Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengungkapkan instrumen kebijakan Local Currency Transaction (LCT) antara Bank Indonesia dan Bank of China, juga dinilai sukses.
Tercatat ada 300% peningkatan transaksi dengan perdagangan langsung antara Rupiah dan Yuan. Bahkan, saat ini nilainya telah mencapai US$ 60 miliar per tahun.
“Dimulai dengan US$ 30 miliar dolar sekarang menuju US$ 60 miliar. Dan kira-kira sebulan yang lalu juga kami ke Bank Indonesia mengatakan bahwa langsung antara Rupiah dan Yuan transaksinya sudah naik 300%. Jadi artinya ini luar biasa,” tutur Anindya.
Tak hanya LCT, Anin mengungkapkan penggunaan QRIS di China juga menguat pesat. Menurutnya, peningkatan ini juga dilatarbelakangi oleh perdagangan dan investasi yang marak antara Indonesia dan China, serta Hong Kong.
Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, pertumbuhan LCT pesat dicatatkan dengan China dan Jepang.
“Kami di BI memfasilitasi dengan spot CNY atau yen terhadap rupiah. Mereka (investor hingga pedagang) butuh kurs yuan dan yen bisa domestik. Apalagi perdagangan dengan China dengan LCT US$ 9 miliar per Mei,” kata Destry, dalam Investment Forum 2026, Rabu (15/7/2026).
Ke depannya, dia memastikan sosialisasi penggunaan LCT akan digenjot karena dampaknya yang besar terhadap stabilitas keuangan Indonesia. BI bersama bank sentral China akan memperdalam skema ini dengan melakukan sosialisasi.
“Ini kalau kita bisa manage bisa kasih dampak positif ke ekonomi,” paparnya.
(haa/haa)
Add
as a preferred
source on Google

















