• Latest
9 BUMN Logistik Dikonsolidasi ke PT Pos, Bidik Pasar Rp3.600 Triliun

9 BUMN Logistik Dikonsolidasi ke PT Pos, Bidik Pasar Rp3.600 Triliun

June 22, 2026
Raksasa NATO Tembak Rudal Nuklir, Rusia Langsung Siaga Tempur

Raksasa NATO Tembak Rudal Nuklir, Rusia Langsung Siaga Tempur

October 8, 2026
Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

October 8, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

October 8, 2026
Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

Saham HSC Rawan Digoreng, OJK Awasi Ketat

October 8, 2026
Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Garuda Rombak Susunan Manajemen

October 8, 2026
Dampaknya ke Pasar RI Kini Terbatas

Dampaknya ke Pasar RI Kini Terbatas

October 8, 2026
Tiket MotoGP 90% Terjual, BP BUMN: Dorong Industri Wisata Mandalika

Tiket MotoGP 90% Terjual, BP BUMN: Dorong Industri Wisata Mandalika

October 8, 2026
Rawan Digoreng, OJK Pelototi Saham Terkonsentrasi Tinggi

Rawan Digoreng, OJK Pelototi Saham Terkonsentrasi Tinggi

October 8, 2026
Akhiri Perdagangan Hari Ini, IHSG Anjlok 1,88% ke Level 6.031

Akhiri Perdagangan Hari Ini, IHSG Anjlok 1,88% ke Level 6.031

October 8, 2026
OJK Sebut Status RI dari FTSE Jadi Bukti Kepercayaan Investor Global

OJK Sebut Status RI dari FTSE Jadi Bukti Kepercayaan Investor Global

October 8, 2026
Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.890

Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.890

October 8, 2026
BEI-KSEI Umumkan 99,95% Saham BSWD Dikuasai Segelintir Investor

BEI-KSEI Umumkan 99,95% Saham BSWD Dikuasai Segelintir Investor

October 8, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 8, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

9 BUMN Logistik Dikonsolidasi ke PT Pos, Bidik Pasar Rp3.600 Triliun

4 months ago
in Market
9 BUMN Logistik Dikonsolidasi ke PT Pos, Bidik Pasar Rp3.600 Triliun
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah melalui BP BUMN dan BPI Danantara akan melakukan transformasi dengan melakukan konsolidasi perusahaan logistik dari sejumlah anak dan cucu perusahaan BUMN. Nantinya, perusahaan lini bisnis logistik akan bernaung di bawah PT Pos Indonesia (Persero).

Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Joseph mengatakan, langkah ini menjadi salah satu dari empat langkah utama dalam manajemen portofolio Danantara Aset Manajemen (DAM) dan telah masuk dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) serta menjadi program prioritas RKAP 2026.

Ia memaparkan, saat ini terdapat sekitar 15 entitas logistik BUMN yang beroperasi secara terpisah sehingga menimbulkan fragmentasi bisnis, duplikasi fungsi, dan keterbatasan skala usaha. Kondisi tersebut menyebabkan pangsa pasar BUMN logistik masih relatif kecil, yakni kurang dari 3%, meskipun memiliki aset dan jaringan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Karena mereka beroperasi sendiri-sendiri, skala usahanya juga sangat terbatas, Pak. Dari Rp 3.000 triliun market logistik, perusahaan-perusahaan ini hanya mengambil kurang dari 3%. Kecil sekali,” ujarnya saar RDP dengan Komisi VI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (22/6/2026).

“Mereka juga tumpang tindih bisnisnya, secara rute menempati rute yang sama, secara pelanggan mereka juga bersaing mengambil pelanggan yang sama, secara kapabilitas mereka juga kadang-kadang tidak bisa saling mengisi ketika ada yang penuh saat berangkat
tetapi kosong saat pulang. Sehingga masing masing bergerak di bidangnya sendiri-sendiri,”

Kenaikan peluang besar dari pertumbuhan industri logistik nasional diperkirakan mencapai sekitar 6% per tahun, khususnya pada sektor freight forwarding dan pergudangan (warehousing). Ia memaparkan, nilai pasar logistik nasional tercatat sekitar Rp2.800 triliun pada 2022, meningkat menjadi Rp2.913 triliun pada 2023 dan Rp3.048 triliun pada 2024.

Selanjutnya pasar diproyeksikan tumbuh menjadi Rp3.190 triliun pada 2025, Rp3.372 triliun pada 2026, dan mencapai Rp3.617 triliun pada 2027.

Daud menjelaskan bahwa pada 1 Juli 2026 nanti, ada 7 perusahaan logistik pelat merah akan bergabung ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI) sebagai tahap awal pembentukan holding logistik di bawah Pos Indonesia.

Ketujuh perusahaan tersebut, antara lain, PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) yang berada di bawah Pelindo, PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) milik Pos Indonesia, PT Sarana Bandar Logistik (SBL) milik PT Pelni, PT KBN Prima Logistik (KPL) milik Danareksa, PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS) dari SIG, serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) yang merupakan bagian dari Krakatau Steel.

Pada tahap awal, kepemilikan sahamnya terdiri atas 73% Pelindo, 9% Pos Indonesia, dan 17% dimiliki lima perusahaan lainnya. Nantinya pada 2027, seluruh saham perusahaan akan seluruhnya berada di bawah Pos Indonesia.

Pada fase kedua, konsolidasi akan diperluas dengan memasukkan perusahaan berbasis cargo owner, yaitu PT Semen Indonesia Logistik (Silog) yang menjadi pendukung distribusi semen nasional, serta PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) yang mendukung distribusi pupuk dan produk turunannya.

“Nantinya berarti sudah ada 9 BUMN logistik yang bergabung di bawah perusahaan Pos Indonesia,” ucapnya.

Joseph menambahkan, dengan bergabungnya anak dan cucu entitas BUMN sektor logistik akan terjadi sinergi yang lebih luas terhadap jaringan distribusinya. Di mana perusahaan yang selama ini hanya kuat di wilayah tertentu nantinya dapat memanfaatkan jaringan perusahaan lain untuk memperluas jangkauan layanan ke berbagai daerah di Indonesia.

“Sehingga jumlahnya yang hari ini hanya ada 78 titik kumulatif, nantinya bisa bertambah menjadi sekitar 150 atau bahkan 160 lini bisnis,” tambahnya.

Selain itu, konsolidasi ini juga mampu menekan biaya logistik nasional. Sebab, selama ini setiap mata rantai logistik dijalankan oleh perusahaan berbeda yang masing-masing mengambil margin keuntungan sendiri.

“Nantinya setelah digabung menjadi satu perusahaan, profit margin-nya hanya menjadi satu. Sehingga nanti akan bisa memotong duplikasi profit margin dan akan menurunkan biaya logistik secara keseluruhan. Bapak Ibu kalau kita melihat tabel paling kanan bernilai Rp 2,38 triliun, itulah nanti besarnya revenue dari perusahaan gabungan ini. Dari Rp 2,38 triliun ini akan bisa menghasilkan profit di tahun ini kira-kira sebesar Rp 100 miliar,” tutupnya.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Raksasa NATO Tembak Rudal Nuklir, Rusia Langsung Siaga Tempur

Raksasa NATO Tembak Rudal Nuklir, Rusia Langsung Siaga Tempur

October 8, 2026
Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

Emiten Tak Sanggup Penuhi Free Float 15%? Bursa Siapkan Exit Policy

October 8, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp 6,16 T

October 8, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .