• Latest
Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

October 1, 2026
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

October 1, 2026
Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

October 1, 2026
IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

October 1, 2026
Jadi Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman Punya Harta Rp 52,8 Miliar

Jadi Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman Punya Harta Rp 52,8 Miliar

October 1, 2026
AZKO Perkuat Bisnis Berkelanjutan lewat Sustainability Ambitions 2030

AZKO Perkuat Bisnis Berkelanjutan lewat Sustainability Ambitions 2030

October 1, 2026
Sah! Nanang Hendarno Jadi Dirut Telkom (TLKM), Gantikan Dian Siswarini

Sah! Nanang Hendarno Jadi Dirut Telkom (TLKM), Gantikan Dian Siswarini

October 1, 2026
Jadi Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Punya Harta Rp 4,7 Miliar

Jadi Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Punya Harta Rp 4,7 Miliar

October 1, 2026
Investor Kakap Borong Saham Lucy In The Sky (LUCY), Rogoh Kocek Segini

Investor Kakap Borong Saham Lucy In The Sky (LUCY), Rogoh Kocek Segini

October 1, 2026
Buka Pasar Lokal, RLCO Bawa Produk Sarang Burung Walet Standar Global

Buka Pasar Lokal, RLCO Bawa Produk Sarang Burung Walet Standar Global

October 1, 2026
Breaking News! IHSG Sempat Anjlok 1% Lebih Kala Ada Reshuffle Kabinet

Breaking News! IHSG Sempat Anjlok 1% Lebih Kala Ada Reshuffle Kabinet

October 1, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 1, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

1 hour ago
in Lifestyle
Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Ketidakpastian luar biasa kini tengah menyelimuti jalanan Yerusalem menjelang pemilihan umum yang akan digelar kurang dari sebulan lagi. Kontestasi ini diyakini akan menjadi titik balik krusial bagi Israel yang telah berubah drastis pasca-serangan 7 Oktober 2023 dan pertempuran berdarah selama hampir tiga tahun di Gaza, Lebanon, serta Iran.

Mengutip The Guardian, Kamis (1/10/2026), pertarungan politik di negara tersebut masih berada di ujung tanduk. Selama lebih dari dua tahun, sebagian besar jajak pendapat secara konsisten memprediksi bahwa koalisi partai yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan merosot di bawah ambang batas 61 kursi parlemen (Knesset) yang diwajibkan untuk membentuk pemerintahan baru.

Namun, tidak ada jalan yang mulus menuju tampuk kekuasaan bagi lawan utamanya, mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Gadi Eisenkot. Jajak pendapat terbaru Channel 13 pekan lalu merekam kebuntuan ekstrem: partai-partai penentang Netanyahu diproyeksikan memenangkan 52 kursi, melawan 51 kursi untuk blok perdana menteri, di mana keduanya gagal mencapai mayoritas 61 kursi.

Partai Yashar pimpinan Eisenkot menduduki puncak jajak pendapat dengan 22 kursi, sementara partai Likud milik Netanyahu diproyeksikan hanya meraup 18 kursi. Langkah Eisenkot terhambat karena ia dengan tegas menolak berkoalisi dengan partai-partai yang mewakili warga Palestina di Israel, yang diproyeksikan akan mengamankan 12 kursi krusial. Akibatnya, parlemen yang sangat terfragmentasi tampaknya akan kembali terjadi.

Amarah Publik & Badai Ekonomi

Suasana pesimisme dan keraguan kini sangat kental terasa di tengah masyarakat. Kepercayaan publik terhadap institusi negara anjlok drastis ke level 34% pada 2025, dibandingkan 61% pada 2012 silam. Tragedi 7 Oktober diyakini menjadi beban terberat bagi petahana, di mana 68% responden Yahudi menjadikannya sebagai faktor penentu arah suara mereka.

Seorang pemilik toko di Jalan Jaffa, Ilda, menuntut pertanggungjawaban penuh pemerintah, terutama usai mencuatnya investigasi Haaretz yang mengeklaim Netanyahu telah diperingatkan soal potensi serangan Hamas.

“Setelah 7 Oktober, semua orang di pemerintahan ini harus disalahkan,” tegasnya.

“Setelah jurnalis mengungkap apa yang terjadi, lihat apa yang mereka lakukan: mereka menyerang jurnalis alih-alih mengambil tanggung jawab,” paparnya.

Ketidakpuasan ini juga merembet ke urusan perut. Di tengah konflik regional dan kacaunya rantai pasokan, harga makanan segar di Israel telah melonjak tajam hingga 9,5% selama dua tahun terakhir. Turgeman, seorang warga yang tengah bersantai di Jaffa, mengaku sudah muak dengan kebijakan pro-perang rezim saat ini yang mengabaikan krisis ekonomi.

“Saya akan memilih siapa saja kecuali perdana menteri 7 Oktober,” ucapnya.

“Kita butuh perdana menteri yang normal, seseorang yang juga peduli dengan ekonomi dan harga-harga yang melonjak akibat perang,” kata Turgeman.

Petaka Wajib Militer & Penjegalan Partai Arab

Posisi Netanyahu kian terjepit setelah Mahkamah Agung pada tahun 2024 memutuskan untuk menghapus pengecualian wajib militer bagi pria ultra-Ortodoks (Haredi). Putusan ini menyulut protes anti-wamil, penutupan jalan, hingga bentrokan dengan polisi. Kaum Haredi muda kini meluapkan kemarahannya kepada Netanyahu karena gagal meloloskan undang-undang yang melindungi hak pengecualian mereka.

Mahasiswa ultra-Ortodoks, Pinchas, menilai dinamika ini akan mendorong generasi mudanya untuk melawan arahan para rabi (pemuka agama) saat memilih nanti.

“Semua pilihan dalam pemilu ini adalah sampah, tetapi saya pikir saya akan memilih Eisenkot,” ungkapnya.

Di sisi lain kubu oposisi, jalan Eisenkot untuk mendepak Netanyahu kini terancam bubar jalan usai Komite Pemilihan Pusat pekan lalu melakukan pemungutan suara untuk melarang Ra’am dan Joint List, dua partai Palestina utama di negara tersebut, dari keikutsertaan pemilu.

Pelarangan kontroversial ini dipicu oleh petisi dari partai sayap kanan ekstrem Otzma Yehudit pimpinan Itamar Ben-Gvir yang menuduh partai Arab tersebut mendukung terorisme. Petisi balasan dari partai Demokrat untuk melarang Otzma Yehudit atas hasutan rasisme justru ditolak mentah-mentah.

Nasib pelarangan ini sekarang berada di tangan Mahkamah Agung. Jika partai Arab diizinkan maju, mereka akan menjadi penentu kunci bagi prospek Eisenkot membentuk pemerintahan. Bagi warga Arab Israel asal Mashhad, Amir, partisipasi politik ini menjadi satu-satunya instrumen untuk melawan rasisme sistemik pasca-7 Oktober.

“Pemilu ini adalah tentang kekuatan kita sebagai komunitas Arab dan kemampuan kita untuk memiliki suara politik yang berpengaruh,” katanya.

“Kita butuh perwakilan Arab yang kuat dan bersatu pada isu kesetaraan, diskriminasi, dan perjuangan Palestina, sambil bekerja sama ketika itu menguntungkan komunitas kita.”

(tps/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

October 1, 2026
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .