• Latest
Besok Penentuan! ULTJ Minta Restu Caplok Frisian Flag Rp14,57 T

Besok Penentuan! ULTJ Minta Restu Caplok Frisian Flag Rp14,57 T

November 5, 2026
IHSG Ditutup Menguat 2,25% ke Level 5.030,26

IHSG Ditutup Menguat 2,25% ke Level 5.030,26

November 5, 2026
Ekonomi Global Suram, Ini Ramalan Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

Ekonomi Global Suram, Ini Ramalan Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

November 5, 2026
Pasar Saham RI Lagi ‘Detox’, OJK Ungkap Target di Balik Koreksi IHSG

Pasar Saham RI Lagi ‘Detox’, OJK Ungkap Target di Balik Koreksi IHSG

November 5, 2026
Video: PDB RI Tumbuh 5,47% , Saham Sektor Mana Yang Diuntungkan?

Video: PDB RI Tumbuh 5,47% , Saham Sektor Mana Yang Diuntungkan?

November 5, 2026
OJK Minta MNC Bank (BABP) Segera Bereskan Masalah Nasabah

OJK Minta MNC Bank (BABP) Segera Bereskan Masalah Nasabah

November 5, 2026
Rupiah Ditutup Menguat 0,44%, Dolar AS Turun ke Rp18.075

Rupiah Ditutup Menguat 0,44%, Dolar AS Turun ke Rp18.075

November 5, 2026
Transaksi Naik 31,96%, Tembus Rp30,56 T

Transaksi Naik 31,96%, Tembus Rp30,56 T

November 5, 2026
Utang Pinjol Capai Rp106,48 T, Kredit Macet Tembus 5%

Utang Pinjol Capai Rp106,48 T, Kredit Macet Tembus 5%

November 5, 2026
OJK Selidiki 15 Pialang Asuransi Ilegal, 4 Entitas Tahap Penyidikan

OJK Selidiki 15 Pialang Asuransi Ilegal, 4 Entitas Tahap Penyidikan

November 5, 2026
Kredit Bank Tembus 13%, Ini Sektor Paling Ngebut

Kredit Bank Tembus 13%, Ini Sektor Paling Ngebut

November 5, 2026
Perkuat Pengawasan, Pelanggar Pasar Modal Kena Sikat OJK, Ini Datanya

Perkuat Pengawasan, Pelanggar Pasar Modal Kena Sikat OJK, Ini Datanya

November 5, 2026
OJK Soroti Inflasi Global, Suku Bunga Tinggi Masih Menghantui

OJK Soroti Inflasi Global, Suku Bunga Tinggi Masih Menghantui

November 5, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, November 5, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Besok Penentuan! ULTJ Minta Restu Caplok Frisian Flag Rp14,57 T

3 hours ago
in Economy
Besok Penentuan! ULTJ Minta Restu Caplok Frisian Flag Rp14,57 T
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Jumat (6/11/2026).

Rapat tersebut akan membahas beberapa agenda, termasuk rencana akuisisi 100% kepemilikan saham PT Frisian Flag Indonesia milik Friesland Campina International Holding B.V., Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd., dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa.

Aksi tersebut merupakan bagian dari rencana penyetoran modal dalam bentuk lain selain uang (inbreng) dalam rangka pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) IV.

Awalnya, RUPSLB perseroan direncanakan pada 27 Oktober 2026, tetapi diundur karena terdapat permintaan dari OJK mengenai tambahan informasi dan klarifikasi yang perlu dipenuhi terlebih dahulu oleh perseroan.

Selain persetujuan mengenai rencana akuisisi Frisian Flag Indonesia, RUPSLB Ultrajaya juga membahas rencana peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor melalui PMHMETD IV.

“Termasuk persetujuan persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka PMHMETD IV serta pemberian kuasa dan wewenang kepada direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk melaksanakan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan PMHMETD IV,” demikian dikutip dari keterbukaan pada Kamis (5/11/2026).

Dalam RUSPLB, perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk merombak susunan direksi dan dewan komisaris, serta penggunaan sebagian dari saldo laba ditahan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final.

Agenda terakhir rapat tersebut adalah pembahasan perubahan dan pernyataan kembali anggaran dasar perseroan. “Perseroan berencana untuk melakukan perubahan dan menyatakan kembali seluruh ketentuan anggaran dasar Perseroan sesuai dengan kebutuhan dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) di Perseroan,” jelas manajemen.

Rights Issue ULTJ

Sebelumnya, ULTJ telah menyampaikan rencana akuisisi 100% saham Frisian Flag Indonesia senilai Rp14,57 triliun. Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui skema penyetoran modal dalam bentuk selain uang atau inbreng, yang dibarengi dengan penerbitan saham baru ULTJ.

Dalam aksi tersebut, ULTJ berencana menerbitkan maksimal 7,88 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan HMETD sebesar Rp2.150 per saham.

Dari jumlah tersebut, ULTJ akan menerbitkan sekitar 6,78 miliar saham baru yang diperlukan untuk pelaksanaan inbreng kepada para pemegang saham FFI. Saham tersebut menjadi bagian dari pembayaran atas pengambilalihan 24.440 saham FFI atau setara dengan 100% kepemilikan perusahaan produsen susu tersebut.

Saat ini, FFI dimiliki oleh FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH) sebesar 78,09%, Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. (BWG) sebesar 16,91%, dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI) sebesar 5%.

Melalui transaksi ini, FCIH akan menjadi pengendali baru ULTJ setelah penyelesaian rencana inbreng. Sebagai konsekuensinya, FCIH juga akan diwajibkan melakukan penawaran tender wajib atau mandatory tender offer (MTO) atas saham ULTJ yang dimiliki pemegang saham publik sesuai ketentuan pasar modal.

Berdasarkan skenario apabila hanya FCIH, BWG, dan BWI yang melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya, FCIH akan memiliki sekitar 30,81% saham ULTJ setelah PMHMETD IV. BWG akan menguasai 6,67%, sedangkan BWI sebesar 1,97%.

Di sisi lain, kepemilikan Sabana Prawirawidjaja sebagai pemegang saham pengendali ULTJ akan terdilusi dari sebelumnya 53,17% menjadi 32,19% dalam skenario tersebut.

Sementara itu, apabila seluruh pemegang saham ULTJ, termasuk pemegang saham publik, melaksanakan HMETD yang menjadi haknya, kepemilikan FCIH tercatat sekitar 28,95%, BWG 6,27%, dan BWI 1,85%.

Bagi pemegang saham ULTJ yang tidak melaksanakan HMETD, keterbukaan informasi perseroan menyebutkan potensi dilusi maksimum mencapai 43,11%. Namun, tidak dilaksanakannya HMETD oleh pemegang saham publik tidak akan menghambat pengambilalihan FFI karena transaksi dilakukan melalui inbreng saham FFI oleh FCIH, BWG, dan BWI.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Ditutup Menguat 2,25% ke Level 5.030,26

IHSG Ditutup Menguat 2,25% ke Level 5.030,26

November 5, 2026
Ekonomi Global Suram, Ini Ramalan Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

Ekonomi Global Suram, Ini Ramalan Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

November 5, 2026
Pasar Saham RI Lagi ‘Detox’, OJK Ungkap Target di Balik Koreksi IHSG

Pasar Saham RI Lagi ‘Detox’, OJK Ungkap Target di Balik Koreksi IHSG

November 5, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .