• Latest
Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.630

Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.630

September 7, 2026
Danantara Ungkap Kriteria Sektor Layak Investasi, Apa Saja?

Danantara Ungkap Kriteria Sektor Layak Investasi, Apa Saja?

September 7, 2026
Prabowo Pimpin Ratas Bencana Gempa-Erupsi Gunung Anak Krakatau

Prabowo Pimpin Ratas Bencana Gempa-Erupsi Gunung Anak Krakatau

September 7, 2026
Paylater Bank Tumbuh 31% Yoy, Lebih dari Dua Kali Lipat Kredit

Paylater Bank Tumbuh 31% Yoy, Lebih dari Dua Kali Lipat Kredit

September 7, 2026
IHSG Berakhir di Zona Merah, Ditutup Turun 0,25%

IHSG Berakhir di Zona Merah, Ditutup Turun 0,25%

September 7, 2026
Strategi PTBA Jaga Kinerja di Tengah Dinamika Pasar Batu Bara

Strategi PTBA Jaga Kinerja di Tengah Dinamika Pasar Batu Bara

September 7, 2026
Pakai Kereta Api, Logistik PTBA Tak Terganggu Kemarau Panjang

Pakai Kereta Api, Logistik PTBA Tak Terganggu Kemarau Panjang

September 7, 2026
Telkom Tak Tutup Pintu Merger Mitratel-TBIG

Telkom Tak Tutup Pintu Merger Mitratel-TBIG

September 7, 2026
Bedah Bisnis Batu Bara PTBA Perkuat Ketahanan Energi Era Perang

Bedah Bisnis Batu Bara PTBA Perkuat Ketahanan Energi Era Perang

September 7, 2026
16 Perusahaan Pembiayaan Belum Cukup Modal

16 Perusahaan Pembiayaan Belum Cukup Modal

September 7, 2026
Tekan Impor, Bio Farma Dorong TKDN Hingga 71%

Tekan Impor, Bio Farma Dorong TKDN Hingga 71%

September 7, 2026
Satgas PASTI Setop 951 Pinjol Ilegal, Kerugian Tembus Rp 206 Miliar

Satgas PASTI Setop 951 Pinjol Ilegal, Kerugian Tembus Rp 206 Miliar

September 7, 2026
Telkom Pangkas Anak Usaha dari 68 Jadi 18, Ini Dampaknya ke Kinerja

Telkom Pangkas Anak Usaha dari 68 Jadi 18, Ini Dampaknya ke Kinerja

September 7, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, September 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.630

2 hours ago
in Economy
Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.630
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini.

Merujuk data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Senin (7/9/2026), rupiah bertahan di posisi Rp17.630/US$. Posisi tersebut sama dengan penutupan perdagangan terakhir, Jumat (4/9/2026).

Rupiah sejatinya berhasil dibuka menguat 0,11% ke level Rp17.610/US$ pada pagi hari. Namun demikian, mata uang Garuda kemudian berbalik melemah hingga menyentuh posisi terendah hari ini di Rp17.665/US$, sebelum akhirnya memangkas pelemahan dan mengakhiri perdagangan di level penutupan. 

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah tipis 0,09% ke posisi 99,088. Setelah ditutup menguat 0,27% pada perdagangan Jumat pekan lalu.


Pergerakan rupiah hari ini berlangsung di tengah pengumuman kenaikan cadangan devisa Indonesia dan melemahnya dolar AS di pasar global.

Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia mencapai US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat US$1,2 miliar dibandingkan posisi akhir Juli sebesar US$145,3 miliar.

Kenaikan cadangan devisa dipengaruhi penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Peningkatan tetap terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi rupiah oleh BI.

“Di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (7/9/2026).

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Jumlahnya masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

BI menilai cadangan devisa tersebut memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Kenaikan cadangan devisa memberikan bantalan yang lebih kuat bagi BI dalam menghadapi volatilitas pasar global dan menjaga stabilitas rupiah.

Dari pasar global, dolar AS masih kesulitan mempertahankan penguatan meski peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) kembali meningkat setelah rilis laporan tenaga kerja AS.

Pelaku pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 57% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September. Perhatian selanjutnya tertuju pada data inflasi AS yang dijadwalkan dirilis Jumat pekan ini.

Dolar masih dibayangi kekhawatiran terhadap utang pemerintah AS yang terus membesar dan ketidakpastian arah kebijakan Negeri Paman Sam.

Sejumlah bank sentral utama dunia juga diperkirakan menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut membatasi pelebaran selisih suku bunga antara AS dan negara lain sehingga mengurangi daya tarik dolar.

Pelemahan DXY turut memberikan ruang bagi rupiah untuk bangkit dari level terendah perdagangan hari ini, meski belum cukup membawa mata uang Garuda ditutup di zona hijau.

Data inflasi AS akan menjadi penentu arah dolar berikutnya. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat peluang kenaikan suku bunga The Fed dan kembali mengangkat greenback. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah berpotensi menekan dolar serta membuka ruang penguatan bagi rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Danantara Ungkap Kriteria Sektor Layak Investasi, Apa Saja?

Danantara Ungkap Kriteria Sektor Layak Investasi, Apa Saja?

September 7, 2026
Prabowo Pimpin Ratas Bencana Gempa-Erupsi Gunung Anak Krakatau

Prabowo Pimpin Ratas Bencana Gempa-Erupsi Gunung Anak Krakatau

September 7, 2026
Paylater Bank Tumbuh 31% Yoy, Lebih dari Dua Kali Lipat Kredit

Paylater Bank Tumbuh 31% Yoy, Lebih dari Dua Kali Lipat Kredit

September 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .