
Jakarta, CNBC Indonesia- Para pelaku pasar keuangan global terus memantau arah Kebijakan suku bunga Bank Sentral AS, The Fed melalui The Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27-28 Oktober 2026.
FX Analyst CNBC Indonesia Research, Elvan Chandra Widyatama menyebutkan keputusan FOMC akan memengaruhi secara keseluruhan arah pergerakan pasar keuangan dunia termasuk Indonesia dan arah IHSG maupun Rupiah. Saat ini pasar memproyeksi The Fed akan menahan level suku bunga Fed Funds Rate (FFR) di 3,75% – 4% setelah di dinaikkan 25 bps di September 2026 namun ada pelung dinaikkan di Desember 2026.
Saat suku bunga The Fed naik maka pasar emerging termasuk Indonesia harus mewaspadai keluarnya arus dana asing yang akan terus berlanjut sehingga dapat berdampak pada pergerakan IHSG dan Rupiah. Dari dalam negeri sentiment terhadap pengelolaan APBN seperti defisit APBN juga terus menjadi perhatian pasar terhadap fundamental ekonomi RI yang juga bisa berdampak ke aliran dana investor asing.
Di sisi lain investor asing masih melakukan net sell dari pasar RI imbas penilaian MSCI membuat tekanan di IHSG & Rupiah berlanjut, meski aksi beli investor dalam negeri sedikit menekan pelemahan pasar RI.
Seperti apa dampak kebijakan The Fed terhadap IHSG – Rupiah? seperti apa efek MSCI ke emiten perbankan dan sektor apa saja yang masih berpeluang untuk dilirik? Selengkapnya simak ulasan Aulia Wardhani dengan FX Analyst CNBC Indonesia Research, Elvan Chandra Widyatama dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 26/10/2026)
















