• Latest
Rupiah Dibuka Perkasa Pagi ini, Dolar AS Turun ke Rp17.610

Rupiah Dibuka Perkasa Pagi ini, Dolar AS Turun ke Rp17.610

September 4, 2026
Sektor Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa Jelang Akhir Tahun

Sektor Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa Jelang Akhir Tahun

September 7, 2026
IHSG Ditutup Lesu, Turun 0,12% di Sesi 1

IHSG Ditutup Lesu, Turun 0,12% di Sesi 1

September 7, 2026
Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa

Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa

September 7, 2026
Bos Bio Farma Buka-bukaan Soal Transformasi & Pengembangan Bisnis

Bos Bio Farma Buka-bukaan Soal Transformasi & Pengembangan Bisnis

September 7, 2026
Fundamental Kokoh, BRI Perkuat Kontribusi ke Ekonomi Nasional

Fundamental Kokoh, BRI Perkuat Kontribusi ke Ekonomi Nasional

September 7, 2026
Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa, Ada 3 Calon Emiten

Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa, Ada 3 Calon Emiten

September 7, 2026
Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat Perdagangan UANG

Harga Saham Bergerak Liar, BEI Pantau Ketat Perdagangan UANG

September 7, 2026
BI Catat Uang Primer Rp2.281 Triliun, Tumbuh 16,3% pada Agustus

BI Catat Uang Primer Rp2.281 Triliun, Tumbuh 16,3% pada Agustus

September 7, 2026
Bumi Resources (BUMI) Akuisisi 100% Saham Loyal Metals Australia

Bumi Resources (BUMI) Akuisisi 100% Saham Loyal Metals Australia

September 7, 2026
Pemerintah Tarik Pinjaman Baru, Cadev RI Naik Jadi US6,5 M

Pemerintah Tarik Pinjaman Baru, Cadev RI Naik Jadi US$146,5 M

September 7, 2026
ADHI Karya Bukukan Kontrak Baru Naik 118% Jadi Rp8,3 Triliun

ADHI Karya Bukukan Kontrak Baru Naik 118% Jadi Rp8,3 Triliun

September 7, 2026
Payroll ASN Pindah ke Himbara, LPS Ungkap Dampaknya ke BPD

Payroll ASN Pindah ke Himbara, LPS Ungkap Dampaknya ke BPD

September 7, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, September 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Rupiah Dibuka Perkasa Pagi ini, Dolar AS Turun ke Rp17.610

3 days ago
in People & Culture
Rupiah Dibuka Perkasa Pagi ini, Dolar AS Turun ke Rp17.610
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Mata uang Garuda mengawali perdagangan terakhir pekan ini dengan penguatan tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Jumat (4/9/2026), rupiah tercatata mengalami apresiasi hingga 0,23% ke posisi Rp17.610/US$.

Penguatan tersebut melanjutkan kinerja positif pada perdagangan Kamis (3/9/2026), ketika rupiah ditutup melesat 0,54% ke level Rp17.655/US$. Posisi itu menjadi penutupan terkuat rupiah sejak 21 Mei 2026 atau sekitar 15 pekan terakhir.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,07% ke posisi 98,981.

Meski berbalik naik pagi ini, DXY baru saja mengalami pelemahan tajam sebesar 0,69% pada penutupan perdagangan sebelumnya.


Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih mendapat sentimen positif dari pelemahan dolar AS di pasar global. Penurunan tajam DXY pada perdagangan sebelumnya memberikan ruang lebih besar bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.

Tekanan terhadap dolar salah satunya datang dari penguatan tajam yen Jepang. Yen melesat lebih dari 2% terhadap dolar AS hingga mencapai posisi 155,47 yen/US$, mendekati level terkuatnya sejak awal Mei.

Penguatan yen dipicu meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ). Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September mencapai 75%.

Ekspektasi tersebut menguat setelah anggota Dewan Kebijakan BOJ Hajime Takata mengatakan bank sentral perlu menaikkan suku bunga secara lebih cepat untuk menghadapi tekanan inflasi. Menguatnya yen ikut membebani DXY karena mata uang Jepang merupakan salah satu mata uang utama dalam indeks dolar AS.

Tekanan terhadap dolar membesar setelah Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller membuka peluang suku bunga tetap dipertahankan dalam pertemuan bulan ini.

Waller mengatakan dirinya cenderung mendukung keputusan mempertahankan suku bunga apabila data ekonomi berikutnya menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda.

Pernyataan tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Peluang kenaikan suku bunga turun menjadi 48%, dari 59% sebelum Waller menyampaikan pandangannya.

Menurunnya peluang kenaikan suku bunga membuat aset berdenominasi dolar menjadi relatif kurang menarik. Kondisi tersebut menekan greenback sekaligus memberikan tambahan tenaga bagi rupiah.

Namun, arah dolar berikutnya masih akan ditentukan oleh laporan tenaga kerja AS yang dijadwalkan dirilis pada Jumat waktu setempat.

Ekonom memperkirakan perekonomian AS menciptakan 56.000 lapangan kerja baru pada Agustus, setelah secara mengejutkan kehilangan 23.000 pekerjaan pada Juli.

Data klaim tunjangan pengangguran AS yang dirilis Kamis juga menunjukkan kenaikan tipis pada pekan lalu. Meski demikian, data tersebut belum memperlihatkan perubahan berarti pada kondisi pasar tenaga kerja hingga akhir Agustus.

Laporan tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan dapat semakin mengurangi peluang kenaikan suku bunga The Fed, menekan dolar, dan membuka ruang penguatan lanjutan bagi rupiah.

Sebaliknya, data yang lebih kuat dapat kembali meningkatkan ekspektasi pengetatan moneter dan membatasi laju penguatan mata uang Garuda.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Sektor Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa Jelang Akhir Tahun

Sektor Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa Jelang Akhir Tahun

September 7, 2026
IHSG Ditutup Lesu, Turun 0,12% di Sesi 1

IHSG Ditutup Lesu, Turun 0,12% di Sesi 1

September 7, 2026
Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa

Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa

September 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .