• Latest
IHSG Ditutup Menguat 2,25% ke Level 5.030,26

IHSG Ditutup Menguat 2,25% ke Level 5.030,26

November 5, 2026
Berebut Dana Nasabah, Margin Bank Makin Ciut

Berebut Dana Nasabah, Margin Bank Makin Ciut

November 5, 2026
Jawab Tren Gaya Hidup Lewat Inovasi Pangan Krimer Kaya Serat

Jawab Tren Gaya Hidup Lewat Inovasi Pangan Krimer Kaya Serat

November 5, 2026
Danantara Bakal Investasi Jumbo, Garap Alutsista hingga Mobil Nasional

Danantara Bakal Investasi Jumbo, Garap Alutsista hingga Mobil Nasional

November 5, 2026
Ada Insiden Siber Binance, OJK Buka Suara soal Keamanan Aset Kripto

Ada Insiden Siber Binance, OJK Buka Suara soal Keamanan Aset Kripto

November 5, 2026
Ekonomi Global Suram, Ini Ramalan Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

Ekonomi Global Suram, Ini Ramalan Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

November 5, 2026
Pasar Saham RI Lagi ‘Detox’, OJK Ungkap Target di Balik Koreksi IHSG

Pasar Saham RI Lagi ‘Detox’, OJK Ungkap Target di Balik Koreksi IHSG

November 5, 2026
Video: PDB RI Tumbuh 5,47% , Saham Sektor Mana Yang Diuntungkan?

Video: PDB RI Tumbuh 5,47% , Saham Sektor Mana Yang Diuntungkan?

November 5, 2026
OJK Minta MNC Bank (BABP) Segera Bereskan Masalah Nasabah

OJK Minta MNC Bank (BABP) Segera Bereskan Masalah Nasabah

November 5, 2026
Rupiah Ditutup Menguat 0,44%, Dolar AS Turun ke Rp18.075

Rupiah Ditutup Menguat 0,44%, Dolar AS Turun ke Rp18.075

November 5, 2026
Transaksi Naik 31,96%, Tembus Rp30,56 T

Transaksi Naik 31,96%, Tembus Rp30,56 T

November 5, 2026
Utang Pinjol Capai Rp106,48 T, Kredit Macet Tembus 5%

Utang Pinjol Capai Rp106,48 T, Kredit Macet Tembus 5%

November 5, 2026
OJK Selidiki 15 Pialang Asuransi Ilegal, 4 Entitas Tahap Penyidikan

OJK Selidiki 15 Pialang Asuransi Ilegal, 4 Entitas Tahap Penyidikan

November 5, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, November 5, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Ditutup Menguat 2,25% ke Level 5.030,26

2 hours ago
in Lifestyle
IHSG Ditutup Menguat 2,25% ke Level 5.030,26
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (5/11/2026). IHSG naik 110,49 poin atau 2,25% ke level 5.030,26.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka pada level 4.998,34, atau naik sekitar 78,57 poin dari penutupan sebelumnya. Titik terendah hari ini ada di 4.995,46, tetapi tetap berada di atas posisi penutupan Rabu. Artinya, indeks tidak pernah masuk zona merah sepanjang sesi.

Indeks kemudian terus bergerak naik dan mencapai level tertinggi harian di 5.072,05, atau menguat sekitar 3,1% dari penutupan sebelumnya. Menjelang akhir perdagangan, indeks melandai dan ditutup sekitar 41,79 poin di bawah level tertinggi hariannya. Meski demikian, IHSG tetap mengakhiri perdagangan di atas level 5.000.

Volume transaksi perdagangan hari ini tercatat 212,92 juta lot dengan nilai transaksi Rp9.056,34 miliar atau sekitar Rp9,06 triliun.

Pasar keuangan Indonesia sebelumnya diprediksi menguat pada hari ini. Hasil pemilu AS dan anjloknya harga minyak diharapkan bisa menjadi katalis positif.

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026, perkembangan pasar modal, serta rencana perluasan bantuan BPJS Kesehatan.

Berikut sentimen dan perkembangan penting yang perlu dicermati pelaku pasar.

1. Pemilu AS, Trump dan Republik Kalah Telak

Partai Demokrat berjanji memanfaatkan kemenangan telak dalam pemilu paruh waktu (midterm elections) untuk membatasi kekuasaan Presiden Donald Trump.

Kemenangan ini membuka peluang kebuntuan politik di Washington selama dua tahun ke depan. Sementara itu, dalam penampilan publik pertamanya setelah pemilu, Trump justru memamerkan proyek pembangunan ballroom di Gedung Putih.

Demokrat berhasil merebut kendali Senat dan DPR AS setelah meraih kemenangan di sejumlah basis kuat Partai Republik. Gelombang kemarahan publik terhadap kebijakan Trump, terutama perang AS-Iran yang memperburuk inflasi dan biaya hidup, menjadi salah satu pendorong utama kemenangan tersebut.

2. Defisit Perdagangan AS Menyusut

Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) menyusut tipis menjadi US$105 miliar pada September 2026, dari US$105,7 miliar pada Agustus. Angka ini juga lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar US$108 miliar.

Penyusutan defisit ditopang oleh ekspor yang melonjak 1,9% menjadi US$321,5 miliar, tertinggi dalam lima bulan. Kenaikan ekspor terutama berasal dari komputer, kedelai, minyak mentah, aksesori komputer, pesawat sipil, dan produk farmasi. Namun, ekspor emas nonmoneter mengalami penurunan.

3. Data Tenaga Kerja AS

Sektor swasta Amerika Serikat (AS) menambah 86.000 tenaga kerja pada Oktober 2026, melampaui ekspektasi pasar sebesar 69.000 pekerjaan. Angka ini juga menyamai kenaikan pada September yang telah direvisi lebih rendah. Perekrutan tenaga kerja masih solid selama dua bulan berturut-turut, dengan perusahaan dari berbagai skala bisnis mencatat penambahan karyawan.

Dari sisi sektor, penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi pada perdagangan, transportasi, dan utilitas yang bertambah 39.000 pekerjaan. Sektor pendidikan dan kesehatan menyusul dengan 28.000 pekerjaan, sementara rekreasi dan perhotelan menambah 19.000 pekerjaan.

Namun, sektor jasa profesional dan bisnis justru kehilangan 27.000 pekerjaan untuk bulan ketiga berturut-turut. Sektor sumber daya alam dan pertambangan juga berkurang 8.000 pekerjaan, sedangkan sektor informasi turun 2.000 pekerjaan.

4. Harga Minyak Jatuh

Harga minyak mentah dunia ambruk lebih dari 8% pada perdagangan Rabu (4/11/2026), menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan.

Pelemahan terjadi setelah Partai Republik pimpinan Presiden Donald Trump kehilangan kendali atas Kongres AS dalam pemilu paruh waktu. Investor menilai perubahan kekuasaan politik ini dapat memperbesar tekanan terhadap Trump untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran.

Harga minyak Brent anjlok 8,7% ke US$94,62 per barel, sementara minyak WTI merosot 8,3% ke US$88,12 per barel. Keduanya mencatatkan penutupan terendah sejak 31 Agustus.

Kekalahan Partai Republik membuat posisi politik Trump melemah. Dengan Demokrat menguasai DPR dan Senat, ruang gerak militer pemerintah AS berpotensi semakin terbatas sehingga peluang negosiasi damai dengan Iran dinilai meningkat.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Berebut Dana Nasabah, Margin Bank Makin Ciut

Berebut Dana Nasabah, Margin Bank Makin Ciut

November 5, 2026
Jawab Tren Gaya Hidup Lewat Inovasi Pangan Krimer Kaya Serat

Jawab Tren Gaya Hidup Lewat Inovasi Pangan Krimer Kaya Serat

November 5, 2026
Danantara Bakal Investasi Jumbo, Garap Alutsista hingga Mobil Nasional

Danantara Bakal Investasi Jumbo, Garap Alutsista hingga Mobil Nasional

November 5, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .