• Latest
Rupiah Ditutup Tertekan 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.920

Rupiah Ditutup Tertekan 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.920

October 15, 2026
Pendapatan Turun, Rugi WSBP Bengkak Jadi Rp410 Miliar

Pendapatan Turun, Rugi WSBP Bengkak Jadi Rp410 Miliar

October 15, 2026
Punya 23 Juta Akun Kripto, RI Siap Tukar Data Pajak pada 2027

Punya 23 Juta Akun Kripto, RI Siap Tukar Data Pajak pada 2027

October 15, 2026
Bayan Gelar RUPSLB Usai Dicaplok Haji Isam, Mau Rombak Pengurus?

Bayan Gelar RUPSLB Usai Dicaplok Haji Isam, Mau Rombak Pengurus?

October 15, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 1,33% ke 5.863

IHSG Ditutup Anjlok 1,33% ke 5.863

October 15, 2026
IHSG Ditutup Melemah 1,33% ke 5.863

IHSG Ditutup Melemah 1,33% ke 5.863

October 15, 2026
Ternyata Ini Sosok Di Balik Transaksi Crossing Rp1,12 T di Saham BYAN

Ternyata Ini Sosok Di Balik Transaksi Crossing Rp1,12 T di Saham BYAN

October 15, 2026
Tok! Krakatau Steel (KRAS) Merger 2 Anak Usaha

Tok! Krakatau Steel (KRAS) Merger 2 Anak Usaha

October 15, 2026
Ternyata Ini Sosok Dibalik Transaksi Crossing Rp1,12 T di Saham BYAN

Ternyata Ini Sosok Dibalik Transaksi Crossing Rp1,12 T di Saham BYAN

October 15, 2026
Emiten Terafiliasi Prajogo (PTRO) Mau Rights Issue, Duitnya Buat Ini

Emiten Terafiliasi Prajogo (PTRO) Mau Rights Issue, Duitnya Buat Ini

October 15, 2026
Danantara & INA Rampungkan Investasi di Proyek CA-EDC Chandra Asri

Danantara & INA Rampungkan Investasi di Proyek CA-EDC Chandra Asri

October 15, 2026
BI Buka Suara Soal Efek Isu Global ke Pelemahan Rupiah

BI Buka Suara Soal Efek Isu Global ke Pelemahan Rupiah

October 15, 2026
Perusahaan Sawit Jaya Agra Wattie Kena Sanksi Karhutla, Ini Pemiliknya

Perusahaan Sawit Jaya Agra Wattie Kena Sanksi Karhutla, Ini Pemiliknya

October 15, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 15, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Ditutup Tertekan 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.920

2 hours ago
in Lifestyle
Rupiah Ditutup Tertekan 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.920
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut hingga akhir perdagangan Kamis (15/10/2026). Mata uang Garuda kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), melanjutkan pelemahan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.920/US$ atau melemah 0,14% dibandingkan penutupan Rabu (14/10/2026) di Rp17.895/US$.

Sepanjang perdagangan, rupiah sempat tertekan hingga Rp17.957/US$ setelah dibuka di posisi Rp17.900/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia pada pukul 15.00 WIB, terpantau melemah 0,43% ke posisi 102,110.



Pergerakan rupiah hari ini turut dibayangi perkembangan pasar obligasi AS dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Dolar AS melemah meskipun data inflasi AS yang dirilis Rabu kemarin menunjukkan kenaikan lebih tinggi dari perkiraan. Inflasi September tercatat sebesar 3,7% secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,6%.

Pelemahan dolar AS turut terjadi seiring penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield US Treasury tenor 10 tahun turun ke kisaran 5,09%, sementara tenor 30 tahun berada di sekitar 5,45%, di tengah meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Penurunan yield US Treasury berpotensi mengurangi daya tarik aset berdenominasi dolar AS dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Namun, rupiah tetap berakhir di zona merah meskipun dolar AS mengalami pelemahan.

Sementara itu, investor juga menantikan rilis indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) dan penjualan ritel AS periode September 2026 yang dijadwalkan pada Kamis malam ini.

Kedua data tersebut akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai tekanan inflasi dan kondisi konsumsi AS, sekaligus menjadi pertimbangan pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pendapatan Turun, Rugi WSBP Bengkak Jadi Rp410 Miliar

Pendapatan Turun, Rugi WSBP Bengkak Jadi Rp410 Miliar

October 15, 2026
Punya 23 Juta Akun Kripto, RI Siap Tukar Data Pajak pada 2027

Punya 23 Juta Akun Kripto, RI Siap Tukar Data Pajak pada 2027

October 15, 2026
Bayan Gelar RUPSLB Usai Dicaplok Haji Isam, Mau Rombak Pengurus?

Bayan Gelar RUPSLB Usai Dicaplok Haji Isam, Mau Rombak Pengurus?

October 15, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .