• Latest
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932

IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932

June 29, 2026
Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024

Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024

July 24, 2026
PFII Tawarkan Golden Visa & Bebas Pajak Waris Buat Orang Superkaya

PFII Tawarkan Golden Visa & Bebas Pajak Waris Buat Orang Superkaya

July 24, 2026
Purbaya Ramal Ekonomi RI Kuartal II-2026 Bisa Tumbuh 5,4%

Purbaya Ramal Ekonomi RI Kuartal II-2026 Bisa Tumbuh 5,4%

July 24, 2026
IHSG Terkoreksi Hingga 2% & Rupiah Lesu Lawan Dolar AS

IHSG Terkoreksi Hingga 2% & Rupiah Lesu Lawan Dolar AS

July 24, 2026
Harga Minyak Tembus US0 Lagi, Pasar Saham Kembali Cemas

Harga Minyak Tembus US$100 Lagi, Pasar Saham Kembali Cemas

July 24, 2026
Sah! Danantara Jadi Penyetor Modal Awal PFII, Begini Skemanya

Sah! Danantara Jadi Penyetor Modal Awal PFII, Begini Skemanya

July 24, 2026
Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Masih Di Atas US0

Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Masih Di Atas US$100

July 24, 2026
Kasus Debt Collector, OJK Kasih Warning ke Kredivo-Kreditfazz

Kasus Debt Collector, OJK Kasih Warning ke Kredivo-Kreditfazz

July 24, 2026
Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk 2% Lebih

Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk 2% Lebih

July 24, 2026
Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an, Ada Apa?

Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an, Ada Apa?

July 24, 2026
Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk Lebih 2%

Balik ke Level 6.100, Ini Penyebab IHSG Ambruk Lebih 2%

July 24, 2026
Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an

Breaking News! IHSG Turun 2% Balik ke Level 6.100an

July 24, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, July 24, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932

4 weeks ago
in People & Culture
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (29/6/2026), melanjutkan upaya pemulihan setelah ambruk dalam pada perdagangan pekan lalu.

Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,61% atau bertambah 35,89 poin ke level 5.932,03.

Nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp 110,45 miliar dengan volume perdagangan 142,23 juta saham yang diperdagangkan dalam 23.927 kali transaksi. Sebanyak 201 saham menguat, 103 saham melemah, sementara 309 saham bergerak stagnan.

Beberapa menit setelah pasar buka, IHSG tercatat malah turun ke zona merah dan terkoreksi hingga 0,24%

Adapun emiten dengan nilai transaksi terbesar pada awal perdagangan hari ini adalah BBCA, BBRI, BMRI, DSSA dan MAPI.

Pasar keuangan akan memasuki pekan yang padat sentimen dengan sederet data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri.

Fokus pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan tertuju pada data inflasi Indonesia, neraca perdagangan, hingga laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi mengubah ekspektasi arah suku bunga global.

Perkembangan perang juga akan tetap menjadi perhatan investor.

Investor juga akan mencermati aktivitas manufaktur China, inflasi kawasan Eropa, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh. Rangkaian data tersebut diperkirakan menjadi penentu utama pergerakan rupiah, IHSG, pasar obligasi, hingga harga komoditas sepanjang pekan ini.

Sementara itu, Bursa Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (29/6/2026) setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat menyusul serangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pelaku pasar kini mencermati potensi berlanjutnya konflik yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan pasokan energi global.

Melansir CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,35% pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix masih mampu menguat 0,43% di tengah sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.

Pasar saham Korea Selatan mengalami tekanan cukup besar dengan indeks Kospi merosot 2,29% saat pembukaan perdagangan. Di sisi lain, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru menguat 0,97%.

Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,41%. Pergerakan yang beragam di kawasan mencerminkan respons investor terhadap meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan kembali memanas setelah AS menyerang sejumlah target militer Iran pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas aksi Teheran yang melancarkan serangan di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran melalui unggahan di Truth Social. Trump menyebut pesawat militer AS telah menghantam lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pesisir karena dianggap kembali melanggar perjanjian gencatan senjata.

Di sisi diplomatik, upaya perundingan untuk mengakhiri konflik dilaporkan mengalami kebuntuan. Sumber dari Pakistan yang terlibat dalam proses negosiasi mengatakan pembicaraan saat ini ditangguhkan, meskipun seluruh pihak masih mempertahankan perwakilan mereka di Swiss untuk melanjutkan diskusi jika situasi memungkinkan.

Harga minyak dunia turut merespons perkembangan tersebut dengan kenaikan pada awal perdagangan. Minyak Brent menguat 0,8% menjadi US$72,57 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,1% ke level US$70 per barel.

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka saham utama bergerak menguat meskipun pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Futures Dow Jones naik 124 poin atau 0,2%, sedangkan futures S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing menguat 0,4% dan 0,5%.

Wall Street sendiri baru saja menutup pekan yang beragam dengan rotasi investasi keluar dari saham teknologi menuju sektor lain. Sepanjang pekan lalu, S&P 500 terkoreksi hampir 2% dan Nasdaq Composite anjlok 4,6%, sementara Dow Jones justru menguat 0,6%.

Saham-saham teknologi raksasa menjadi sumber tekanan utama bagi pasar. Nvidia dan Alphabet masing-masing kehilangan lebih dari 8%, sedangkan Meta Platforms, Apple, dan Amazon turun lebih dari 4%.

Presiden Yardeni Research, Ed Yardeni, menilai investor mulai mengalami “kelelahan AI” atau AI fatigue. Menurutnya, pasar mulai mempertanyakan apakah belanja besar-besaran perusahaan teknologi untuk infrastruktur kecerdasan buatan akan menghasilkan keuntungan yang sepadan di masa depan.

Pekan ini juga menandai berakhirnya perdagangan bulan Juni. Hingga penutupan Jumat lalu, S&P 500 tercatat turun sekitar 3% sepanjang bulan ini, Nasdaq merosot lebih dari 6%, sementara Dow Jones masih mencatat kenaikan lebih dari 1%.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024

Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024

July 24, 2026
PFII Tawarkan Golden Visa & Bebas Pajak Waris Buat Orang Superkaya

PFII Tawarkan Golden Visa & Bebas Pajak Waris Buat Orang Superkaya

July 24, 2026
Purbaya Ramal Ekonomi RI Kuartal II-2026 Bisa Tumbuh 5,4%

Purbaya Ramal Ekonomi RI Kuartal II-2026 Bisa Tumbuh 5,4%

July 24, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .