• Latest
IHSG Sesi I Menguat 0,84%, Parkir di Level 6.674,95

IHSG Sesi I Menguat 0,84%, Parkir di Level 6.674,95

September 8, 2026
Hashim Warning! Rupiah Bisa Rp21.000/US$ Jika Masalah Ini Tak Beres

Hashim Warning! Rupiah Bisa Rp21.000/US$ Jika Masalah Ini Tak Beres

October 29, 2026
IHSG Ditutup turun 3,49% ke 5.098, Saham BCA Anjlok 6,35%

IHSG Ditutup turun 3,49% ke 5.098, Saham BCA Anjlok 6,35%

October 29, 2026
Rupiah Makin Tertekan, Ekonom Ungkap Skenario Dolar Tembus Rp18.800

Rupiah Makin Tertekan, Ekonom Ungkap Skenario Dolar Tembus Rp18.800

October 29, 2026
Hashim Warning Dolar Bisa Tembus Rp21.000, Bos BI Buka Suara

Hashim Warning Dolar Bisa Tembus Rp21.000, Bos BI Buka Suara

October 29, 2026
Hashim Peringatkan Efek RI Turun Kelas MSCI: Dana Asing Bisa Kering

Hashim Peringatkan Efek RI Turun Kelas MSCI: Dana Asing Bisa Kering

October 29, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 3,49% ke 5.098

IHSG Ditutup Anjlok 3,49% ke 5.098

October 29, 2026
Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS Jika Dana Asing Terus Kabur

Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS Jika Dana Asing Terus Kabur

October 29, 2026
Valbury Sabet Indonesia’s Best Broker For Global Asset Classes

Valbury Sabet Indonesia’s Best Broker For Global Asset Classes

October 29, 2026
Hashim Peringatkan Pengusaha, Hentikan Goreng Saham

Hashim Peringatkan Pengusaha, Hentikan Goreng Saham

October 29, 2026
Top! Didi Max Berjangka Raih Best Trading Education

Top! Didi Max Berjangka Raih Best Trading Education

October 29, 2026
Valbury Ungkap Aset Favorit Investor di Semester II 2026

Valbury Ungkap Aset Favorit Investor di Semester II 2026

October 29, 2026
Rupiah Menguat 0,28%, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp18.125

Rupiah Menguat 0,28%, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp18.125

October 29, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 29, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Sesi I Menguat 0,84%, Parkir di Level 6.674,95

2 months ago
in Lifestyle
IHSG Sesi I Menguat 0,84%, Parkir di Level 6.674,95
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan sesi I, Selasa (8/9/2026). IHSG ditutup sementara di level 6.674,95, naik 55,28 poin atau 0,84% dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di 6.619,67.

Penguatan ini membalikkan pelemahan IHSG pada perdagangan Senin yang ditutup turun 0,25%.

Berdasarkan data perdagangan hingga jeda sesi I, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.679,12 dan level terendah 6.636,94. Indeks dibuka di level 6.639,51.

Aktivitas perdagangan pada sesi I terpantau cukup ramai. Volume transaksi mencapai 21,03 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp8,13 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 1,318 juta kali.

Sebanyak 412 saham menguat, 222 saham melemah, sementara 329 saham stagnan.

Dengan penguatan tersebut, IHSG berhasil kembali mendekati area 6.700 setelah pada perdagangan sebelumnya tertekan hingga ditutup di level 6.619,67.

Penguatan IHSG juga ditopang oleh mayoritas sektor saham. Seluruh sektor tercatat berada di zona hijau pada sesi I.

Bahan baku menjadi sektor dengan penguatan terbesar, yakni sebesar 1,56% dan kemudian diikuti energi 0,81%.

Selanjutnya, sektor industri menguat 0,77%, finansial naik 0,76%, konsumer primer 0,73%, kesehatan 0,66%, dan properti 0,53%.

Dari sisi saham, sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penopang utama IHSG. Amman Mineral Internasional (AMMN) memberikan kontribusi terbesar dengan tambahan 8,51 poin indeks, disusul Sinar Mas Multiartha (SMMA) sebesar 7,45 poin dan Bank Central Asia (BBCA) sebesar 7,04 poin.

Kemudian Impack Pratama Industri (IMPC) menyumbang 2,56 poin, Bumi Resources (BUMI) 2,34 poin, serta Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 1,82 poin.

Di sisi lain, beberapa saham menjadi pemberat IHSG. Global Digital Niaga (BELI) tercatat mengurangi 1,76 poin indeks, diikuti Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar 1,05 poin dan Bumi Resources Minerals (BRMS) sebesar 0,79 poin.

Sentimen pasar hari ini diperkirakan bergerak campuran setelah data ekonomi yang dirilis kemarin menunjukkan penguatan pada ketahanan eksternal Indonesia. Cadangan devisa nasional kembali meningkat dan memberikan dukungan terhadap stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.

Perhatian pelaku pasar hari ini akan beralih ke pertumbuhan ekonomi Jepang, kinerja perdagangan China, serta perkembangan pasar tenaga kerja Amerika Serikat.

Rangkaian data tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan yen, yuan, dolar AS, harga komoditas, serta arah rupiah dan pasar saham Indonesia sepanjang perdagangan.

Dari dalam negeri, kembali dibukanya Bandara Soekarno Hatta serta menurunnya aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi kabar baik.

Cadangan devisa Indonesia naik menjadi US$146,5 miliar pada Agustus, dari US$145,3 miliar pada Juli, berdasarkan data yang dirilis kemarin, Senin, 7 September 2026 pukul 10.00 WIB.

Kenaikan sebesar US$1,2 miliar membawa cadangan devisa Indonesia ke posisi tertinggi sejak Maret.

Peningkatan tersebut terutama ditopang penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Tambahan cadangan tersebut mampu mengimbangi kebutuhan pembayaran utang luar negeri dan langkah stabilisasi rupiah yang dilakukan Bank Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan sekitar 5,4 bulan impor, atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Hashim Warning! Rupiah Bisa Rp21.000/US$ Jika Masalah Ini Tak Beres

Hashim Warning! Rupiah Bisa Rp21.000/US$ Jika Masalah Ini Tak Beres

October 29, 2026
IHSG Ditutup turun 3,49% ke 5.098, Saham BCA Anjlok 6,35%

IHSG Ditutup turun 3,49% ke 5.098, Saham BCA Anjlok 6,35%

October 29, 2026
Rupiah Makin Tertekan, Ekonom Ungkap Skenario Dolar Tembus Rp18.800

Rupiah Makin Tertekan, Ekonom Ungkap Skenario Dolar Tembus Rp18.800

October 29, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .