
Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menyamaikan dua inisiatif baru yang akan segera diumumkan kepada publik dalam waktu dekat. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, langkah ini diambil sebagai respons atas apa yang disampaikan MSCI pada akhir pekan lalu yang mengguncang pasar saham Indonesia.
Jefferey menyebut, inisiatif pertama, BEI akan mengeluarkan seluruh saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meskipun demikian, saham-saham tersebut tetap dapat diperdagangkan seperti biasa, tetapi tidak lagi diperhitungkan dalam pergerakan indeks.
“Jadi, saham-saham tersebut tetap dapat diperdagangkan, namun tidak diperhitungkan dalam perhitungan IHSG,” ujarnya saat ditemui digedung BEI Jakartag, Selasa (20/10/2026).
Inisiatif kedua berkaitan dengan transparansi kepemilikan. Dalam publikasi pemegang saham di atas 1 persen, BEI akan menambahkan informasi apakah pemegang saham tersebut terafiliasi atau tidak.
Sebab, hingga kini belum dijelaskan daftar saham yang akan dikeluarkan, kriteria saham berkonsentrasi tinggi, maupun tanggal mulai berlakunya kebijakan tersebut.
“Kami tentu menghargai apa yang disampaikan oleh MSCI, dan itu tentu akan membuat kami menjadi lebih fokus untuk meneruskan reformasi ini,” tutupnya.
(rob/rob)



















