• Latest
Petani Mendadak Kaya Raya, Dapat Duit Bisa Beli 12 Rumah Elite

Petani Mendadak Kaya Raya, Dapat Duit Bisa Beli 12 Rumah Elite

July 18, 2026
Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI

Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI

September 28, 2026
Juda Luruskan Isu SAL Tak Lagi di BI: Itu Salah!

Juda Luruskan Isu SAL Tak Lagi di BI: Itu Salah!

September 28, 2026
Rupiah Dekati Rp18.000, Airlangga: Ekspor Harus Digenjot!

Rupiah Dekati Rp18.000, Airlangga: Ekspor Harus Digenjot!

September 28, 2026
Bunga Kredit Susah Turun, DPR Soroti Praktik Special Rate Bank

Bunga Kredit Susah Turun, DPR Soroti Praktik Special Rate Bank

September 28, 2026
Dorong Pengembangan Bisnis Etiqa di RI, Ini Jurus Maybank Indonesia

Dorong Pengembangan Bisnis Etiqa di RI, Ini Jurus Maybank Indonesia

September 28, 2026
Morgan Stanley Lepas 450 Juta Saham GOTO di Harga Rp27

Morgan Stanley Lepas 450 Juta Saham GOTO di Harga Rp27

September 28, 2026
Target Rp20 T, Pemerintah Pede Surat Utang SBR015 Diborong Warga RI

Target Rp20 T, Pemerintah Pede Surat Utang SBR015 Diborong Warga RI

September 28, 2026
Haji Isam Harus Siapkan Duit Segini Jika Mau Caplok BCA (BBCA)

Haji Isam Harus Siapkan Duit Segini Jika Mau Caplok BCA (BBCA)

September 28, 2026
Diam-Diam Pendiri Saratoga Edwin Soeryadjaya Borong 360 Ribu Saham

Diam-Diam Pendiri Saratoga Edwin Soeryadjaya Borong 360 Ribu Saham

September 28, 2026
Gus Irfan Ungkap Perintah Prabowo Soal Biaya Haji 2027, Simak!

Gus Irfan Ungkap Perintah Prabowo Soal Biaya Haji 2027, Simak!

September 28, 2026
Rupiah Gampang Goyang Lawan Dolar? Destry Ungkap Biang Keroknya

Rupiah Gampang Goyang Lawan Dolar? Destry Ungkap Biang Keroknya

September 28, 2026
IHSG Anjlok 1% dan Dolar AS Nyaris Rp 18.000, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1% dan Dolar AS Nyaris Rp 18.000, Ini Penyebabnya

September 28, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, September 28, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Petani Mendadak Kaya Raya, Dapat Duit Bisa Beli 12 Rumah Elite

2 months ago
in Lifestyle
Petani Mendadak Kaya Raya, Dapat Duit Bisa Beli 12 Rumah Elite
Share on FacebookShare on Twitter




Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia – Keberuntungan luar biasa pernah menghampiri seorang petani asal Trenggalek, Jawa Timur, pada 1991. Pria bernama Suradji mendadak menjadi miliarder setelah memenangkan hadiah utama program Sumbangan Sosial Dermawan Berhadiah (SDSB), sebuah undian yang kala itu diselenggarakan pemerintah.

Suradji berhasil membawa pulang hadiah Rp1 miliar, jumlah yang sangat fantastis pada masanya. Jika disetarakan dengan harga emas saat ini, nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp50 miliar.

Saat itu, peluang memenangkan hadiah utama sangat kecil karena hanya satu atau dua peserta yang beruntung dari jutaan kupon yang beredar. Namun, nomor yang dimiliki Suradji ternyata cocok dengan hasil undian.

Pada awal 1990-an, uang Rp1 miliar memiliki daya beli yang sangat besar. Sebagai gambaran, harga rumah di kawasan elite Pondok Indah, Jakarta, saat itu berkisar Rp80 juta per unit. Artinya, hadiah yang diterima Suradji cukup untuk membeli sekitar 12 rumah di kawasan tersebut.

Harga emas juga masih berada di kisaran Rp20 ribu per gram. Dengan uang Rp1 miliar, ia dapat membeli sekitar 50 kilogram emas. Jika menggunakan harga emas saat ini sebagai pembanding, nilai hadiah tersebut setara sekitar Rp50 miliar.

Meski mendadak menjadi orang kaya, Suradji tidak menghabiskan seluruh uangnya untuk kepentingan pribadi.

Sebagai petani yang hidup di Dusun Telasih, Desa Parakan, Trenggalek, ia justru tergerak membantu masyarakat di desanya yang selama bertahun-tahun kesulitan menyeberangi sungai.

Kala itu, warga hanya mengandalkan jembatan bambu yang rapuh sehingga aktivitas sehari-hari selalu dibayangi risiko kecelakaan.

Melihat kondisi tersebut, Suradji memutuskan menggunakan sebagian hadiah yang diterimanya untuk membangun jembatan permanen.

Berdasarkan laporan Suara Pembaruan edisi 9 November 1991, ia mengeluarkan dana sekitar Rp117 juta dari kantong pribadinya untuk membangun jembatan beton tanpa bantuan pemerintah maupun swadaya masyarakat.

Jembatan tersebut kemudian dikenal masyarakat sebagai “Jembatan SDSB”, merujuk pada sumber dana pembangunannya.

Keputusan Suradji sempat menjadi perhatian luas dan diberitakan berbagai media nasional. Di era sebelum media sosial berkembang, kisah seorang petani yang menggunakan hadiah miliaran rupiah untuk membangun fasilitas umum menjadi perbincangan masyarakat.

Kisah Suradji tidak dapat dilepaskan dari keberadaan SDSB yang berlaku pada era Orde Baru.

Program yang diluncurkan pada 1989 itu merupakan salah satu skema undian berhadiah yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian Sosial untuk menghimpun dana dari masyarakat.

Masyarakat membeli kupon bernomor dengan harapan memenangkan hadiah uang tunai, sementara dana yang terkumpul digunakan untuk mendukung pembiayaan pembangunan.

SDSB bukanlah program pertama. Sebelumnya pemerintah juga pernah menerbitkan berbagai program serupa, seperti Lotere Dana Harapan (1978), Tanda Sumbangan Sosial Berhadiah (1979), Porkas Sepak Bola (1985), serta Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah (1987).

Meski diklaim sebagai program penghimpunan dana sosial, SDSB menuai kritik karena dinilai tidak berbeda dengan praktik perjudian.

Sejumlah akademisi, aktivis, hingga mahasiswa menilai sistem tersebut mendorong masyarakat mengejar kekayaan secara instan. Tidak sedikit warga yang rela berutang, menjual harta, bahkan mencari berbagai cara demi membeli kupon undian, meski peluang menang sangat kecil.

Pemerintah ketika itu membantah anggapan, SDSB merupakan bentuk perjudian. Namun, penolakan masyarakat terus menguat hingga akhirnya program tersebut resmi dihentikan pada 1993.

Meski kini praktik perjudian dilarang di Indonesia, kisah Suradji tetap dikenang sebagai salah satu cerita paling fenomenal dari era ketika pemerintah masih melegalkan undian berhadiah melalui SDSB.

(dce)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI

Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI

September 28, 2026
Juda Luruskan Isu SAL Tak Lagi di BI: Itu Salah!

Juda Luruskan Isu SAL Tak Lagi di BI: Itu Salah!

September 28, 2026
Rupiah Dekati Rp18.000, Airlangga: Ekspor Harus Digenjot!

Rupiah Dekati Rp18.000, Airlangga: Ekspor Harus Digenjot!

September 28, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .