 0,06% ke posisi 102,302 pada pukul 15.00 WIB.

Pergerakan rupiah sepanjang hari turut dibayangi sejumlah sentimen domestik dan global.

Dari domestik, Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2026 sebesar 118,1, turun tipis dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, indeks tersebut masih berada di atas level 100, yang menunjukkan keyakinan konsumen tetap berada di zona optimistis.


“Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada September 2026 tetap optimis pada seluruh kelompok pengeluaran,” ungkap BI dalam laporan Survei Konsumen yang dirilis Kamis (8/10/2026).

Penurunan IKK tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang melemah menjadi 107,5. Sebaliknya, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) meningkat menjadi 128,7.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa meskipun penilaian konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini melemah, ekspektasi terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang justru membaik.

Dari eksternal, pasar mencermati peringatan International Monetary Fund (IMF) mengenai meningkatnya tekanan inflasi global di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menilai kenaikan biaya energi akibat konflik geopolitik, gangguan pasokan pangan, serta lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) berpotensi membuat tekanan inflasi bertahan tinggi.

“Hal ini mendorong inflasi naik dan pertumbuhan turun,” ujar Georgieva dalam agenda Outlook for the Global Economy and Policy Priorities menjelang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia 2026.

Georgieva pun menyerukan agar bank sentral di berbagai negara mengambil sikap lebih tegas dalam menghadapi tekanan inflasi.

“Sekarang mungkin waktu yang tepat untuk mengambil sikap yang hati-hati dan agak agresif dalam kebijakan moneter banyak negara,” katanya.

Pernyataan tersebut menambah perhatian pasar terhadap prospek suku bunga global yang berpotensi bertahan tinggi lebih lama. Kondisi ini dapat meningkatkan daya tarik aset berbunga di negara maju dan menjadi tantangan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, pelaku pasar menantikan rilis data klaim pengangguran awal AS atau initial jobless claims yang dijadwalkan pada pukul 19.30 WIB hari ini.

Data tersebut menjadi salah satu indikator untuk mengukur kondisi pasar tenaga kerja AS. Kenaikan klaim pengangguran dapat mengindikasikan pelemahan pasar tenaga kerja, sementara penurunan klaim dapat mencerminkan kondisi ketenagakerjaan yang relatif kuat.

Hasil data tersebut akan menjadi perhatian pasar dalam menilai prospek ekonomi AS dan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) selanjutnya.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rawan Digoreng, OJK Pelototi Saham Terkonsentrasi Tinggi

Rawan Digoreng, OJK Pelototi Saham Terkonsentrasi Tinggi

October 8, 2026
Akhiri Perdagangan Hari Ini, IHSG Anjlok 1,88% ke Level 6.031

Akhiri Perdagangan Hari Ini, IHSG Anjlok 1,88% ke Level 6.031

October 8, 2026
OJK Sebut Status RI dari FTSE Jadi Bukti Kepercayaan Investor Global

OJK Sebut Status RI dari FTSE Jadi Bukti Kepercayaan Investor Global

October 8, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .