• Latest
Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp18.050

Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp18.050

October 23, 2026
IHSG Meroket 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Meroket 1%, Ini Penyebabnya

October 23, 2026
Emiten Terafialiasi Luhut (TOBA) Disuntik Rp7,84 T, Kode Mau Akuisisi

Emiten Terafialiasi Luhut (TOBA) Disuntik Rp7,84 T, Kode Mau Akuisisi

October 23, 2026
Breaking! Saham-Saham Masih Diborong IHSG Meroket 1%

Breaking! Saham-Saham Masih Diborong IHSG Meroket 1%

October 23, 2026
Breaking! IHSG Meroket 1%

Breaking! IHSG Meroket 1%

October 23, 2026
Sempat Diisukan Mau Jual Tambang, Emiten Konglomerat RI Ini Masuk EBT

Sempat Diisukan Mau Jual Tambang, Emiten Konglomerat RI Ini Masuk EBT

October 23, 2026
Telkom Rampungkan Buyback Saham, Serok Rp36,54 Miliar

Telkom Rampungkan Buyback Saham, Serok Rp36,54 Miliar

October 23, 2026
Fadli Zon Buka Suara Soal IHSG Anjlok: Harus Ada Reformasi!

Fadli Zon Buka Suara Soal IHSG Anjlok: Harus Ada Reformasi!

October 23, 2026
Laba Adhi Karya (ADHI) Melonjak 247% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

Laba Adhi Karya (ADHI) Melonjak 247% di Kuartal III, Ini Penyebabnya

October 23, 2026
Laba Adhi Karya (ADHI) Melonjak 247,05% di Kuartal III

Laba Adhi Karya (ADHI) Melonjak 247,05% di Kuartal III

October 23, 2026
Program ‘1 Orang 1 Rekening’ Prabowo Masih Tunggu Aturan

Program ‘1 Orang 1 Rekening’ Prabowo Masih Tunggu Aturan

October 23, 2026
Bos OJK Ungkap Strategi Cegah Rekening Program Rp50 Ribu Jadi Dormant

Bos OJK Ungkap Strategi Cegah Rekening Program Rp50 Ribu Jadi Dormant

October 23, 2026
Mendagri Bilang 50 Juta Warga RI Tak Punya Rekening, Gimana Nasibnya?

Mendagri Bilang 50 Juta Warga RI Tak Punya Rekening, Gimana Nasibnya?

October 23, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 23, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp18.050

2 hours ago
in Market
Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp18.050
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Tekanan terhadap rupiah belum mereda. Pada pembukaan perdagangan Jumat (23/10/2026), mata uang Garuda kembali melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp18.050/US$, melemah 0,03% atau 5 poin dibandingkan penutupan Kamis (22/10/2026) di posisi Rp18.045/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau relatif stagnan di posisi 101,603.



Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memperkirakan penyaluran kredit baru perbankan meningkat pada kuartal IV-2026, seiring dengan standar pemberian kredit yang mulai lebih longgar.

Berdasarkan Survei Perbankan Triwulan III-2026 yang dirilis Kamis (22/10/2026), Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru diproyeksikan naik menjadi 91,31%, dari 90,08% pada kuartal sebelumnya.

Prospek tersebut sejalan dengan penurunan Indeks Lending Standard (ILS) dari 0,28 menjadi 0,15, yang menunjukkan standar penyaluran kredit diperkirakan lebih longgar. Perkembangan ini turut mencerminkan upaya mendorong pembiayaan di tengah langkah BI memperbesar ruang likuiditas perbankan.

Dari eksternal, perhatian pasar tertuju pada meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Mengutip laporan The New York Times, AS dan Israel disebut telah menyusun rencana untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS pada November mendatang.

Ketidakpastian semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington tidak sedang bernegosiasi dengan Teheran. Trump juga mengisyaratkan kemungkinan adanya perkembangan dalam waktu dekat.

Situasi tersebut turut menjaga harga minyak dunia di level tinggi. Pada awal perdagangan Asia Jumat (23/10/2026), harga minyak mentah Brent berada di sekitar US$112,96 per barel, setelah melonjak sekitar 4% pada perdagangan sebelumnya.

Bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak bersih, tingginya harga minyak berpotensi meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk impor energi sekaligus memperbesar risiko inflasi domestik.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, investor juga beralih ke obligasi pemerintah AS (US Treasury) sebagai aset aman.

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun lebih dari 17 basis poin menjadi 4,972%, level terendah dalam hampir satu bulan. Sementara itu, yield tenor dua tahun merosot lebih dari 16 basis poin menjadi 4,659%.

Penurunan imbal hasil obligasi AS berpotensi mengurangi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Namun, tingginya ketidakpastian geopolitik masih membuat investor berhati-hati terhadap aset berisiko, sehingga ruang penguatan rupiah tetap terbatas.

 

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Meroket 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Meroket 1%, Ini Penyebabnya

October 23, 2026
Emiten Terafialiasi Luhut (TOBA) Disuntik Rp7,84 T, Kode Mau Akuisisi

Emiten Terafialiasi Luhut (TOBA) Disuntik Rp7,84 T, Kode Mau Akuisisi

October 23, 2026
Breaking! Saham-Saham Masih Diborong IHSG Meroket 1%

Breaking! Saham-Saham Masih Diborong IHSG Meroket 1%

October 23, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .