• Latest
Rupiah Akhiri Perdagangan di Zona Merah, Dolar AS Parkir di Rp18.145

Rupiah Akhiri Perdagangan di Zona Merah, Dolar AS Parkir di Rp18.145

October 27, 2026
Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

October 27, 2026
Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

October 27, 2026
IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

October 27, 2026
Soal Dana Asing Masih Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

Soal Dana Asing Masih Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

October 27, 2026
Soal Dana Asing Terus Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

Soal Dana Asing Terus Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

October 27, 2026
Kita Harus Punya Posisi yang Jelas!

Kita Harus Punya Posisi yang Jelas!

October 27, 2026
Breaking! IHSG Turun 3%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 3%, Ini Penyebabnya

October 27, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 27, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 27, 2026
BI Perkirakan Nilai Transaksi Mata Uang Lokal Capai USD 55 M di 2026

BI Perkirakan Nilai Transaksi Mata Uang Lokal Capai USD 55 M di 2026

October 27, 2026
Direktur Utama PNM Periode 2018-2026 Arief Mulyadi Meninggal Dunia

Direktur Utama PNM Periode 2018-2026 Arief Mulyadi Meninggal Dunia

October 27, 2026
BSI Rogoh Kocek Rp500 Miliar Untuk Buyback Saham

BSI Rogoh Kocek Rp500 Miliar Untuk Buyback Saham

October 27, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 27, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Rupiah Akhiri Perdagangan di Zona Merah, Dolar AS Parkir di Rp18.145

1 hour ago
in Economy
Rupiah Akhiri Perdagangan di Zona Merah, Dolar AS Parkir di Rp18.145
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Tekanan terhadap rupiah belum juga mereda pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Mata uang Garuda kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), melanjutkan penurunan sehari sebelumnya.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,19% ke posisi Rp18.145/US$, dibandingkan penutupan Senin (26/10/2026) di Rp18.110/US$.

Posisi tersebut semakin mendekati rekor penutupan terlemah rupiah sepanjang masa di Rp18.170/US$ pada 8 Juni 2026. Kini, rupiah hanya berjarak 25 poin dari level tersebut.

Sejak pembukaan perdagangan, rupiah sudah berada di zona merah dengan melemah 0,06% ke Rp18.120/US$. Sepanjang hari, rupiah bergerak dalam rentang Rp18.120-Rp18.155/US$, sebelum mengakhiri perdagangan 10 poin lebih kuat dari posisi terlemah hariannya.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,16% ke posisi 102,122.


Penguatan indeks dolar AS kembali mempersempit ruang gerak rupiah. Dolar mendapat dukungan dari pelemahan euro, sementara pelaku pasar menantikan keputusan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) pekan ini.

The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan dua hari yang berakhir Rabu waktu AS atau Kamis dini hari WIB. Namun, pasar masih memperhitungkan kemungkinan pengetatan lanjutan sebelum tahun berakhir.

Berdasarkan CME FedWatch pada Senin, peluang setidaknya satu kali kenaikan suku bunga hingga Desember berada di sekitar 73%. Ekspektasi tersebut membantu menjaga daya tarik aset berdenominasi dolar AS.

Selain keputusan The Fed, investor menantikan data pesanan barang tahan lama dan kepercayaan konsumen AS pada Selasa. Setelahnya, data pertumbuhan ekonomi kuartal III serta inflasi pengeluaran konsumsi pribadi atau PCE September dijadwalkan dirilis pada Kamis.

Rangkaian data tersebut akan menjadi petunjuk mengenai kekuatan ekonomi dan tekanan inflasi AS, sekaligus membantu pasar memperkirakan arah suku bunga berikutnya.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga berkaitan dengan kebutuhan pendanaan eksternal Indonesia. Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan bahwa defisit transaksi berjalan membuat rupiah lebih rentan ketika pasar global bergejolak.

Pada kuartal II-2026, defisit transaksi berjalan mencapai US$12,49 miliar atau 3,34% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut meningkat dari US$3,58 miliar atau 0,97% PDB pada kuartal sebelumnya.

“Nah sekarang ini memang kita menghadapi defisit. Defisit bahkan di kuartal kedua kemarin untuk transaksi berjalan kita, current account defisit kita mencapai di atas 3%,” kata Destry dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Defisit transaksi berjalan menunjukkan penerimaan dari perdagangan barang, jasa, dan pendapatan lintas negara belum mencukupi pembayaran ke luar negeri. Selisih tersebut membutuhkan pendanaan, antara lain melalui investasi asing.

Ketika aliran dana asing melemah atau justru keluar saat gejolak global meningkat, pemenuhan kebutuhan valuta asing menjadi lebih menantang. Kondisi tersebut dapat menambah tekanan terhadap rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

October 27, 2026
Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

October 27, 2026
IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

October 27, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .