Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan unusual market activity (UMA) alias pergerakan saham PT Niramas Utama Tbk. (JELI) mulai perdagangan sesi I Rabu (22/7/2026).
Saham yang baru initial public offering (IPO) di BEI itu disebut mengalami penurunan harga di luar kebiasaan. Mengutip data Stockbit, JELI terakhir ditutup di level 715 per saham usai turun 8,92% dan anjlok nyaris 60% dari harga penutupan tertinggi sejak listing.
Emiten dengan merek dagang utama Inaco itu juga tercatat telah anjlok 30,92% selama sepekan terakhir. Sejak IPO dengan harga 900 per saham, JELI sudah anjlok 20,56%.
Penatapan UMA ini terjadi tepat dua minggu sejak JELI melantai di bursa. Mengingatkan saja, JELI resmi IPO pada tanggal 7 Juli lalu.
“Pengumuman Aktivitas Pasar Tidak Biasa (UMA) ini tidak serta merta menunjukkan pelanggaran hukum dan peraturan di sektor pasar modal,” kata BEI dalam pengumumannya, dikutip Rabu (22/7/2026).
Bursa menyatakan bahwa mereka saat ini sedang memantau pola transaksi saham tersebut.
Oleh karena itu, Investor disarankan untuk:
a. Memperhatikan tanggapan Perusahaan Tercatat terhadap permintaan konfirmasi Bursa Efek;
b. Mengamati kinerja Perusahaan Tercatat dan pengungkapan informasinya;
c. Meninjau rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat jika rencana tersebut belum disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham;
d. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang mungkin timbul di masa mendatang sebelum mengambil keputusan investasi.
(fsd/fsd)
Add
as a preferred
source on Google



















