• Latest
Dolar Rp17.500, Purbaya Ungkap Efek Tak Terduga ke APBN

Dolar Rp17.500, Purbaya Ungkap Efek Tak Terduga ke APBN

May 12, 2026
Siap-Siap! 9 Perusahaan Antre IPO, 19 Emiten Mau Terbitkan Obligasi

Siap-Siap! 9 Perusahaan Antre IPO, 19 Emiten Mau Terbitkan Obligasi

November 7, 2026
Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

November 7, 2026
Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

November 7, 2026
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

November 7, 2026
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

November 7, 2026
Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

November 6, 2026
BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

November 6, 2026
Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

November 6, 2026
OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

November 6, 2026
RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

November 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, November 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dolar Rp17.500, Purbaya Ungkap Efek Tak Terduga ke APBN

6 months ago
in Lifestyle
Dolar Rp17.500, Purbaya Ungkap Efek Tak Terduga ke APBN
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, tekanan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sudah menembus level Rp 17.500/US$ belum memberikan efek terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) termasuk beban utang.

Ia mengatakan, saat menyusun APBN 2026 pada tahun lalu, pemerintah kata dia telah memasukkan asumsi kurs hingga ke level saat ini, yakni Rp 17.500/US$. Sehingga, tekanannya sudah terantisipasi dalam fiskal pemerintah tahun ini.

Meskipun dalam asumsi makro yang tertuang secara resmi dalam UU APBN 2026 ialah senilai Rp 16.500/US$, jauh di bawah kondisi rupiah saat ini.

“Jadi saat waktu kita hitung itu, kita asumsinya sudah di atas asumsi APBN rupiahnya. Jadi enggak saya umumin, tapi di atas itu, enggak jauh sama sekarang. Jadi APBN nya masih relatif aman,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (12/5/2026)

Kendati demikian, Purbaya memastikan, dengan level yang ada saat ini, pemerintah akan terlibat aktif membantu BI mengelola tekanan dolar AS terhadap rupiah yang terus terjadi saat ini.

Ia mengklaim, kas pemerintah saat ini sangat berlimpah untuk membantu BI melakukan intervensi tekanan dolar di pasar obligasi atau bond.

“Tapi kita akan kendalikan nilai, kita akan coba membantu nilai tukar, kita membantu BI sedikit-sedikit kalau bisa. Kita masih banyak uang anggur, kita intervention bond market supaya yield-nya enggak naik terlalu tinggi,” ucapPurbaya.

“Kalau yield-nya naik terlalu tinggi artinya apa? Asing yang pegang bond di sini kan ada capital loss, dia akan keluar. Jadi kita kendalikan itu supaya asing yang enggak keluar, atau masuk malah kalau yield-nya membaik, sehingga rupiah akan menguat.
Kita akan masuk mulai besok,” papar Purbaya.

Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pagi ini pada level pelemahan sepanjang sejarah karena telah mencapai level Rp17.500/US$.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengalami pelemahan ke level Rp17.500/US$ pada pukul 9.15 WIB. Di mana pada pembukaan Rupiah dibuka di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,43% ke level Rp17.480/US$. DXY pada pembukaan juga terpantau menguat 0.21% ke posisi 98,115

(arj/arj)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Siap-Siap! 9 Perusahaan Antre IPO, 19 Emiten Mau Terbitkan Obligasi

Siap-Siap! 9 Perusahaan Antre IPO, 19 Emiten Mau Terbitkan Obligasi

November 7, 2026
Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

November 7, 2026
Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

November 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .