• Latest
Ini Penyebab IHSG Ditutup Nyaris Naik 2% dan Balik Lagi ke 6.000-an

Ini Penyebab IHSG Ditutup Nyaris Naik 2% dan Balik Lagi ke 6.000-an

July 13, 2026
Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

October 1, 2026
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

October 1, 2026
Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

Video: Keyakinan Konsumen Naik, Penjualan AC

October 1, 2026
IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

IHSG Masih Tertekan, Melemah 1,02% ke Level 6.009

October 1, 2026
Jadi Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman Punya Harta Rp 52,8 Miliar

Jadi Wakil Menteri Keuangan, Luky Alfirman Punya Harta Rp 52,8 Miliar

October 1, 2026
AZKO Perkuat Bisnis Berkelanjutan lewat Sustainability Ambitions 2030

AZKO Perkuat Bisnis Berkelanjutan lewat Sustainability Ambitions 2030

October 1, 2026
Sah! Nanang Hendarno Jadi Dirut Telkom (TLKM), Gantikan Dian Siswarini

Sah! Nanang Hendarno Jadi Dirut Telkom (TLKM), Gantikan Dian Siswarini

October 1, 2026
Jadi Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Punya Harta Rp 4,7 Miliar

Jadi Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Punya Harta Rp 4,7 Miliar

October 1, 2026
Investor Kakap Borong Saham Lucy In The Sky (LUCY), Rogoh Kocek Segini

Investor Kakap Borong Saham Lucy In The Sky (LUCY), Rogoh Kocek Segini

October 1, 2026
Buka Pasar Lokal, RLCO Bawa Produk Sarang Burung Walet Standar Global

Buka Pasar Lokal, RLCO Bawa Produk Sarang Burung Walet Standar Global

October 1, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 1, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Ini Penyebab IHSG Ditutup Nyaris Naik 2% dan Balik Lagi ke 6.000-an

3 months ago
in Economy
Ini Penyebab IHSG Ditutup Nyaris Naik 2% dan Balik Lagi ke 6.000-an
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat kencang pada akhir perdagangan hari ini, Senin (13/6/2026). Setelah mengalami volatilitas tinggi sepanjang hari, IHSG tiba-tiba melambung 20 menit sebelum pasar tutup hingga akhirnya parkir di level 6.037,84. 

IHSG ditutup naik 113,48 poin atau 1,92%. Sebanyak 392 emiten naik, 268 turun, dan 305 stagnan. Nilai transaksi pada akhir sesi 2 mencapai Rp 12,14 triliun dengan volume 25,07 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,68 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 10.510 triliun. 

Mengutip Refinitiv, pada akhir sesi nyaris seluruh sektor berada di zona hijau. Hanya kesehatan yang masih koreksi tipis. 

Bahan baku, energi, utilitas, dan finansial memimpin penguatan dengan masing-masing naik 3,74%, 2,58%, 2,39%, dan 1,69%. 

Tercatat saham perbankan dan konglomerat kompak mendongkrak IHSG. Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Amman Mineral (AMMN) menjadi pendorong utama dengan bobot 13,88 poin, 11,68 poin, dan 11,37 poin. 

Selain itu, VKTR, BRPT, BBCA, hingga BBNI juga masuk dalam daftar top movers hari ini. Sementara itu, penahan laju IHSG terbilang tidak berarti. 

Adapun IHSG melompat naik di menit-menit akhir perdagangan setelah Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings memutuskan mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Sementara itu, prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil.

Dalam laporan yang dirilis pada 13 Juli 2026, S&P menilai pelemahan sejumlah indikator ekonomi Indonesia, baik dari sisi fiskal maupun eksternal, masih bersifat sementara dan berpotensi membaik dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Outlook peringkat jangka panjang tetap stabil,” tulis S&P dalam laporannya.

S&P mengakui posisi fiskal dan eksternal Indonesia mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya harga energi, kenaikan suku bunga global, pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya ketidakpastian kebijakan, serta akumulasi utang. Meski demikian, S&P menilai tekanan tersebut tidak bersifat permanen.

Menurut lembaga pemeringkat tersebut, perbaikan harga komoditas serta langkah pemerintah dalam mengendalikan belanja berpotensi membantu memperkuat kembali kondisi fiskal dan eksternal Indonesia.

S&P juga menyoroti berbagai upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sektor sumber daya alam dan mineral. Langkah tersebut dinilai berpotensi meningkatkan penerimaan negara dan kinerja ekspor dalam jangka panjang.

“Kami meyakini upaya pemerintah untuk memusatkan pengelolaan serta mengurangi kebocoran di sektor sumber daya alam dan mineral pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan negara dan penerimaan ekspor, terutama apabila implementasi kebijakan semakin membaik,” tulis S&P.

S&P juga menuturkan prospek stabil juga mencerminkan harapan kami bahwa pemerintah terus memandang batas defisit tahunan sebesar 3% sebagai jangkar kebijakan yang penting.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

Armagedon Politik Israel, Rezim Netanyahu Bisa Tumbang Bulan Depan

October 1, 2026
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .