• Latest
Breaking! IHSG Turun 1% Lebih, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1% Lebih, Ini Penyebabnya

November 2, 2026
Laba Emiten Hapsoro (RAJA) Naik 81,7% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

Laba Emiten Hapsoro (RAJA) Naik 81,7% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

November 2, 2026
Saham HSC Resmi Keluar dari IHSG Hari Ini, Begini Penjelasan Bos BEI

Saham HSC Resmi Keluar dari IHSG Hari Ini, Begini Penjelasan Bos BEI

November 2, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Menguat 0,95% ke 5.105

Akhiri Sesi I, IHSG Menguat 0,95% ke 5.105

November 2, 2026
Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 311,58%, Penyebabnya Terungkap

Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 311,58%, Penyebabnya Terungkap

November 2, 2026
Semen Baturaja (SMBR) Caplok Anak Usaha, Begini Alasannya

Semen Baturaja (SMBR) Caplok Anak Usaha, Begini Alasannya

November 2, 2026
Free Float Saham Sisa 9,33%, Bos BSI (BRIS) Buka Suara

Free Float Saham Sisa 9,33%, Bos BSI (BRIS) Buka Suara

November 2, 2026
Breaking! IHSG Balik Arah Naik 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Balik Arah Naik 1%, Ini Penyebabnya

November 2, 2026
Ini 10 Saham Paling Boncos sepanjang 2026, Ada DSSA dan BREN

Ini 10 Saham Paling Boncos sepanjang 2026, Ada DSSA dan BREN

November 2, 2026
Ada BREN, DSSA hingga BYAN, Ini Daftar Saham Terdepak Perhitungan IHSG

Ada BREN, DSSA hingga BYAN, Ini Daftar Saham Terdepak Perhitungan IHSG

November 2, 2026
Rugi Kimia Farma (KAEF) Susut 94,49%, Ini Penyebabnya

Rugi Kimia Farma (KAEF) Susut 94,49%, Ini Penyebabnya

November 2, 2026
Usai Dicaplok Haji Isam, Bayan (BYAN) Rombak Direksi-Komisaris

Usai Dicaplok Haji Isam, Bayan (BYAN) Rombak Direksi-Komisaris

November 2, 2026
Buka 202 Toko Baru di 2026, MDIY Bawa Dampak Nyata ke Mitra Lokal

Buka 202 Toko Baru di 2026, MDIY Bawa Dampak Nyata ke Mitra Lokal

November 2, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, November 2, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Breaking! IHSG Turun 1% Lebih, Ini Penyebabnya

3 hours ago
in Lifestyle
Breaking! IHSG Turun 1% Lebih, Ini Penyebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan dengan tekanan. Pada pembukaan sesi pertama pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 5.039,54, melemah dari penutupan perdagangan sebelumnya di 5.057,05. Tekanan jual langsung terasa sejak menit-menit pertama, dan indeks tidak mampu bertahan di dekat level pembukaannya.

Pukul 09.03 WIB, IHSG menyentuh titik terendah di 4.981,52. Pada titik ini, indeks terkoreksi 74,04 poin atau 1,46% ke level 4.983,01, sekaligus menjadi posisi terdalam sejak bursa dibuka. 

Menjelang pukul 09.05 WIB, IHSG berhasil memangkas pelemahannya. Indeks bergerak naik ke kisaran 5.015,79, atau masih turun 41,26 poin (-0,82%)

Dari sisi aktivitas perdagangan, hingga pukul 09.05 WIB tercatat volume transaksi sebanyak 30,19 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp941,99 miliar. 

Pasar keuangan Indonesia dan global menghadapi pekan krusial pada awal November 2026. Sejumlah agenda ekonomi dan politik berpotensi menggerakkan rupiah, IHSG, imbal hasil obligasi, hingga arus modal asing.

Dari dalam negeri, investor menanti data inflasi, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026, neraca perdagangan, serta cadangan devisa. Sementara dari AS, pemilu sela, data tenaga kerja, dan aktivitas manufaktur menjadi sorotan utama.

Berikut 10 sentimen dan kabar genting yang wajib dicermati pekan depan.

1. Aturan Baru BEI: Saham HSC Keluar dari IHSG

BEI akan mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai Senin (2/11/2026).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan kebijakan ini tidak serta-merta memicu penurunan atau lonjakan drastis indeks. Bobot saham yang dikeluarkan akan didistribusikan kepada konstituen IHSG lainnya.

2. PMI Manufaktur RI

Pada hari ini, Senin (2/11/2026), S&P Global akan merilis data PMI Manufaktur Indonesia untuk Oktober 2026.

Sebagai catatan, aktivitas manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi pada September 2026 setelah mengalami kontraksi di Agustus.

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) menunjukkan PMI Indonesia berada di 52,48 di September 2026 atau mengalami ekspansi,

3. Inflasi Oktober 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis inflasi Oktober 2026 pada hari ini Senin (2/11/2026). Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 institusi/lembaga memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik atau mengalami inflasi sebesar 0,24% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Oktober 2026.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi diperkirakan mencapai 3,25%.

4. Data Manufaktur China

China akan merilis data Indeks PMI manufaktur RatingDog untuk Oktober 2026.

Sebagai catatan, aktivitas manufaktur versi RatingDog menunjukkan indeks naik menjadi 52,1 di September 2026 dari 51,5 pada Agustus, melampaui ekspektasi pasar sebesar 51,6. Capaian ini menandai ekspansi terkuat sejak April.

5. Pemilu Sela AS: Ujian Berat bagi Trump

Pemilu sela AS akan digelar pada Selasa (3/11/2026) waktu setempat. Pemilu akan menentukan penguasaan Kongres dan memengaruhi kemampuan Presiden Donald Trump menjalankan agenda pemerintahannya.

Seluruh 435 kursi DPR AS dan 35 dari 100 kursi Senat akan diperebutkan. Secara historis, partai yang menguasai Gedung Putih cenderung kehilangan kursi DPR dalam pemilu sela.

Survei Reuters/Ipsos yang rampung pada 26 Oktober menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Trump sebesar 32%. Demokrat juga unggul dalam preferensi pemilih terdaftar, dengan dukungan 47% dibandingkan 36% untuk Republik.

Hasil pemilu berpotensi memengaruhi arah kebijakan fiskal dan politik AS, sekaligus menjadi perhatian investor global.

6. Data Tenaga Kerja AS

AS akan mengumumkan sejumlah data tenaga kerja pada pekan ini.

Pada Selasa (3/11/2026), data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) untuk September 2026 akan dirilis. Data ini akan menjadi indikator permintaan tenaga kerja melalui jumlah lowongan yang tersedia.

Selanjutnya, laporan ADP untuk September 2026 akan dirilis pada Rabu (4/11/2026).
Data ini akan memberikan gambaran perubahan tenaga kerja sektor swasta, meski tidak dapat dijadikan prediksi langsung laporan tenaga kerja resmi pemerintah atau Nonfarm Payrolls (NFP) karena perbedaan metodologi.

Puncak perhatian tertuju pada Jumat (6/11/2026), saat data NFP dan angka pengangguran Oktober 2026 akan dirilis.

7. Data Manufaktur dan Jasa AS

AS akan mengumumkan data ISM Manufacturing Services Oktober 2026 pada hari ini, Senin (2/12/2026) dan data PMI Manufaktur Oktober 2026 pada Rabu (4/11/2026).

Sebagai catatan, PMI Jasa AS turun menjadi 54,9 di September 2026 dari 55,4 di Agustus, tetapi tetap berada di zona ekspansi selama 27 bulan berturut-turut. Aktivitas bisnis dan pesanan baru melambat, sedangkan tenaga kerja kembali tumbuh tipis.

Sementara itu, PMI Manufaktur AS turun tipis menjadi 54,5 pada September 2026 dari 54,6 pada Agustus, tetapi masih menunjukkan ekspansi yang kuat. Pesanan baru dan tenaga kerja meningkat, sementara produksi melambat

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Laba Emiten Hapsoro (RAJA) Naik 81,7% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

Laba Emiten Hapsoro (RAJA) Naik 81,7% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

November 2, 2026
Saham HSC Resmi Keluar dari IHSG Hari Ini, Begini Penjelasan Bos BEI

Saham HSC Resmi Keluar dari IHSG Hari Ini, Begini Penjelasan Bos BEI

November 2, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Menguat 0,95% ke 5.105

Akhiri Sesi I, IHSG Menguat 0,95% ke 5.105

November 2, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .