• Latest
Breaking! IHSG Melesat 1% Lebih Respons Pengumuman MSCI

Breaking! IHSG Melesat 1% Lebih Respons Pengumuman MSCI

June 24, 2026
Nambah, Haji Isam Caplok 10,08 Miliar Saham Bayan Resources (BYAN)

Nambah, Haji Isam Caplok 10,08 Miliar Saham Bayan Resources (BYAN)

October 7, 2026
Piutang Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 1,68% (YoY) per Agustus 2026

Piutang Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 1,68% (YoY) per Agustus 2026

October 7, 2026
Total Aset Industri Perasuransian di Agustus Capai Rp 1.200 T

Total Aset Industri Perasuransian di Agustus Capai Rp 1.200 T

October 7, 2026
Kejatuhan Raja Retail RI, Kisah Lahirnya Matahari dan Lippo

Kejatuhan Raja Retail RI, Kisah Lahirnya Matahari dan Lippo

October 7, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.820

Rupiah Dibuka Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.820

October 7, 2026
Masuk Bisnis Data Center, REAL Caplok Perusahaan Ini

Masuk Bisnis Data Center, REAL Caplok Perusahaan Ini

October 7, 2026
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,28% ke Level 6.210

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,28% ke Level 6.210

October 7, 2026
Kinerja Perbankan Agustus Menggembirakan, Kredit Tumbuh 13,56% (YoY

Kinerja Perbankan Agustus Menggembirakan, Kredit Tumbuh 13,56% (YoY

October 7, 2026
IHSG Mulai Rebound, Ini Rekomendasi Saham yang Menarik Buat Dilirik

IHSG Mulai Rebound, Ini Rekomendasi Saham yang Menarik Buat Dilirik

October 7, 2026
Perkuat Ekosistem, OJK Rilis Kinerja Pembiayaan UMKM Tiap Semester

Perkuat Ekosistem, OJK Rilis Kinerja Pembiayaan UMKM Tiap Semester

October 7, 2026
Bursa Asia Variatif, Investor Cermati Imbal Hasil US Treasury

Bursa Asia Variatif, Investor Cermati Imbal Hasil US Treasury

October 7, 2026
Kisah Calon Bos Pertamina, Pilih Resign & Bisnis Air Mineral

Kisah Calon Bos Pertamina, Pilih Resign & Bisnis Air Mineral

October 7, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Breaking! IHSG Melesat 1% Lebih Respons Pengumuman MSCI

4 months ago
in Lifestyle
Breaking! IHSG Melesat 1% Lebih Respons Pengumuman MSCI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (24/6/2026), menyusul pengumuman MSCI yang tetap mempertahankan pasar modal Indonesia tetap di kategori pasar negara berkembang atau emerging market.

IHSG pada pukul 09.00 WIB dibuka di level 6.128,27, naik 26,94 poin atau menguat 0,44%. Selang beberapa menit setelah pasar buka, IHSG menguat lebih kuat lagi dan naik hingga 1,13% ke ke level 6.171,38.

Nilai transaksi pada awal perdagangan tercatat mencapai Rp182,34 miliar dengan volume 239,13 juta saham yang berpindah tangan dalam 24.875 kali transaksi. Sebanyak 226 saham menguat, 72 saham melemah, dan 301 saham bergerak stagnan.

Adapun emiten yang paling ramai ditransaksikan hari ini adalah TPIA, BBCA, DSSA, BBRI dan BMRI.

Memasuki perdagangan Rabu (24/6/2026), pelaku pasar keuangan Tanah Air akan mencermati sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri. Sentimen utama datang dari pengumuman MSCI 2026 Market Classification Review. Indonesia masih dipertahankan dalam status Emerging Market, tetapi MSCI memberi sejumlah catatan terkait transparansi kepemilikan saham, free float, hingga dugaan perdagangan terkoordinasi di pasar saham domestik.

Dari dalam negeri, pasar juga akan mencermati data uang beredar periode Mei 2026 yang menunjukkan likuiditas perekonomian tumbuh lebih kencang. Pada saat yang sama, sejumlah kebijakan dan isu domestik lain ikut menjadi perhatian, mulai dari penerapan komisi baru ojek online sebesar 8% mulai 1 Juli 2026 hingga perkembangan Patriot Bond dan Merah Putih Bond.

Lembaga penyedia layanan indeks global MSCI telah mengumumkan hasil evaluasi MSCI 2026 Market Classification Review pada Rabu dini hari (24/6/2026). Dalam laporan tahunan tersebut, pasar ekuitas Indonesia dipastikan tetap dipertahankan di dalam kategori Emerging Markets.

Dalam review terkini, MSCI menyampaikan bahwa investor institusional internasional seringkali menyampaikan kekhawatiran kepada MSCI ketika mereka mengalami ketidaktransparanan yang terus-menerus dalam struktur kepemilikan saham dan mencurigai adanya perilaku perdagangan terkoordinasi.

Kedua kekhawatiran tersebut secara material membatasi kemampuan investor untuk menilai free float yang sebenarnya dan untuk mengandalkan harga pasar yang diamati untuk konstruksi portofolio dan replikasi indeks, dan keduanya berhubungan langsung dengan pilar Aliran Informasi dan Infrastruktur Pasar dari kerangka kerja Aksesibilitas Pasar MSCI.

Kendati demikian, MSCI mengakui reformasi transparansi baru-baru ini yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (IDX), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Reformasi tersebut termasuk peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, pengenalan kerangka kerja Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC), dan peta jalan untuk meningkatkan persyaratan free float minimum menjadi 15%.

“Meskipun pengumuman ini merupakan langkah ke arah yang benar, yang penting bagi investor institusional internasional adalah implementasi yang konsisten dan efek berkelanjutan dari langkah-langkah ini di seluruh pasar,” tulis MSCI dalam laporan terbaru.

MSCI menyebut akan terus menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas berkelanjutan mereka dalam konteks penentuan free float dan penilaian kemampuan investasi yang lebih luas.

“Jika kemajuan yang memadai tidak terlihat pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia, yang berpotensi mencakup konsultasi tentang pengklasifikasian ulang Indonesia dari Pasar Berkembang menjadi Pasar Perbatasan,” tulis MSCI.

Sebagai informasi, target evaluasi MSCI selanjutnya akan berlangsung pada November 2026 mendatang.

Sementara itu bursa Asia-Pasifik dibuka bergerak beragam pada perdagangan Rabu (24/6/2026), di tengah upaya investor menilai apakah rebound saham teknologi mampu menstabilkan sentimen pasar setelah aksi jual besar-besaran di Wall Street yang menyeret pasar regional sehari sebelumnya.

Melansir CNBC, pelaku pasar masih mencermati tekanan yang terjadi pada sektor teknologi global, terutama setelah saham-saham terkait semikonduktor mengalami koreksi tajam. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa reli berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai menghadapi tantangan fundamental selain faktor teknikal.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,2% pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 2% setelah sehari sebelumnya anjlok sekitar 10%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 bergerak mendatar atau cenderung stagnan. Adapun kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 23.498, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 23.336,28.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Nambah, Haji Isam Caplok 10,08 Miliar Saham Bayan Resources (BYAN)

Nambah, Haji Isam Caplok 10,08 Miliar Saham Bayan Resources (BYAN)

October 7, 2026
Piutang Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 1,68% (YoY) per Agustus 2026

Piutang Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 1,68% (YoY) per Agustus 2026

October 7, 2026
Total Aset Industri Perasuransian di Agustus Capai Rp 1.200 T

Total Aset Industri Perasuransian di Agustus Capai Rp 1.200 T

October 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .