• Latest
Ada Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI

Ada Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI

July 12, 2026
Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

October 1, 2026
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

October 1, 2026
Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

October 1, 2026
IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

October 1, 2026
Jadi Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman Punya Harta Rp 52,8 Miliar

Jadi Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman Punya Harta Rp 52,8 Miliar

October 1, 2026
AZKO Perkuat Bisnis Berkelanjutan lewat Sustainability Ambitions 2030

AZKO Perkuat Bisnis Berkelanjutan lewat Sustainability Ambitions 2030

October 1, 2026
Sah! Nanang Hendarno Jadi Dirut Telkom (TLKM), Gantikan Dian Siswarini

Sah! Nanang Hendarno Jadi Dirut Telkom (TLKM), Gantikan Dian Siswarini

October 1, 2026
Jadi Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Punya Harta Rp 4,7 Miliar

Jadi Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Punya Harta Rp 4,7 Miliar

October 1, 2026
Investor Kakap Borong Saham Lucy In The Sky (LUCY), Rogoh Kocek Segini

Investor Kakap Borong Saham Lucy In The Sky (LUCY), Rogoh Kocek Segini

October 1, 2026
Buka Pasar Lokal, RLCO Bawa Produk Sarang Burung Walet Standar Global

Buka Pasar Lokal, RLCO Bawa Produk Sarang Burung Walet Standar Global

October 1, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 1, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Ada Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI

3 months ago
in Economy
Ada Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nama kakek presiden Prabowo Subianto, Margono Djohohadikusumo ternyata punya peranan penting dalam mendirikan bank pertama di Indonesia. Bersama dengan Soerachman, merupakan sosok pendiri Bank Negara Indonesia (BNI).

Pada awal kemerdekaan, kedua ekonom itu memandang penting mendirikan bank sentral di Indonesia. Namun memiliki cara pandang berbeda untuk melakukannya.

Margono selaku Dewan Pertimbangan Agung berpendapatan Indonesia perlu mendirikan bank sentral dengan jarih payang bangsa, bukan warisan bank asing. Sementara Soerachman yang menjabat sebagai Menteri Kemakmuran berpandangan sebaliknya, yakni harus menghidupkan kembali De Javasche Bank (DJB) buatan Belanda.

Bank itu dinilai telah mengawal ekonomi Indonesia lebih lama, belum lagi terdapat tenaga yang mumpuni. Artinya juga Indonesia tidak perlu membangun bank lagi dari awal.

Di tengah perdebatan, Belanda datang dengan kabar ingin menjajah kembali Indonesia. Belanda akan menghidupkan kembali DJB sebagai bank sentral.

“Belanda ingin menghidupkan kembali DJB sebagai bank sentral berdasarkan izin Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada tanggal 2 Januari 1946,” tulis penyusun buku Semarang Sebagai Simpul Ekonomi (2022).

Jelas keberadaannya akan mengancam kedaulatan ekonomi Indonesia. Belum lagi rencana DJB mencetak dan mengedarkan uang buatan Belanda untuk mengacaukan ekonomi Indonesia.

Dengan situasi ini membuat gagasan Margono kian logis. Dia juga telah bergerak lebih cepat untuk mewujudkannya, termasuk mengantongi restu dari presiden dan wakil presiden Soekarno dan Hatta untuk mendirikan bank nasional bernama Bank Negara Indonesia.

Pendiriannya sejak September 1945. Bukan hanya keberadaan BNI, dia juga meminta restu untuk mengurusi yayasan perbankan milik negara bernama Yayasan Poesat Bank Indonesia.

Pemerintah resmi mendirikan BNI sebagai bank sentral pada 5 Juli 1946, berdasarkan Perpu No.2 tahun 1946. Bersamaan dengan pekerjaannya sebagai bank sentral, BNI juga memiliki tugas sebagai bank umum mulai dari pemberian kredit, pengeluaran obligasi, dan penerimaan simpanan giro, deposito, atau tabungan.

Margono menduduki kursi pemimpin awal BNI, sementara modalnya berasal dari patungan rakyat Indonesia. Namun awal kemunculannnya, BNI menemukan kesulitan.

BNI harus menjadi ujung tombak pertempuran di sektor ekonomi melawan DJB dari Belanda. BNI menerbitkan uang bernama Oeang Republik Indonesia (ORI) melawan NICA buatan DJB.

Akan tetapi di lapangan, banyak wilayah yang bisa diambil Belanda. Hal ini membuat tugas BNI sebagai bank sentral tidak optimal, karena operasional mandek membuat banyak cabang BNI di daerah tutup dan asetnya dirampas Belanda.

Setelah perang melawan Belanda selesai pada 1949, BNI mulai aktif kembali. Namun fungsinya sebagai bank sentral memudar pada 1953.

Saat itu, pemerintah mengambil alih DJB dan mengubahnya menjadi Bank Indonesia yang bertugas sebagai bank sentral. Status bank sentral dari BNI resmi dicabut pada 1968, sejak saat itu berubah menjadi bank pelat merah.

(hsy/hsy)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

October 1, 2026
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .