• Latest
IHSG Melesat 3% Lebih, Saham BUMN Kompak Jadi Penopang

IHSG Melesat 3% Lebih, Saham BUMN Kompak Jadi Penopang

October 20, 2026
IHSG Dibuka Melemah Lebih Dari 4% & Ambruk ke 4.900-an

IHSG Dibuka Melemah Lebih Dari 4% & Ambruk ke 4.900-an

October 20, 2026
Pengendali WIFI Lego Hampir Setengah Kepemilikan Sahamnya, Raup Rp4 T

Pengendali WIFI Lego Hampir Setengah Kepemilikan Sahamnya, Raup Rp4 T

October 20, 2026
IHSG Bangkit, Sufmi Dasco Pamer Pergerakan Saham BMRI Hingga BBRI

IHSG Bangkit, Sufmi Dasco Pamer Pergerakan Saham BMRI Hingga BBRI

October 20, 2026
IHSG Terpuruk, Paling Babak Belur di Dunia

IHSG Terpuruk, Paling Babak Belur di Dunia

October 20, 2026
Reformasi Berjalan, Fundamental Tumbuh & Fondasi Kuat

Reformasi Berjalan, Fundamental Tumbuh & Fondasi Kuat

October 20, 2026
Anjlok 43%, IHSG Resmi Jadi Bursa Saham Terburuk di Dunia

Anjlok 43%, IHSG Resmi Jadi Bursa Saham Terburuk di Dunia

October 20, 2026
Petinggi Chandra Asri (TPIA) Raymond Borong 1 Juta Saham, Rp 1,2 M

Petinggi Chandra Asri (TPIA) Raymond Borong 1 Juta Saham, Rp 1,2 M

October 20, 2026
Danantara Rampungkan Akuisisi Lahan di Makkah, Bidik Bisnis Haji-Umrah

Danantara Rampungkan Akuisisi Lahan di Makkah, Bidik Bisnis Haji-Umrah

October 20, 2026
Video: BEI Siap Tandai Status Afiliasi Pemegang Saham dengan Porsi 1%

Video: BEI Siap Tandai Status Afiliasi Pemegang Saham dengan Porsi 1%

October 20, 2026
BEI & MSCI Bahas soal Bursa Saham RI yang Terancam Turun Kasta

BEI & MSCI Bahas soal Bursa Saham RI yang Terancam Turun Kasta

October 20, 2026
IHSG Terkoreksi Dalam, Danantara Buka Peluang Borong Saham BUMN

IHSG Terkoreksi Dalam, Danantara Buka Peluang Borong Saham BUMN

October 20, 2026
Eks Mendag Lutfi Duga Ada Manuver Asing Tekan MSCI Downgrade Bursa RI

Eks Mendag Lutfi Duga Ada Manuver Asing Tekan MSCI Downgrade Bursa RI

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

IHSG Melesat 3% Lebih, Saham BUMN Kompak Jadi Penopang

2 hours ago
in People & Culture
IHSG Melesat 3% Lebih, Saham BUMN Kompak Jadi Penopang
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat lebih dari 3% pada perdagangan sesi pertama. Pada titik tertinggi IHSG lompat 3,15% atau naik 157 poin dari perdagangan kemarin ke level 5.157,47

Kenaikan ini terjadi setelah ramai-ramai emiten di bursa mengumumkan aksi buyback, serta keterangan dari SRO, regulator, pelaku pasar hingga pemerintah yang kompak mau berbenah menyelesaikan permasalahan pasar modal.

Saham-saham berkapitalisasi besar kompak menjadi motor penguatan IHSG pada perdagangan pagi ini. Kinerja positif saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berkontribusi atas penguatan 22,42 indeks poin, dengan harga saham naik ke level Rp2.690.

Posisi berikutnya ditempati Telkom Indonesia (TLKM) yang menyumbang 20,65 indeks poin ke level Rp1.990. Disusul Bank Mandiri (BMRI) dengan kontribusi 19,43 indeks poin ke Rp3.600, serta Bank Central Asia (BBCA) yang mengerek indeks sebesar 14,66 indeks poin ke Rp4.980.

Selain perbankan dan telekomunikasi, saham Astra International (ASII) turut menopang indeks dengan sumbangan 10,70 indeks poin ke level Rp4.390. Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 6,00 indeks poin ke Rp3.140, sementara Barito Renewables Energy (BREN), salah satu emiten yang mengumumkan rencana buyback Rp1 triliun, berkontribusi 3,94 indeks poin ke level Rp1.935.

Dominasi saham bank BUMN dan TLKM dalam jajaran penggerak indeks sejalan dengan pernyataan Danantara yang siap menambah kepemilikan di saham-saham BUMN berfundamental kuat.

Penguatan signifikan IHSG pagi ini tidak lepas dari serangkaian langkah penyelamatan yang dikerahkan otoritas bursa, regulator, pemerintah, hingga emiten secara bersamaan. Kompaknya respons berbagai pihak dalam waktu singkat menjadi sinyal bagi pelaku pasar bahwa tekanan akibat pengumuman MSCI tidak dibiarkan berlarut-larut.

Sentimen pertama datang dari gelombang aksi pembelian kembali saham (buyback) oleh emiten-emiten konglomerat. Setidaknya lima emiten milik Prajogo Pangestu dan Franky Oesman Widjaja menyiapkan dana buyback dengan nilai gabungan sekitar Rp4,5 triliun. Dari kubu Prajogo, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masing-masing menganggarkan hingga Rp1 triliun, sedangkan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyiapkan Rp500 miliar. Dari Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turut mengalokasikan Rp1 triliun. Aksi ini dinilai mampu menjadi bantalan permintaan di tengah derasnya aksi jual, sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen bahwa harga saham sudah berada di bawah nilai fundamentalnya.

Sentimen kedua berasal dari langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat aturan untuk menjawab kekhawatiran MSCI. BEI mengumumkan dua inisiatif baru, yakni menambahkan informasi hubungan afiliasi dalam publikasi pemegang saham di atas 1%, serta mengeluarkan saham-saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Bobot saham HSC terhadap IHSG saat ini mencapai 18%. Dengan dikeluarkannya saham-saham tersebut, pergerakan IHSG diharapkan lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya. Langkah ini juga menyasar langsung isu transparansi kepemilikan saham yang selama ini menjadi sorotan MSCI.

Sentimen ketiga datang dari Danantara. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menegaskan pihaknya siap menambah kepemilikan di saham-saham BUMN yang memiliki fundamental kuat. Pernyataan ini memberi keyakinan bahwa ada pembeli besar yang siap masuk ketika harga saham BUMN, terutama perbankan pelat merah, terdiskon dalam akibat aksi jual beberapa hari terakhir. Tak heran, saham bank BUMN seperti BMRI, BBRI, BBNI, dan BBTN melesat lebih dari 5% pagi ini.

Sentimen keempat datang dari Istana dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas yang turut dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo meminta OJK bertindak tegas terhadap pelanggar di pasar modal, khususnya praktik coordinated trading. OJK menyatakan akan melanjutkan reformasi pasar modal untuk meningkatkan transparansi, likuiditas, dan penegakan aturan, dengan harapan menimbulkan efek jera. Komitmen penegakan hukum ini penting karena MSCI menilai perbaikan yang dilakukan otoritas Indonesia masih perlu dibuktikan dengan implementasi yang konsisten.

Selain itu, kenaikan IHSG juga ditopang faktor teknikal. Setelah anjlok 946 poin atau 15,93% dalam tiga hari perdagangan terakhir, valuasi sejumlah saham berkapitalisasi besar dinilai sudah terlalu murah sehingga memicu aksi beli kembali (bargain hunting) dari investor.

Meski demikian, pelaku pasar masih perlu mencermati keberlanjutan penguatan ini. Proses konsultasi reklasifikasi MSCI masih berlangsung hingga April 2027, dengan keputusan akhir paling lambat diumumkan pada 30 Juni 2027. Artinya, konsistensi pelaksanaan reformasi dan bukti penegakan aturan akan menjadi penentu utama apakah IHSG benar-benar mampu lolos dari badai MSCI.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Dibuka Melemah Lebih Dari 4% & Ambruk ke 4.900-an

IHSG Dibuka Melemah Lebih Dari 4% & Ambruk ke 4.900-an

October 20, 2026
Pengendali WIFI Lego Hampir Setengah Kepemilikan Sahamnya, Raup Rp4 T

Pengendali WIFI Lego Hampir Setengah Kepemilikan Sahamnya, Raup Rp4 T

October 20, 2026
IHSG Bangkit, Sufmi Dasco Pamer Pergerakan Saham BMRI Hingga BBRI

IHSG Bangkit, Sufmi Dasco Pamer Pergerakan Saham BMRI Hingga BBRI

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .