• Latest
Bursa Asia Kompak Menguat, Investor Cermati Data Tenaga Kerja AS

Bursa Asia Kompak Menguat, Investor Cermati Data Tenaga Kerja AS

September 4, 2026
Sektor Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa Jelang Akhir Tahun

Sektor Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa Jelang Akhir Tahun

September 7, 2026
IHSG Ditutup Lesu, Turun 0,12% di Sesi 1

IHSG Ditutup Lesu, Turun 0,12% di Sesi 1

September 7, 2026
Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa

Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa

September 7, 2026
Bos Bio Farma Buka-bukaan Soal Transformasi & Pengembangan Bisnis

Bos Bio Farma Buka-bukaan Soal Transformasi & Pengembangan Bisnis

September 7, 2026
Fundamental Kokoh, BRI Perkuat Kontribusi ke Ekonomi Nasional

Fundamental Kokoh, BRI Perkuat Kontribusi ke Ekonomi Nasional

September 7, 2026
Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa, Ada 3 Calon Emiten

Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa, Ada 3 Calon Emiten

September 7, 2026
Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat Perdagangan UANG

Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat Perdagangan UANG

September 7, 2026
BI Catat Uang Primer Rp2.281 Triliun, Tumbuh 16,3% pada Agustus

BI Catat Uang Primer Rp2.281 Triliun, Tumbuh 16,3% pada Agustus

September 7, 2026
Bumi Resources (BUMI) Akuisisi 100% Saham Loyal Metals Australia

Bumi Resources (BUMI) Akuisisi 100% Saham Loyal Metals Australia

September 7, 2026
Pemerintah Tarik Pinjaman Baru, Cadev RI Naik Jadi US6,5 M

Pemerintah Tarik Pinjaman Baru, Cadev RI Naik Jadi US$146,5 M

September 7, 2026
ADHI Karya Bukukan Kontrak Baru Naik 118% Jadi Rp8,3 Triliun

ADHI Karya Bukukan Kontrak Baru Naik 118% Jadi Rp8,3 Triliun

September 7, 2026
Payroll ASN Pindah ke Himbara, LPS Ungkap Dampaknya ke BPD

Payroll ASN Pindah ke Himbara, LPS Ungkap Dampaknya ke BPD

September 7, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, September 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Bursa Asia Kompak Menguat, Investor Cermati Data Tenaga Kerja AS

3 days ago
in People & Culture
Bursa Asia Kompak Menguat, Investor Cermati Data Tenaga Kerja AS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Jumat (4/9/2026), mengikuti penguatan Wall Street pada sesi sebelumnya.

Melansir CNBC, Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 1,32%, Nikkei 225 Jepang bertambah 0,25%, sementara S&P/ASX 200 Australia naik 0,14%.

Penguatan pasar saham Amerika Serikat (AS) mendapat dorongan setelah imbal hasil (yield) Treasury AS mengalami penurunan. Sentimen positif juga datang dari pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang mengatakan dirinya akan cenderung mendukung untuk mempertahankan suku bunga pada kisaran target saat ini sebesar 3,5%-3,75% dalam pertemuan bank sentral AS pada 15-16 September mendatang.

Pernyataan Waller menjadi perhatian pelaku pasar karena memberikan sinyal mengenai arah kebijakan moneter The Fed dalam pertemuan September. Investor kini mengalihkan perhatian pada katalis pasar berikutnya, yakni laporan ketenagakerjaan AS untuk Agustus yang akan dirilis pada Jumat pagi waktu setempat.

Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan jumlah pekerja nonpertanian atau nonfarm payrolls AS bertambah sebanyak 53.000 pada Agustus 2026. Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan berada di level 4,1%, dibandingkan kehilangan 23.000 pekerjaan pada Juli.

Data ketenagakerjaan tersebut akan menjadi salah satu indikator penting bagi investor dalam menilai langkah kebijakan The Fed selanjutnya. Pelemahan pasar tenaga kerja dapat memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS memiliki ruang untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter.

Ekonom Senior Interactive Brokers José Torres mengatakan data inflasi yang akan dirilis pekan depan juga akan menjadi faktor penting bagi arah pasar. Namun, menurut dia, penurunan yang berkelanjutan dalam indikator ketenagakerjaan seharusnya cukup bagi The Fed untuk mulai mempertimbangkan sisi ketenagakerjaan dalam mandat kebijakannya, alih-alih terus berfokus pada upaya menekan tekanan harga.

Torres secara khusus mencermati data inflasi konsumen atau consumer price index (CPI) dan inflasi produsen atau producer price index (PPI) yang akan dirilis pekan depan. Kedua data tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk mengukur keseimbangan antara risiko inflasi dan pelemahan pasar tenaga kerja dalam menentukan arah kebijakan The Fed.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Sektor Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa Jelang Akhir Tahun

Sektor Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa Jelang Akhir Tahun

September 7, 2026
IHSG Ditutup Lesu, Turun 0,12% di Sesi 1

IHSG Ditutup Lesu, Turun 0,12% di Sesi 1

September 7, 2026
Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa

Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa

September 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .