• Latest
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932

IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932

June 29, 2026
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

October 7, 2026
Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

October 7, 2026
Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

October 7, 2026
Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

October 7, 2026
IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

October 7, 2026
Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

October 7, 2026
Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

October 7, 2026
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

October 7, 2026
LPS Ubah Aturan Biaya Perjalanan Dinas Hingga Rapat di Tahun 2027

LPS Ubah Aturan Biaya Perjalanan Dinas Hingga Rapat di Tahun 2027

October 7, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932

3 months ago
in People & Culture
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (29/6/2026), melanjutkan upaya pemulihan setelah ambruk dalam pada perdagangan pekan lalu.

Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,61% atau bertambah 35,89 poin ke level 5.932,03.

Nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp 110,45 miliar dengan volume perdagangan 142,23 juta saham yang diperdagangkan dalam 23.927 kali transaksi. Sebanyak 201 saham menguat, 103 saham melemah, sementara 309 saham bergerak stagnan.

Beberapa menit setelah pasar buka, IHSG tercatat malah turun ke zona merah dan terkoreksi hingga 0,24%

Adapun emiten dengan nilai transaksi terbesar pada awal perdagangan hari ini adalah BBCA, BBRI, BMRI, DSSA dan MAPI.

Pasar keuangan akan memasuki pekan yang padat sentimen dengan sederet data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri.

Fokus pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan tertuju pada data inflasi Indonesia, neraca perdagangan, hingga laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi mengubah ekspektasi arah suku bunga global.

Perkembangan perang juga akan tetap menjadi perhatan investor.

Investor juga akan mencermati aktivitas manufaktur China, inflasi kawasan Eropa, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh. Rangkaian data tersebut diperkirakan menjadi penentu utama pergerakan rupiah, IHSG, pasar obligasi, hingga harga komoditas sepanjang pekan ini.

Sementara itu, Bursa Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (29/6/2026) setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat menyusul serangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pelaku pasar kini mencermati potensi berlanjutnya konflik yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan pasokan energi global.

Melansir CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,35% pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix masih mampu menguat 0,43% di tengah sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.

Pasar saham Korea Selatan mengalami tekanan cukup besar dengan indeks Kospi merosot 2,29% saat pembukaan perdagangan. Di sisi lain, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru menguat 0,97%.

Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,41%. Pergerakan yang beragam di kawasan mencerminkan respons investor terhadap meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan kembali memanas setelah AS menyerang sejumlah target militer Iran pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas aksi Teheran yang melancarkan serangan di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran melalui unggahan di Truth Social. Trump menyebut pesawat militer AS telah menghantam lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pesisir karena dianggap kembali melanggar perjanjian gencatan senjata.

Di sisi diplomatik, upaya perundingan untuk mengakhiri konflik dilaporkan mengalami kebuntuan. Sumber dari Pakistan yang terlibat dalam proses negosiasi mengatakan pembicaraan saat ini ditangguhkan, meskipun seluruh pihak masih mempertahankan perwakilan mereka di Swiss untuk melanjutkan diskusi jika situasi memungkinkan.

Harga minyak dunia turut merespons perkembangan tersebut dengan kenaikan pada awal perdagangan. Minyak Brent menguat 0,8% menjadi US$72,57 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,1% ke level US$70 per barel.

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka saham utama bergerak menguat meskipun pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Futures Dow Jones naik 124 poin atau 0,2%, sedangkan futures S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing menguat 0,4% dan 0,5%.

Wall Street sendiri baru saja menutup pekan yang beragam dengan rotasi investasi keluar dari saham teknologi menuju sektor lain. Sepanjang pekan lalu, S&P 500 terkoreksi hampir 2% dan Nasdaq Composite anjlok 4,6%, sementara Dow Jones justru menguat 0,6%.

Saham-saham teknologi raksasa menjadi sumber tekanan utama bagi pasar. Nvidia dan Alphabet masing-masing kehilangan lebih dari 8%, sedangkan Meta Platforms, Apple, dan Amazon turun lebih dari 4%.

Presiden Yardeni Research, Ed Yardeni, menilai investor mulai mengalami “kelelahan AI” atau AI fatigue. Menurutnya, pasar mulai mempertanyakan apakah belanja besar-besaran perusahaan teknologi untuk infrastruktur kecerdasan buatan akan menghasilkan keuntungan yang sepadan di masa depan.

Pekan ini juga menandai berakhirnya perdagangan bulan Juni. Hingga penutupan Jumat lalu, S&P 500 tercatat turun sekitar 3% sepanjang bulan ini, Nasdaq merosot lebih dari 6%, sementara Dow Jones masih mencatat kenaikan lebih dari 1%.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .