• Latest
Ketimbang BI Rate Naik, Perry Sebut Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah

Ketimbang BI Rate Naik, Perry Sebut Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah

July 22, 2026
Komisaris Medco Energi Internasional (MEDC) Ini Lepas 4,5 Miliar Saham

Komisaris Medco Energi Internasional (MEDC) Ini Lepas 4,5 Miliar Saham

September 25, 2026
Potensi Besar! Valbury Ungkap Alasan Banyak Investor Melirik Saham AS

Potensi Besar! Valbury Ungkap Alasan Banyak Investor Melirik Saham AS

September 25, 2026
Bareskrim Tangkap DPO Kasus Judi Online di Thailand, Ini Penampakannya

Bareskrim Tangkap DPO Kasus Judi Online di Thailand, Ini Penampakannya

September 25, 2026
Dikabarkan Mau Dicaplok Haji Isam, BCA Buka Suara

Dikabarkan Mau Dicaplok Haji Isam, BCA Buka Suara

September 25, 2026
Dituduh PHK Sepihak, Bank Maybank Indonesia (BNII) Buka Suara

Dituduh PHK Sepihak, Bank Maybank Indonesia (BNII) Buka Suara

September 25, 2026
OJK Cabut Izin Usaha BPRS Musyawarah Ummat Indonesia

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Musyawarah Ummat Indonesia

September 25, 2026
OJK Siapkan Aturan Dapen Boleh Investasi di Luar Negeri, Ini Alasannya

OJK Siapkan Aturan Dapen Boleh Investasi di Luar Negeri, Ini Alasannya

September 25, 2026
Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, OJK Buka Suara

Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, OJK Buka Suara

September 25, 2026
Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Regulataor Buka Suara

Transaksi Bayan-Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Regulataor Buka Suara

September 25, 2026
Aturan Pelaporan Insidential di Pasar Modal Terbit, Berlaku 1 Oktober

Aturan Pelaporan Insidential di Pasar Modal Terbit, Berlaku 1 Oktober

September 25, 2026
Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?

Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?

September 25, 2026
Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban

Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban

September 25, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, September 25, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Ketimbang BI Rate Naik, Perry Sebut Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah

2 months ago
in Market
Ketimbang BI Rate Naik, Perry Sebut Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) memandang peningkatan gelontoran berbagai insentif lebih efektif menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dibandingkan dengan cara menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate secara terus menerus.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan menaikkan insentif itu lebih efektif dalam menarik investasi asing, sehingga mampu menjaga pasokan dolar di dalam negeri. Langkah ini menurutnya lebih dapat mengendalikan dampak negatif dari suku bunga tinggi dalam negeri.

“Kami memutuskan tidak menaikkan BI rate, tapi meningkatkan insentif supaya semakin mendorong masuknya aliran portfolio asing. Ini yang kami putuskan hari ini. Dengan menaikkan insentif bagi portfolio asing, yang sekarang sudah ada, swap lindung nilai, yang sekarang 10%, kami tingkatkan menjadi 12,5%. Yang sekarang belum ada adalah insentif bagi Domestic Non Delivery Forward (DNDF), sekarang kita berikan insentif 15%,” kata Perry dalam konferensi pers, Rabu (22/7/2026).

Dengan kenaikan insentif tersebut, menurutnya dapat menarik lebih banyak investasi portfolio asing, sehingga dampaknya yakni nilai tukar lebih terkendali dan tentu saja tanpa memberikan dampak bagi kenaikan suku bunga di dalam negeri.

“Ini yang kami pilih, karena lebih efektif dari kenaikan BI Rate, di mana kenaikan insentif swap menjadi 12,5% dan pemberian insentif bagi DNDF menjadi 15% itu lebih efektif mengendalikan nilai tukar,” lanjut Perry.

Selain itu, BI juga memperluas pemberian insentif bagi DNDF. Adapun DNDF merupakan salah satu cara BI melakukan diversifikasi pembayaran, perdagangan, dan investasi.

“DNDF adalah bagaimana diversifikasi pembayaran, perdagangan, dan investasi. Kita sudah banyak kemajuan dengan Jepang, China, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Dengan diversifikasi pembayaran, perdagangan, dan investasi, ini akan mengurangi teman permintaan terhadap dolar,” terang Perry.

Berikutnya yakni pemanfaatan lebih dari penggunaan Local Currency Transaction (LCT) dengan negara-negara mitra. Hal ini diberikan untuk mendukung diversifikasi transaksi valas sekaligus mengurangi ketergantungan dolar AS.

“Kemudian kami juga lebih memanfaatkan LCT, baik dalam yen (Jepang), yuan (China), maupun mata uang lain, untuk memanfaatkan bagi pasar valas dalam negeri,” ujar Perry.

(arj/arj)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Komisaris Medco Energi Internasional (MEDC) Ini Lepas 4,5 Miliar Saham

Komisaris Medco Energi Internasional (MEDC) Ini Lepas 4,5 Miliar Saham

September 25, 2026
Potensi Besar! Valbury Ungkap Alasan Banyak Investor Melirik Saham AS

Potensi Besar! Valbury Ungkap Alasan Banyak Investor Melirik Saham AS

September 25, 2026
Bareskrim Tangkap DPO Kasus Judi Online di Thailand, Ini Penampakannya

Bareskrim Tangkap DPO Kasus Judi Online di Thailand, Ini Penampakannya

September 25, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .