• Latest
Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

November 7, 2026
Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

November 7, 2026
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

Ambisi RIJadi Pusat Manufaktur & Perdagangan Emas Dunia

November 7, 2026
Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

Aturan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI November 2026

November 7, 2026
Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

Video:Tarik Investor, Bursa Saham RI Harus Bersih Dari Praktik Kotor

November 7, 2026
Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

Transaksi Dikuasi Segelintir Pihak, BEI Selidiki 3 Saham Ini

November 6, 2026
BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

BMRI Catat Laba Rp 46,5 T, Kualitas Aset Sehat dan Bisnis Digital Kuat

November 6, 2026
Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

Hadir di RI, Vantage Markets Tawarkan Keamanan & Kemudahan Investasi

November 6, 2026
OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

OJK Sebut Gadai Saham Emiten Haji Isam ke Bank Mandiri Sesuai Aturan

November 6, 2026
RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

November 6, 2026
Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US

Ada Angin Segar dari AS, Harga Minyak Dunia 2027 Bisa Turun ke US$85

November 6, 2026
Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

Pengusaha Minta Bank Swasta RI Jadi Tempat Parkir DHE, BI Menjawab!

November 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, November 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

17 minutes ago
in People & Culture
Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia tengah dihadapkan dalam kondisi pelemahan rupiah. Ternyata, terdapat beberapa sentimen yang mengakibatkan fenomena tersebut terjadi.

Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menilai sentimen negatif Morgan Stanley Capital International (MSCI) bukan faktor fundamental pelemahan nilai tukar rupiah dibandingkan faktor geopolitik.

“Kalau kita lihat faktor-faktor lebih besar yang mempengaruhi justru adalah geopolitik, kalau geopolitiknya membaik active fund (pemodal asing) ini masih masuk ke pasar saham Indonesia. Tapi kalau geopolitiknya memburuk itu dia cenderung keluar,” ucap Irman saat media briefing Bank Indonesia di Sabang, Aceh, dikutip Sabtu (7/11/2026).

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, pertimbangan MSCI untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar tersendiri menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh.

Kejatuhan IHSG tersebut juga diiringi keluarnya arus modal asing dari pasar saham Indonesia. Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, aksi jual saham oleh pelaku pasar asing mencapai Rp95,98 triliun dan terjadi jual bersih oleh investor asing mencapai Rp16,5 triliun

Irman menekankan keluarnya arus modal asing di pasar saham tidak menjadi faktor fundamental bagi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Terlebih lagi efek negatif sentimen MSCI lebih berdampak langsung terhadap keluarnya modal asing di pasar saham dibandingkan pasar keuangan lainnya.

Berdasarkan studi yang dilakukan Irman, sensitivitas arus keluar modal asing di pasar saham per US$100 juta hanya menyebabkan Rp11-12 depresiasi dari level sebelumnya.

Menurut Irman, arus modal asing yang keluar di pasar saham belum pasti uangnya keluar dari Indonesia, bisa saja hasil jualan saham kembali diputar di sektor atau instrumen lain yang berisiko rendah di pasar keuangan Indonesia.

“Kalau pasar saham dia bisa lakukan asset rotation dulu sebelum dia keluar, sehingga sensitivitas rupiah kita itu lebih kecil. Artinya kalau kita lihat direct channel dari outflows yang keluar dari pasar saham, dampaknya harusnya lebih kecil,” kata Irman.

Lebih lanjut, sentimen MSCI yang menjadi pemantik keluarnya investor dari pasar saham, dikatakan Irman tidak serta merta menguras seluruh modal asing di Indonesia.

Menurutnya, para investor dan pelaku pasar saham akan menunggu pengumuman pasti MSCI pada Juni 2027. Pengumuman tersebut terkait nasib pasar saham Indonesia apakah masih di emerging market atau turun ke standalone market.

“Dampak dari MSCI ini mungkin sebelum final decision itu terjadi, kami perkirakan terbatas melalui directionalnya,” ujar Irman.

Di sisi lain, faktor geopolitik lebih memengaruhi secara langsung terhadap nilai tukar rupiah karena memiliki dampak ganda, yakni keluarnya arus modal asing di pasar saham dan pasar obligasi.

Irman menjelaskan memanasnya geopolitik, terutama di timur tengah meningkatkan harga minyak mentah global yang memberikan efek luas ke ekonomi. Paling utama adalah naiknya inflasi global yang dapat menyebabkan kebijakan suku bunga tinggi yang bertahan lama atau higher for longer.

Dampaknya adalah para investor akan memilih aset-aset keuangan yang relatif lebih aman di negara maju, termasuk Amerika Serikat yang membuat dolar kuat.

Di sisi lain, Irman menilai negara berkembang menjadi tida dilirik karena dianggap lebih berisiko.

“Sehingga arus modal di portfolio, baik itu saham maupun obligasi lebih banyak mengalir ke safe haven economy atau negara-negara yang dianggap lebih aman. Makanya kalau kita lihat arus modal asing di pasar obligasi maupun di pasar saham itu relatively cenderung defisit di beberapa bulan terakhir,” ucapnya.

Lebih lanjut, Irman menilai arus modal yang keluar dari surat utang atau obligasi negara lebih fatal terhadap gerak nilai tukar rupiah. Pasalnya, saat arus modal keluar dari obligasi negara akan menyebabkan imbal hasil naik dan menyebabkan rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan negara meningkat. Ketika hal itu terjadi, penilaian investor terhadap risiko pasar keuangan Indonesia menjadi lebih besar.

(dce)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

Ternyata MSCI Tak Ngefek Banyak, Ini Musuh Utama Bikin Rupiah Melemah

November 7, 2026
Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

Bertambah! Ini Daftar 83 Saham HSC Terbaru

November 7, 2026
Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

November 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .