• Latest
Siap-Siap! ETF Emas Diluncurkan 10 Agustus 2026

Siap-Siap! ETF Emas Diluncurkan 10 Agustus 2026

July 23, 2026
Waspada! Ramai Kasus Penipu Nyamar Jadi Petugas Bank

Waspada! Ramai Kasus Penipu Nyamar Jadi Petugas Bank

July 23, 2026
Moody’s Kasih Outlook Negatif, Bos Danantara: Roadshow Kita Positif

Moody’s Kasih Outlook Negatif, Bos Danantara: Roadshow Kita Positif

July 23, 2026
30 Perusahaan China Datang ke RI, Bawa Potensi Kerja Sama Rp36 T

30 Perusahaan China Datang ke RI, Bawa Potensi Kerja Sama Rp36 T

July 23, 2026
Purbaya Pastikan Porsi APBN di Cicilan Utang Whoosh Minim

Purbaya Pastikan Porsi APBN di Cicilan Utang Whoosh Minim

July 23, 2026
Panda Bond RI Diserbu Investor China, Purbaya Raup Rp18,4 Triliun

Panda Bond RI Diserbu Investor China, Purbaya Raup Rp18,4 Triliun

July 23, 2026
Saingan Singapura, PFII Mau Dibuka di Jakarta Sebelum Pindah ke Bali

Saingan Singapura, PFII Mau Dibuka di Jakarta Sebelum Pindah ke Bali

July 23, 2026
Purbaya Bilang Rilis Panda Bond Bakal Bikin Rupiah ‘Strong’

Purbaya Bilang Rilis Panda Bond Bakal Bikin Rupiah ‘Strong’

July 23, 2026
Terungkap, Ini Alasan Laba BMRI Melesat 24% Jadi Rp 30,4 T

Terungkap, Ini Alasan Laba BMRI Melesat 24% Jadi Rp 30,4 T

July 23, 2026
OJK Bubarkan Dana Pensiun Bank CIMB Niaga

OJK Bubarkan Dana Pensiun Bank CIMB Niaga

July 23, 2026
Cicilan Pertama Kopdes ke Himbara Jatuh Tempo Bulan September

Cicilan Pertama Kopdes ke Himbara Jatuh Tempo Bulan September

July 23, 2026
Bos Bank Mandiri Warning Soal Likuiditas, Suku Bunga & Nilai Tukar

Bos Bank Mandiri Warning Soal Likuiditas, Suku Bunga & Nilai Tukar

July 23, 2026
IHSG Tiba-Tiba Balik Arah, Ditutup Turun 0,30% ke Level 6.315

IHSG Tiba-Tiba Balik Arah, Ditutup Turun 0,30% ke Level 6.315

July 23, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, July 23, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Siap-Siap! ETF Emas Diluncurkan 10 Agustus 2026

3 hours ago
in Market
Siap-Siap! ETF Emas Diluncurkan 10 Agustus 2026
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar modal Indonesia bersiap memasuki era baru investasi berbasis emas melalui kehadiran Exchange-Traded Fund dengan aset yang mendasari berupa emas. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan aset tersebut pada tanggal 10 Agustus 2026. Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, tanggal peluncurannya bertepatan dengan momentum ulang tahun BEI.

“Nanti, insyaallah di-launching di hari ulang tahun pasar modal tanggal 10 Agustus,” ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Iding mengungkapkan, beberapa anggota bursa (AB) sudah menyatakan berminat untuk menerbitkan ETF emas tersebut. Namun, Ia belum dapat merincikannya secara jelas.

“Sudah ada beberapa AB yang akan menerbitkan ETF gold,” ucapnya.

Instrumen ini diproyeksikan menjadi salah satu inovasi penting di industri keuangan nasional karena menggabungkan keunggulan investasi emas dengan fleksibilitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pengembangan ETF Emas merupakan bagian dari program reformasi ETF yang tengah didorong BEI untuk memperluas variasi produk investasi di pasar modal. Kehadiran produk ini diharapkan mampu membuka akses investasi emas yang lebih mudah, modern, likuid, serta terjangkau bagi investor ritel maupun institusi.

Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian, emas kembali menjadi salah satu instrumen investasi yang dilirik. Pelemahan Dolar Amerika Serikat, perubahan arah kebijakan suku bunga global, hingga tensi geopolitik internasional membuat investor kembali mencari aset lindung nilai atau safe haven. Karakteristik emas sebagai aset lindung nilai membuat instrumen berbasis emas semakin relevan sebagai salah satu alternatif diversifikasi portofolio investasi.

Data dari BEI menunjukkan bahwa sepanjang 2025, emas menjadi salah satu aset dengan pertumbuhan tertinggi. Bahkan dalam rata-rata kinerja 10 tahun terakhir, emas mampu mencatat imbal hasil kompetitif dan memiliki korelasi relatif rendah terhadap saham maupun obligasi. Karakteristik tersebut membuat emas relevan sebagai instrumen diversifikasi portofolio investasi.

Indonesia memiliki posisi strategis dalam industri emas dunia. Sebagai salah satu produsen emas terbesar global dengan cadangan emas yang besar, Indonesia memiliki peluang kuat untuk menjadi mengembangkan ekosistem bullion. Kehadiran ETF Emas di pasar modal diharapkan mampu menjadi jembatan antara produksi emas nasional dengan kebutuhan investasi investor domestik maupun global.

Saat ini jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertumbuh pesat. Hingga akhir Mei 2026, jumlah investor tercatat telah melampaui 27 juta investor. Dengan nilai kapitalisasi pasar yang besar serta transaksi harian yang terus meningkat, pasar modal dinilai siap menjadi kanal distribusi investasi emas yang lebih efisien dan transparan.

ETF Emas nantinya berbentuk reksa dana kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di BEI, layaknya saham. Investor dapat membeli produk ini melalui aplikasi online trading dengan mekanisme transaksi yang mudah dan real time.

Kehadiran ETF Emas akan memberikan mekanisme investasi yang lebih efektif bagi masyarakat. Berbeda dengan pembelian emas fisik yang membutuhkan tempat penyimpanan serta memiliki risiko kehilangan, ETF Emas memberikan eksposur terhadap harga emas melalui sistem perdagangan bursa dengan underlying berupa emas fisik yang tersimpan secara aman di lembaga kustodian dan penyimpan emas berizin.

Melalui ETF Emas, investor dapat memperoleh eksposur terhadap harga emas melalui mekanisme investasi yang lebih praktis, transparan, dan terintegrasi dengan ekosistem pasar modal. Aset yang mendasari ETF Emas wajib memenuhi standar kemurnian minimum 99,5% berstandar global London Bullion Market Association (LBMA) atau 99,9% sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Mayoritas dana investasi akan ditempatkan pada aset emas, sementara sebagian kecil lainnya dapat ditempatkan pada instrumen pasar uang dan kas.

Menariknya, ETF Emas di Indonesia juga dapat diterbitkan dengan prinsip syariah. Produk ini telah memperoleh Fatwa DSN-MUI Nomor 163/DSN-MUI/VIII/2025 tentang ETF Syariah Emas. Dengan adanya fatwa tersebut, ETF Emas diharapkan dapat menjangkau investor syariah yang selama ini mencari instrumen investasi emas yang sesuai prinsip syariat Islam.

Dalam ketentuannya, ETF Syariah Emas wajib terhindar dari unsur riba, gharar, maysir, dan dharar. Selain itu, setiap unit yang diterbitkan wajib memiliki underlying emas yang tersedia secara fisik dan disimpan dalam allocated account.

Dari sisi regulasi, pengembangan ETF Emas juga mendapat dukungan penuh dari regulator. Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan POJK Nomor 2 Tahun 2026 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek dengan Aset yang Mendasari Berupa Emas.

Sementara itu, BEI juga telah melakukan penyesuaian sejumlah aturan terkait pencatatan dan perdagangan ETF guna mengakomodasi kehadiran ETF Emas di pasar modal Indonesia. Langkah ini menunjukkan keseriusan regulator dan pelaku industri dalam membangun ekosistem investasi emas berbasis pasar modal.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa minat pelaku industri terhadap penerbitan ETF Emas terbilang cukup tinggi. Hingga saat ini, sebanyak tujuh Manajer Investasi (MI) telah menyampaikan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF Emas kepada BEI.

“Untuk penerbitannya, saat ini ada tujuh manajer investasi yang telah menyampaikan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF Emas kepada BEI,” ujarnya pada Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI, dikutip Jumat (3/7/2026).

Selain itu, survei yang dilakukan BEI kepada investor individu dan institusi menunjukkan bahwa ETF berbasis emas menjadi salah satu produk paling diminati untuk dikembangkan di pasar modal. Meski demikian, investor tetap perlu memahami risiko investasi ETF Emas.

ETF Emas tetap memiliki risiko yang perlu dipahami investor, antara lain pengaruh volatilitas harga emas global, risiko likuiditas perdagangan, serta potensi tracking error antara kinerja ETF dan harga spot emas acuannya. Namun demikian, instrumen ini menjadi langkah baru Indonesia dalam membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif, inovatif, dan kompetitif di tingkat internasional.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Waspada! Ramai Kasus Penipu Nyamar Jadi Petugas Bank

Waspada! Ramai Kasus Penipu Nyamar Jadi Petugas Bank

July 23, 2026
Moody’s Kasih Outlook Negatif, Bos Danantara: Roadshow Kita Positif

Moody’s Kasih Outlook Negatif, Bos Danantara: Roadshow Kita Positif

July 23, 2026
30 Perusahaan China Datang ke RI, Bawa Potensi Kerja Sama Rp36 T

30 Perusahaan China Datang ke RI, Bawa Potensi Kerja Sama Rp36 T

July 23, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .