
Jakarta, CNBC Indonesia – IHSG ditutup menguat 1,01% ke level 6.686,44 pada perdagangan Selasa (8/9/2026) dengan seluruh sektor kompak menghijau.
Sejalan dengan penguatan IHSG, investor asing turut mencatatkan aksi beli bersih sepanjang perdagangan hari ini. Berdasarkan data perdagangan, foreign buy tercatat sebesar Rp4,67 triliun, sementara foreign sell sebesar Rp4,27 triliun. Dengan demikian, pasar secara keseluruhan (all market) membukukan net foreign buy sebesar Rp398,12 miliar, dengan rincian pasar reguler mencapai Rp379,39 miliar dan pasar tunai & negosiasi sebesar Rp18,73 miliar.
Meski demikian, di tengah aksi pesta tersebut sejumlah saham justru menjadi sasaran aksi jual bersih investor asing sepanjang perdagangan.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan net foreign sell terbesar, mencapai Rp178,07 miliar. Aksi lepas saham ini terjadi meski secara indeks, saham-saham grup Bakrie masih menjadi perhatian pasar, dengan afiliasinya PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) justru tercatat sebagai pemberat terbesar IHSG hari ini dengan kontribusi negatif 2,37 poin indeks.
Di posisi kedua, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turut dilepas asing dengan net foreign sell sebesar Rp85,79 miliar, disusul PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp69,58 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp49,08 miliar. BBNI turut tercatat sebagai salah satu pemberat indeks pada perdagangan hari ini dengan pengurangan 1,05 poin.
Berikut daftar 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan Selasa (8/9/2026):
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Rp178,07 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp85,79 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) – Rp69,58 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) – Rp49,08 miliar
- PT Timah Tbk (TINS) – Rp46,30 miliar
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) – Rp37,65 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) – Rp36,28 miliar
- PT Indosat Tbk (ISAT) – Rp26,86 miliar
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) – Rp25,90 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – Rp21,89 miliar
Menariknya, tekanan jual asing pada BUMI dan sejumlah saham komoditas seperti TINS dan ADRO terjadi bersamaan dengan penguatan sektor bahan baku yang justru menjadi penopang utama IHSG hari ini, mengindikasikan adanya aksi ambil untung (profit taking) di tengah reli indeks.
(fsd/fsd)



















