• Latest
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932

IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932

June 29, 2026
Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US0 Juta

Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US$250 Juta

October 6, 2026
97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan

97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan

October 6, 2026
IHSG Ditutup Menguat 1,21% ke Level 6.192

IHSG Ditutup Menguat 1,21% ke Level 6.192

October 6, 2026
Nama Franky Widjaja Muncul di KETR Usai Diakuisisi Sinar Mas

Nama Franky Widjaja Muncul di KETR Usai Diakuisisi Sinar Mas

October 6, 2026
Euro Anjlok ke Level Terendah 17 Bulan, Obligasi Prancis Diobral

Euro Anjlok ke Level Terendah 17 Bulan, Obligasi Prancis Diobral

October 6, 2026
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp17.890

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp17.890

October 6, 2026
BUVA Rights Issue Rp1,54 Triliun, Hapsoro Jadi Pembeli Siaga

BUVA Rights Issue Rp1,54 Triliun, Hapsoro Jadi Pembeli Siaga

October 6, 2026
Dunia di Ambang Krisis Minyak? Bos Aramco Bunyikan Alarm

Dunia di Ambang Krisis Minyak? Bos Aramco Bunyikan Alarm

October 6, 2026
7 Calon Emiten Antre IPO, 2 Perusahaan Beraset Jumbo

7 Calon Emiten Antre IPO, 2 Perusahaan Beraset Jumbo

October 6, 2026
Dana Asing Cabut Rp273,81 M di Sesi I, 5 Saham Ini Justru Diborong

Dana Asing Cabut Rp273,81 M di Sesi I, 5 Saham Ini Justru Diborong

October 6, 2026
Ada yang Jual Saham LUCY di Harga Rp259-268

Ada yang Jual Saham LUCY di Harga Rp259-268

October 6, 2026
OJK Sebut Transaksi Bursa Mineral Bakal Pakai Rupiah dan Dolar AS

OJK Sebut Transaksi Bursa Mineral Bakal Pakai Rupiah dan Dolar AS

October 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 6, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932

3 months ago
in People & Culture
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (29/6/2026), melanjutkan upaya pemulihan setelah ambruk dalam pada perdagangan pekan lalu.

Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,61% atau bertambah 35,89 poin ke level 5.932,03.

Nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp 110,45 miliar dengan volume perdagangan 142,23 juta saham yang diperdagangkan dalam 23.927 kali transaksi. Sebanyak 201 saham menguat, 103 saham melemah, sementara 309 saham bergerak stagnan.

Beberapa menit setelah pasar buka, IHSG tercatat malah turun ke zona merah dan terkoreksi hingga 0,24%

Adapun emiten dengan nilai transaksi terbesar pada awal perdagangan hari ini adalah BBCA, BBRI, BMRI, DSSA dan MAPI.

Pasar keuangan akan memasuki pekan yang padat sentimen dengan sederet data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri.

Fokus pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan tertuju pada data inflasi Indonesia, neraca perdagangan, hingga laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi mengubah ekspektasi arah suku bunga global.

Perkembangan perang juga akan tetap menjadi perhatan investor.

Investor juga akan mencermati aktivitas manufaktur China, inflasi kawasan Eropa, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh. Rangkaian data tersebut diperkirakan menjadi penentu utama pergerakan rupiah, IHSG, pasar obligasi, hingga harga komoditas sepanjang pekan ini.

Sementara itu, Bursa Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (29/6/2026) setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat menyusul serangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pelaku pasar kini mencermati potensi berlanjutnya konflik yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan pasokan energi global.

Melansir CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,35% pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix masih mampu menguat 0,43% di tengah sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.

Pasar saham Korea Selatan mengalami tekanan cukup besar dengan indeks Kospi merosot 2,29% saat pembukaan perdagangan. Di sisi lain, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru menguat 0,97%.

Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,41%. Pergerakan yang beragam di kawasan mencerminkan respons investor terhadap meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan kembali memanas setelah AS menyerang sejumlah target militer Iran pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas aksi Teheran yang melancarkan serangan di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran melalui unggahan di Truth Social. Trump menyebut pesawat militer AS telah menghantam lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pesisir karena dianggap kembali melanggar perjanjian gencatan senjata.

Di sisi diplomatik, upaya perundingan untuk mengakhiri konflik dilaporkan mengalami kebuntuan. Sumber dari Pakistan yang terlibat dalam proses negosiasi mengatakan pembicaraan saat ini ditangguhkan, meskipun seluruh pihak masih mempertahankan perwakilan mereka di Swiss untuk melanjutkan diskusi jika situasi memungkinkan.

Harga minyak dunia turut merespons perkembangan tersebut dengan kenaikan pada awal perdagangan. Minyak Brent menguat 0,8% menjadi US$72,57 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,1% ke level US$70 per barel.

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka saham utama bergerak menguat meskipun pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Futures Dow Jones naik 124 poin atau 0,2%, sedangkan futures S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing menguat 0,4% dan 0,5%.

Wall Street sendiri baru saja menutup pekan yang beragam dengan rotasi investasi keluar dari saham teknologi menuju sektor lain. Sepanjang pekan lalu, S&P 500 terkoreksi hampir 2% dan Nasdaq Composite anjlok 4,6%, sementara Dow Jones justru menguat 0,6%.

Saham-saham teknologi raksasa menjadi sumber tekanan utama bagi pasar. Nvidia dan Alphabet masing-masing kehilangan lebih dari 8%, sedangkan Meta Platforms, Apple, dan Amazon turun lebih dari 4%.

Presiden Yardeni Research, Ed Yardeni, menilai investor mulai mengalami “kelelahan AI” atau AI fatigue. Menurutnya, pasar mulai mempertanyakan apakah belanja besar-besaran perusahaan teknologi untuk infrastruktur kecerdasan buatan akan menghasilkan keuntungan yang sepadan di masa depan.

Pekan ini juga menandai berakhirnya perdagangan bulan Juni. Hingga penutupan Jumat lalu, S&P 500 tercatat turun sekitar 3% sepanjang bulan ini, Nasdaq merosot lebih dari 6%, sementara Dow Jones masih mencatat kenaikan lebih dari 1%.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US0 Juta

Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US$250 Juta

October 6, 2026
97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan

97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan

October 6, 2026
IHSG Ditutup Menguat 1,21% ke Level 6.192

IHSG Ditutup Menguat 1,21% ke Level 6.192

October 6, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .