• Latest
Laba Holding Perkebunan (PTPN III) Lompat 81% Jadi Rp6,39 T di 2025

Laba Holding Perkebunan (PTPN III) Lompat 81% Jadi Rp6,39 T di 2025

July 6, 2026
Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

September 24, 2026
Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

September 24, 2026
Cicilan Pertama Kopdes Rp37,7 T Jatuh Tempo Besok, Suahasil Buka Suara

Cicilan Pertama Kopdes Rp37,7 T Jatuh Tempo Besok, Suahasil Buka Suara

September 24, 2026
Video: Menkeu Suahasil Kunjungi Destry, Bahas Sinergi BI

Video: Menkeu Suahasil Kunjungi Destry, Bahas Sinergi BI

September 24, 2026
Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang

Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang

September 24, 2026
Suahasil Minta SMF, PIP Cs Tak Kejar Bunga Tinggi

Suahasil Minta SMF, PIP Cs Tak Kejar Bunga Tinggi

September 24, 2026
Calon Investor BEI Boleh Genggam di Atas 5%, OJK: Ada Syaratnya!

Calon Investor BEI Boleh Genggam di Atas 5%, OJK: Ada Syaratnya!

September 24, 2026
Bos BI-Menkeu Bangun Kerja Sama Lima Pilar, Apa Itu?

Bos BI-Menkeu Bangun Kerja Sama Lima Pilar, Apa Itu?

September 24, 2026
Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang, Rapat Alot!

Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuiditas-Surat Utang, Rapat Alot!

September 24, 2026
Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuidtas-Surat Utang, Rapat Alot!

Menkeu Datangi Kantor Bos BI Bahas Likuidtas-Surat Utang, Rapat Alot!

September 24, 2026
Diam-Diam Petinggi Saratoga Edwin Soeryadjaya Borong 784.100 Saham

Diam-Diam Petinggi Saratoga Edwin Soeryadjaya Borong 784.100 Saham

September 24, 2026
Ternyata! Ini Isi Pertemuan DPR, Menkeu, BI, OJK & Danantara

Ternyata! Ini Isi Pertemuan DPR, Menkeu, BI, OJK & Danantara

September 24, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, September 24, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Laba Holding Perkebunan (PTPN III) Lompat 81% Jadi Rp6,39 T di 2025

3 months ago
in People & Culture
Laba Holding Perkebunan (PTPN III) Lompat 81% Jadi Rp6,39 T di 2025
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) mencatat laba konsolidasi sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 6,39 triliun. Capaian tersebut melonjak sebesar 81,3% dibandingkan tahun 2024.

“Kinerja 2025 kami catat cukup baik, apabila kita perhatikan secara kinerja keuangan, hampir seluruh indikator keuangan menunjukkan perbaikan, apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna dalam rapat dengan Komisi VI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ia memaparkan, capaian tersebut didorong oleh kenaikan harga komoditas, khususnya crude palm oil (CPO), serta peningkatan produktivitas di berbagai lini usaha. Berdasarkan paparan kinerja tahun 2025, Holding Perkebunan Nusantara membukukan penjualan (sales) sebesar Rp59,32 triliun, meningkat menjadi 109,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA mencapai Rp15,37 triliun, tumbuh 24,2% secara tahunan (year on year/YoY).

Selain itu, total aset perusahaan mencapai Rp158,25 triliun, naik sekitar 5% secara tahunan, sementara total liabilitas tercatat Rp77,42 triliun atau sekitar 102% dibandingkan periode sebelumnya.

Di sisi permodalan, total ekuitas meningkat menjadi Rp80,83 triliun, atau sekitar 108% secara tahunan.

Dari sisi arus kas, perusahaan membukukan Net Operating Cash Flow (NOCF) sebesar Rp13,65 triliun, naik menjadi 109% YoY. Sementara belanja modal (capital expenditure/capex) terealisasi sebesar Rp4,09 triliun, atau sekitar 72% dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia melanjutkan lebih jauh, peningkatan laba terutama didorong oleh lonjakan harga jual CPO yang menjadi faktor dominan dalam pencapaian kinerja. Sepanjang 2025, harga jual riil CPO mencapai Rp14.222 per kilogram, setara 121% dari target RKAP sebesar Rp11.749 per kilogram.

Selain itu, harga jual palm kernel oil (PKO) juga meningkat menjadi Rp25.071 per kilogram, atau 198% dari target RKAP, sehingga turut menopang pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan.

“Menjadi catatan di tahun 2024 memang ada beberapa hal yang mendorong atau perbaikan ini. Yang pertama tentunya kalau kita perhatikan harga jual beberapa komoditi utama kami memang lebih baik dibandingkan dengan RKAP,” ungkapnya.

Dari sisi komposisi penjualan, bisnis kelapa sawit masih menjadi kontributor utama dengan porsi 75,06% dari total penjualan Holding Perkebunan Nusantara. Selanjutnya, komoditas gula memberikan kontribusi 13%, karet sebesar 7,10%, teh sebesar 1,41%, serta komoditas tanaman lainnya menyumbang 3,44% terhadap total pendapatan.

Selain mencatat pertumbuhan keuangan, Holding Perkebunan Nusantara juga berhasil meningkatkan produktivitas dan volume produksi sejumlah komoditas utama.
Pada komoditas kelapa sawit, produktivitas mencapai 4,80 ton per hektare, meningkat menjadi 104,43% dibandingkan 2024.

Peningkatan tersebut mendorong produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 12,261 juta ton, atau 103,90% secara tahunan, sedangkan produksi CPO mencapai 2,692 juta ton, naik menjadi 104% secara tahunan.

Di sektor tebu, produktivitas meningkat menjadi 67,29 ton per hektare atau 103,2% secara tahunan. Produksi tebu yang digiling mencapai 14,295 juta ton, melonjak menjadi 119,36% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara produksi gula naik menjadi 882,55 ribu ton, atau 103,68% secara tahunan.

“Dan produksi gula di 2025 ini pun kami bersyukur lebih tinggi 3,7% dibandingkan dengan produksi tahun 2024,” imbuhnya.

Untuk komoditas karet, produktivitas mencapai 1.077 kilogram per hektar, meningkat 104,65% secara tahunan. Meski demikian, volume produksi karet kering tercatat 123,38 ribu ton, atau sekitar 98,23% dibandingkan realisasi 2024, sehingga mengalami sedikit penurunan.

Sementara itu, produktivitas teh meningkat menjadi 2.082 kilogram per hektare, atau 108,87% secara tahunan. Namun produksi teh kering tercatat 43,19 ribu ton, atau 95,29% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga masih mengalami kontraksi secara volume.

Adapun komoditas kopi mencatat peningkatan paling tinggi dari sisi produktivitas. Produktivitas kopi mencapai 350,44 kilogram per hektare, naik 114,91% secara tahunan, dengan produksi kopi kering sebesar 2,95 ribu ton, atau 118,41% dibandingkan realisasi tahun 2024.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

September 24, 2026
Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

Menyeimbangkan Perlindungan Pekerja dan Masa Depan Lapangan Kerja

September 24, 2026
Cicilan Pertama Kopdes Rp37,7 T Jatuh Tempo Besok, Suahasil Buka Suara

Cicilan Pertama Kopdes Rp37,7 T Jatuh Tempo Besok, Suahasil Buka Suara

September 24, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .