• Latest
Rupiah Dibuka Menguat 0,11%, Dolar AS Turun ke Rp17.610

Rupiah Dibuka Menguat 0,11%, Dolar AS Turun ke Rp17.610

September 7, 2026
Ekosistem Emas Jadi Masa Depan RI, Ungkap Peluangnya di Sini

Ekosistem Emas Jadi Masa Depan RI, Ungkap Peluangnya di Sini

October 30, 2026
Mengukur Kinerja Perusahaan Asuransi, Siapa yang Terbaik?

Mengukur Kinerja Perusahaan Asuransi, Siapa yang Terbaik?

October 30, 2026
Laba MTEL Kuartal III Jadi Rp 1,55 T, Manajemen Ungkap Penyebabnya

Laba MTEL Kuartal III Jadi Rp 1,55 T, Manajemen Ungkap Penyebabnya

October 30, 2026
Warga RI Mulai Kredit Kendaraan Lagi, Laba Adira (ADMF) Naik 56%

Warga RI Mulai Kredit Kendaraan Lagi, Laba Adira (ADMF) Naik 56%

October 30, 2026
Pendapatan Bunga Bersih Naik, KB Bank Lanjutkan Transformasi Bisnis

Pendapatan Bunga Bersih Naik, KB Bank Lanjutkan Transformasi Bisnis

October 30, 2026
Pendapatan Melonjak 55,45%, Laba Bersih Emiten Bakrie (BNBR) Susut

Pendapatan Melonjak 55,45%, Laba Bersih Emiten Bakrie (BNBR) Susut

October 30, 2026
Yield SBN Tembus Rekor Tertinggi 7,7%, Ini Respons Menteri Keuangan

Yield SBN Tembus Rekor Tertinggi 7,7%, Ini Respons Menteri Keuangan

October 30, 2026
WIKA Cetak Penjualan Rp15,8 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 11,9%

WIKA Cetak Penjualan Rp15,8 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 11,9%

October 30, 2026
Laba Emiten Bus Listrik Bakrie (VKTR) Melonjak 47%, Ini Penopangnya

Laba Emiten Bus Listrik Bakrie (VKTR) Melonjak 47%, Ini Penopangnya

October 30, 2026
Maybank Indonesia Cetak Laba Rp1,43 T, Pendapatan Bunga Tumbuh 4,3%

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp1,43 T, Pendapatan Bunga Tumbuh 4,3%

October 30, 2026
Minat Investasi Emas Fisik Vs Emas Digital Hadapi Gejolak Harga

Minat Investasi Emas Fisik Vs Emas Digital Hadapi Gejolak Harga

October 30, 2026
Top! Pendapatan MR.D.I.Y. Indonesia Tumbuh 24,5% di Kuartal III-2026

Top! Pendapatan MR.D.I.Y. Indonesia Tumbuh 24,5% di Kuartal III-2026

October 30, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 30, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Dibuka Menguat 0,11%, Dolar AS Turun ke Rp17.610

2 months ago
in Lifestyle
Rupiah Dibuka Menguat 0,11%, Dolar AS Turun ke Rp17.610
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali melanjutkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan pekan ini.

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Senin (7/9/2026), rupiah berhasil terapresiasi 0,11% ke posisi Rp17.610/US$.

Penguatan tersebut melanjutkan kinerja positif pada Jumat (4/9/2026), ketika mata uang Garuda ditutup menguat 0,11% ke level Rp17.630/US$. Posisi itu menjadi penutupan terkuat rupiah sejak 21 Mei 2026.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah tipis 0,03% ke posisi 99,143.

DXY kembali terkoreksi setelah menguat 0,27% pada perdagangan Jumat pekan lalu. Pelemahan dolar pagi ini memberikan ruang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatan.


Penguatan rupiah terjadi ketika pelaku pasar menantikan pengumuman posisi cadangan devisa Indonesia periode Agustus 2026. Bank Indonesia (BI) dijadwalkan merilis data tersebut pada pukul 10.00 WIB hari ini.

Pada akhir Juli 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$145,3 miliar, relatif stabil dibandingkan US$145,6 miliar pada akhir Juni.

Perkembangan tersebut dipengaruhi penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah. Pada saat bersamaan, cadangan devisa juga digunakan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi rupiah oleh BI.

Posisi cadangan devisa pada akhir Juli setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Rilis periode Agustus akan dicermati untuk melihat seberapa besar ruang yang dimiliki BI dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah masih tingginya tantangan eksternal yang bisa menciptakan volatilitas di pasar keuangan global.

Cadangan devisa yang tetap kuat dapat menopang kepercayaan terhadap rupiah dan aset keuangan domestik. Sebaliknya, penurunan yang cukup besar dapat menunjukkan tingginya kebutuhan pembayaran eksternal maupun penggunaan devisa untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Dari pasar global, dolar AS masih kesulitan melanjutkan penguatan meski ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) kembali meningkat.

Laporan tenaga kerja AS pada Jumat lalu sempat memberikan dorongan kepada greenback. Data tersebut membuat pelaku pasar kembali memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi sekitar 57%.

Namun, penguatan dolar tidak bertahan lama. Kekhawatiran terhadap utang pemerintah AS yang terus membengkak dan ketidakpastian arah kebijakan Negeri Paman Sam masih membebani greenback.

Dolar juga menghadapi tekanan karena sejumlah bank sentral utama dunia diperkirakan turut menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut membuat selisih kebijakan moneter antara The Fed dan bank sentral lainnya tidak melebar secara signifikan sehingga membatasi daya tarik dolar AS.

Perhatian pasar kini beralih kepada data inflasi AS yang akan dirilis pada Jumat mendatang. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat peluang kenaikan suku bunga The Fed dan kembali mengangkat dolar.

Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat memperbesar peluang The Fed mempertahankan suku bunga. Kondisi tersebut berpotensi menekan dolar dan membuka ruang penguatan bagi rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ekosistem Emas Jadi Masa Depan RI, Ungkap Peluangnya di Sini

Ekosistem Emas Jadi Masa Depan RI, Ungkap Peluangnya di Sini

October 30, 2026
Mengukur Kinerja Perusahaan Asuransi, Siapa yang Terbaik?

Mengukur Kinerja Perusahaan Asuransi, Siapa yang Terbaik?

October 30, 2026
Laba MTEL Kuartal III Jadi Rp 1,55 T, Manajemen Ungkap Penyebabnya

Laba MTEL Kuartal III Jadi Rp 1,55 T, Manajemen Ungkap Penyebabnya

October 30, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .