• Latest
Bursa Asia Dibuka Variatif, Investor Khawatirkan Prospek AI

Bursa Asia Dibuka Variatif, Investor Khawatirkan Prospek AI

October 30, 2026
Bos BI Soal Rupiah Berisiko Rp20.000/US$: Kami Jaga Stabilitas!

Bos BI Soal Rupiah Berisiko Rp20.000/US$: Kami Jaga Stabilitas!

October 30, 2026
Bank Sentral Eropa Tahan Suku Bunga Acuan 2,5%

Bank Sentral Eropa Tahan Suku Bunga Acuan 2,5%

October 30, 2026
Telat Lapor Keuangan, 62 Saham Kena Suspensi Bursa, Ini Daftarnya

Telat Lapor Keuangan, 62 Saham Kena Suspensi Bursa, Ini Daftarnya

October 30, 2026
Geger Dugaan Peretasan Binance, Bitcoin dan Kripto Kompak Rontok

Geger Dugaan Peretasan Binance, Bitcoin dan Kripto Kompak Rontok

October 30, 2026
Harga Cabai Semahal Daging, Bos BI Ungkap Penyebabnya

Harga Cabai Semahal Daging, Bos BI Ungkap Penyebabnya

October 30, 2026
Kami Bukan di Menara Gading

Kami Bukan di Menara Gading

October 30, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 30, 2026
Ancaman MSCI, Risiko Terburuk dan Kenapa Pasar Saham RI Tetap Menarik

Ancaman MSCI, Risiko Terburuk dan Kenapa Pasar Saham RI Tetap Menarik

October 30, 2026
Kuartal III-2026, Laba Bank Raya Rp21 Miliar, Kredit Digital Naik 20%

Kuartal III-2026, Laba Bank Raya Rp21 Miliar, Kredit Digital Naik 20%

October 30, 2026
IDX Commodity 20 Jadi Indeks Baru di BEI, Ini Daftar Sahamnya

IDX Commodity 20 Jadi Indeks Baru di BEI, Ini Daftar Sahamnya

October 30, 2026
BEI Awasi Ketat 5 Saham, Ada Emiten Happy Hapsoro dan Grup Sinar Mas

BEI Awasi Ketat 5 Saham, Ada Emiten Happy Hapsoro dan Grup Sinar Mas

October 30, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 30, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 30, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Bursa Asia Dibuka Variatif, Investor Khawatirkan Prospek AI

3 hours ago
in Lifestyle
Bursa Asia Dibuka Variatif, Investor Khawatirkan Prospek AI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Jumat (30/10/2026), dengan tekanan cukup besar datang dari bursa Korea Selatan. Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) setelah sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) merilis kinerja keuangan dan proyeksi bisnis yang mengecewakan.

Melansir CNBC, di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,68%, sedangkan indeks Topix menguat 0,26%. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 3,11% saat pembukaan perdagangan, diikuti indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq yang turun 2,35%.

Beralih ke Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 justru menguat 0,65%. Pergerakan bursa Asia tersebut terjadi setelah sejumlah saham teknologi AS mengalami tekanan dalam perdagangan setelah jam bursa (extended trading).

Saham Amazon anjlok 6% dalam perdagangan setelah jam bursa setelah perusahaan melaporkan kinerja kuartal III-2026 yang berada di bawah ekspektasi Wall Street, baik dari sisi laba maupun pendapatan. Perusahaan juga mencatatkan arus kas bebas negatif sebesar US$42,4 miliar dan mempertahankan proyeksi belanja modal atau capital expenditure (capex) 2026 sebesar US$220 miliar.

Saham Intel juga merosot 21% setelah perusahaan memberikan proyeksi kinerja kuartal berjalan yang lemah, dengan menyoroti perlambatan pasar komputer pribadi (personal computer/PC). Pendapatan dari segmen Client Computing and Physical Artificial Intelligence turun 5% secara tahunan menjadi US$8,1 miliar.

Sementara itu, saham Sandisk terkoreksi 3% dalam perdagangan setelah jam bursa meskipun hasil kinerja fiskal kuartal I perusahaan tersebut melampaui ekspektasi. Perusahaan penyimpanan data itu juga mengumumkan rencana pemecahan saham atau stock split dengan rasio delapan banding satu.

Tekanan saham teknologi tersebut terjadi ketika investor semakin mencermati prospek investasi di sektor AI. Dalam perdagangan reguler Kamis (29/10/2026), saham Alphabet anjlok 12% setelah perusahaan induk Google tersebut membukukan laba dan pendapatan kuartal III yang berada di bawah ekspektasi serta mencatatkan arus kas bebas negatif sebesar US$9,07 miliar.

Pelemahan saham Alphabet turut menyeret indeks Nasdaq Composite turun 1,4% pada perdagangan reguler. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,3%.

Jumat (30/10/2026) menjadi hari perdagangan terakhir pada Oktober, dengan sektor AI menjadi salah satu perhatian utama investor sepanjang bulan ini. Pelaku pasar mencermati besarnya pengeluaran perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur AI, terutama setelah perusahaan hyperscaler seperti Alphabet dan Microsoft tidak menaikkan proyeksi belanja modal mereka.

Di sisi lain, perusahaan neocloud atau penyedia layanan komputasi awan yang membangun infrastruktur untuk pusat data AI juga menghadapi sorotan investor terkait tingkat utang mereka. CoreWeave menjadi salah satu perusahaan yang paling disorot setelah imbal hasil obligasinya melonjak, sementara sahamnya telah anjlok 30% sepanjang Oktober.

Nebius juga berada di jalur penurunan sebesar 27% sepanjang bulan ini. Tekanan turut terlihat pada sejumlah instrumen investasi yang memiliki eksposur terhadap sektor AI, termasuk Roundhill Memory ETF (DRAM) yang turun 14% dan iShares A.I. Innovation and Tech Active ETF (BAI) yang melemah 10% sepanjang Oktober.

Menjelang penutupan bulan, Nasdaq Composite berada di jalur pelemahan 2,5% sepanjang Oktober. Sebaliknya, indeks S&P 500 diproyeksikan mencatatkan kenaikan 0,9%, sedangkan Dow Jones Industrial Average berada di jalur penguatan 2,8%.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos BI Soal Rupiah Berisiko Rp20.000/US$: Kami Jaga Stabilitas!

Bos BI Soal Rupiah Berisiko Rp20.000/US$: Kami Jaga Stabilitas!

October 30, 2026
Bank Sentral Eropa Tahan Suku Bunga Acuan 2,5%

Bank Sentral Eropa Tahan Suku Bunga Acuan 2,5%

October 30, 2026
Telat Lapor Keuangan, 62 Saham Kena Suspensi Bursa, Ini Daftarnya

Telat Lapor Keuangan, 62 Saham Kena Suspensi Bursa, Ini Daftarnya

October 30, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .