
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) alias KB Bank menawarkan obligasi subordinasi senilai Rp500 miliar melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank Tahap II Tahun 2026. Obligasi tersebut ditawarkan dalam dua seri dengan tingkat bunga mencapai 9,30% per tahun.
Berdasarkan informasi tambahan ringkas yang diterbitkan pada 12 Oktober 2026, penerbitan obligasi subordinasi ini merupakan bagian dari PUB Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank dengan target penghimpunan dana sebesar Rp1 triliun. Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan obligasi subordinasi tahap I tahun 2025 dengan nilai pokok Rp248 miliar.
Pada penerbitan tahap II, KB Bank menawarkan obligasi Seri A senilai Rp425 miliar dengan tingkat bunga 8,95% per tahun dan tenor lima tahun. Sementara itu, Seri B ditawarkan sebesar Rp75 miliar dengan tingkat bunga 9,30% per tahun dan tenor tujuh tahun.
Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama dijadwalkan pada 16 Januari 2027. Pokok obligasi Seri A akan dilunasi sekaligus pada 16 Januari 2031, sedangkan Seri B jatuh tempo pada 16 Januari 2033.
Penawaran umum obligasi subordinasi ini berlangsung pada 12-13 Oktober 2026. Adapun tanggal penjatahan dijadwalkan pada 14 Oktober 2026, diikuti pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi pada 16 Oktober 2026. Obligasi tersebut direncanakan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Oktober 2026.
Dalam penerbitan ini, KB Bank memperoleh peringkat AAidn atau Double A dari PT Fitch Ratings Indonesia. Peringkat tersebut dikonfirmasi kembali pada 23 September 2026.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026 yang tercantum dalam keterbukaan informasi, KB Bank membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp19,02 miliar. Capaian tersebut berbalik dari rugi sebesar Rp6,33 triliun pada 2024, sementara laba tahun berjalan pada 2025 tercatat sebesar Rp66,59 miliar.
Dari sisi neraca, total aset KB Bank mencapai Rp93,01 triliun per 30 Juni 2026, meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp89,79 triliun. Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp84,75 triliun dan total ekuitas sebesar Rp8,26 triliun.
(fsd/fsd)


















