• Latest
Investor Mesti Banyak Sabar, IHSG Masih Tersungkur hingga Siang Ini

Investor Mesti Banyak Sabar, IHSG Masih Tersungkur hingga Siang Ini

June 5, 2026
IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

October 15, 2026
Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

October 15, 2026
Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

October 15, 2026
Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.900

Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.900

October 15, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,44% di Awal Sesi I

IHSG Dibuka Melemah 0,44% di Awal Sesi I

October 15, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,29% ke Level 5.948

IHSG Ditutup Menguat 0,29% ke Level 5.948

October 15, 2026
IHSG Ditutup Naik 0,29%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Ditutup Naik 0,29%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 15, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,29%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,29%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

October 15, 2026
Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok 5,6%

Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok 5,6%

October 15, 2026
Penumpang KRL Makin Padat, Danantara Desak KAI Susun Masterplan

Penumpang KRL Makin Padat, Danantara Desak KAI Susun Masterplan

October 15, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 15, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Investor Mesti Banyak Sabar, IHSG Masih Tersungkur hingga Siang Ini

4 months ago
in Market
Investor Mesti Banyak Sabar, IHSG Masih Tersungkur hingga Siang Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melajutkan tren negatif hingga siang ini, Jumat (5/6/2026). Pada akhir sesi 1, IHSG parkir di level 5.692,16, turun 2,53% atau -147,62 poin. 

Sebanyak 624 saham bergerak di zona merah. Lalu ada 115 saham naik dan sisanya atau 220 stagnan. Nilai transaksi terbilang ramai, yakni mencapai Rp 21,07 triliun, melibatkan 23,37 miliar saham dalam 1,29 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merosot jadi Rp 10.017 triliun. 

Nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 20 triliun pada sesi 1, sebagian besar disumbang oleh transaksi jumbo Chandra Asri Pacific (TPIA) di pasar negosiasi.

TPIA mencatat total transaksi Rp 22,98 triliun, di mana Rp 17,6 triliun di antaranya terjadi di pasar nego. Seiring dengan hal tersebut saham TPIAnaik 13,45% ke level 1.560.

Mengutip Refinitiv, utilitas dan finansial menjadi sektor yang turun paling dalam. Sebaliknya properti dan bahan baku menjadi dua sektor yang berhasil bertahan di zona hijau. 

Adapun setelah saham konglomerat berdarah-darah pada perdagangan beberapa hari terakhir, bank jumbo kena giliran siang ini. Bank Central Asia (BBCA) yang mencatat nilai transaksi terbesar di pasar reguler, menjadi pemberat utama IHSG siang ini dengan bobot -28,1 poin.  BBCA tercatat mengalami tekanan jual besar dan turun 5,53% ke level 5.125. 

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengekor dengan bobot -9,41 poin, Bank Mandiri (BMRI) -7,82 poin, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) -4,53 poin. 

Sementara itu, pelemahan IHSG hari ini terjadi seiring dengan rupiah yang kembali melemah dalam menyentuh rekor terendah sepanjang masa. Melansir data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,17% ke level Rp18.050/US$.

Pelemahan ini melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya. Pada Kamis (4/6/2026), mata uang Garuda ditutup melemah 0,45% ke level Rp18.020/US$. Posisi tersebut sekaligus menjadi level terlemah sepanjang sejarah rupiah terhadap dolar AS.

Imbas pelemahan signifikan, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara proaktif mengajak investor institusi hingga investor global untuk menempatkan dananya di Indeks Harga Saham gabungan (IHSG), guna menekan laju indeks yang tengah turun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan pihaknya telah menyiapkan program roadshow untuk memperkuat sisi permintaan (demand side) di pasar modal. Kegiatan tersebut akan menyasar investor domestik maupun investor globa

“Kami sudah bertemu dengan beberapa stock exchanges di luar untuk kita bisa kerjasama termasuk dari sisi brokerage firm asing. Untuk kita bisa bring listed companies ke mereka dan bisa memperkenalkan sehingga bisa menarik dari sisi investor,” tutur Nyoman kepada waartawan, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, (4/6/2026).

Di dalam negeri, BEI juga akan memperluas sosialisasi pasar modal ke berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan dengan memperkenalkan perusahaan-perusahaan tercatat kepada investor domestik, baik institusi maupun ritel.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sementara (PJS) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan fundamental pasar modal Indonesia saat ini berada dalam kondisi baik. Hal itu tercermin dari kinerja keuangan perusahaan tercatat yang terus mencatatkan pertumbuhan laba.

Menurut Jeffrey, seluruh perusahaan tercatat di BEI membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21% pada akhir tahun buku 2025. Sementara itu, pada kuartal I-2026, emiten yang tergabung dalam kelompok LQ45 mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 29,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, sebanyak 80% perusahaan tercatat berhasil membukukan laba bersih pada kuartal I-2026. Persentase tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Jeffrey menjelaskan, pada 2020 hanya 63% perusahaan tercatat yang mencatatkan laba bersih. Adapun pada periode 2021-2025, persentasenya berada di kisaran 73%-76%, sebelum meningkat menjadi 80% pada kuartal pertama tahun ini.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

October 15, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .