• Latest
PGEO Kaji Masuk Listrik Data Center, Ini Kabar Terbarunya

PGEO Kaji Masuk Listrik Data Center, Ini Kabar Terbarunya

November 4, 2026
Bos Bank JTrust (BCIC) Pamit Mundur usai 7 Tahun Menjabat

Bos Bank JTrust (BCIC) Pamit Mundur usai 7 Tahun Menjabat

November 4, 2026
Harga & Durability Jadi Kunci

Harga & Durability Jadi Kunci

November 4, 2026
Review MSCI Membayangi, IHSG Berhasil Ditutup Menguat di 4.900

Review MSCI Membayangi, IHSG Berhasil Ditutup Menguat di 4.900

November 4, 2026
Pemilik Mobil EV Catat! Asuransi Terima Sederet Kasus Klaim Ini

Pemilik Mobil EV Catat! Asuransi Terima Sederet Kasus Klaim Ini

November 4, 2026
14 Ladang Panas Bumi Dibuka, PGEO Mau Masuk?

14 Ladang Panas Bumi Dibuka, PGEO Mau Masuk?

November 4, 2026
Kejar Target Free Float Saham 12,5% di 2027, PGEO Tak Mau Buyback

Kejar Target Free Float Saham 12,5% di 2027, PGEO Tak Mau Buyback

November 4, 2026
Aliran Modal Asing Masuk Rp126 Triliun, SBN & SRBI Jadi Primadona

Aliran Modal Asing Masuk Rp126 Triliun, SBN & SRBI Jadi Primadona

November 4, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,32% ke 4.919,77

IHSG Ditutup Menguat 0,32% ke 4.919,77

November 4, 2026
Produksi Cetak Rekor, PGEO Kebut Proyek Panas Bumi 105 MW

Produksi Cetak Rekor, PGEO Kebut Proyek Panas Bumi 105 MW

November 4, 2026
IHSG Bangkit, 3 Saham BUMN Jadi Penyelamat di Menit Akhir

IHSG Bangkit, 3 Saham BUMN Jadi Penyelamat di Menit Akhir

November 4, 2026
Rupiah Ditutup di Level Rp18.155 per Dolar AS

Rupiah Ditutup di Level Rp18.155 per Dolar AS

November 4, 2026
OJK Sanksi Supra Sekuritas, Pandu Sjahrir: Sudah Lepas Kepemilikan

OJK Sanksi Supra Sekuritas, Pandu Sjahrir: Sudah Lepas Kepemilikan

November 4, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, November 4, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

PGEO Kaji Masuk Listrik Data Center, Ini Kabar Terbarunya

2 hours ago
in Market
PGEO Kaji Masuk Listrik Data Center, Ini Kabar Terbarunya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) atau PGE terus mematangkan rencana pengembangan green data center alias pusat data berbasis energi panas bumi. Emiten pelat merah panas bumi itu kini tengah mengkaji aspek komersial dan regulasi, termasuk potensi penyediaan listrik secara langsung kepada operator data center tanpa terhubung dengan sumber listrik lain.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan kajian teknologi untuk pilot project green data center di lapangan panas bumi Kamojang, Jawa Barat. Proyek tersebut kini memasuki tahap kajian komersial dan regulasi.

“Secara technology study-nya kita sudah jalankan, sudah fix, nah sekarang masuk ke tahap bagaimana commerciality, bagaimana regulasi, nah ini sedang kaji menuju ke sana,” ujar Yani dalam media briefing di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026).

Ia menjelaskan, pilot project tersebut akan menjadi pembuktian konsep atau proof of concept untuk menunjukkan bahwa data center dapat beroperasi menggunakan listrik yang sepenuhnya berasal dari energi panas bumi.

Berbeda dengan model data center pada umumnya yang terhubung dengan jaringan listrik PLN, PGE berupaya mengembangkan model data center independen yang menggunakan pasokan listrik panas bumi secara langsung.

“Nanti kita ini menjadi green data center geothermal pertama mungkin di dunia ya yang tidak terkoneksi dengan sumber yang lain,” katanya.

Menurutnya, pengembangan tersebut tidak sekadar membangun data center, tetapi juga menawarkan keunggulan berupa penggunaan energi bersih yang bersumber langsung dari panas bumi.

Adapun PGE akan memulai pilot project di Kamojang dengan kapasitas listrik sebesar 5 megawatt (MW). Proyek ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk pengembangan data center berbasis panas bumi di wilayah kerja PGE lainnya.

“Jadi ya sekarang kan pada heboh ya terkait dengan bagaimana air, bagaimana apa segala macam. Nah ini kita coba dengan pilot project untuk memperlihatkan itu. Proof of concept dari secara technology, aspek lingkungan dan commerciality-nya nanti kita akan bisa berbicara lebih lanjut,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksplorasi PGE Edwil Suzandi mengungkapkan, perseroan saat ini tengah menjalankan sejumlah proses untuk merealisasikan pengembangan green data center tersebut, termasuk revisi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Edwil menjelaskan, PGE membutuhkan izin AMDAL yang berbeda dari izin yang saat ini digunakan untuk kegiatan operasional perseroan, mengingat rencana pengembangan bisnis akan mencakup elektrifikasi data center.

Selain itu, PGE juga tengah mengkaji dampak penyediaan listrik secara langsung kepada data center terhadap pasokan listrik yang selama ini disalurkan kepada PLN.

“Terus yang kedua kami juga sedang melakukan kajian. Apabila PGEO langsung memproduksikan listrik buat data center, apakah mengganggu suplai listrik kami ke PLN,” ujar Edwil.

Perseroan berharap proses kajian tersebut dapat diselesaikan pada akhir tahun ini atau kuartal I-2027. Dengan demikian, PGE dapat melanjutkan ke tahapan pengembangan berikutnya.

Namun, Edwil menegaskan bahwa salah satu aspek paling penting dalam pengembangan green data center adalah kepastian calon pembeli atau offtaker.

Saat ini, PGE tengah melakukan diskusi intensif dengan sejumlah pemain industri data center untuk menjajaki potensi kerja sama sebagai offtaker listrik panas bumi.

“Alhamdulillah untuk data center per hari ini PGEO sedang berdiskusi intens dengan pemain data center player untuk menjadi offtaker. Kalau data center ini kita kembangkan,” ungkapnya.

Edwil menambahkan, apabila aspek regulasi dan komersial dapat terpenuhi, PGE berpeluang menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menyediakan pasokan listrik hijau berbasis panas bumi secara langsung kepada data center.

Menurutnya, model tersebut akan menghadirkan ekosistem data center yang menggunakan energi bersih secara langsung dari sumber pembangkitnya.

“Jadi hari ini sebuah data center yang langsung di supply energinya dan energi bersih itu tidak ada di Indonesia. Harapannya kalau kita menjangkau ini nanti terealisasi, itu adalah yang pertama di Indonesia. Data center berbasis geothermal dan direct dari listrik hijau,” pungkas Edwil.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos Bank JTrust (BCIC) Pamit Mundur usai 7 Tahun Menjabat

Bos Bank JTrust (BCIC) Pamit Mundur usai 7 Tahun Menjabat

November 4, 2026
PGEO Kaji Masuk Listrik Data Center, Ini Kabar Terbarunya

PGEO Kaji Masuk Listrik Data Center, Ini Kabar Terbarunya

November 4, 2026
Harga & Durability Jadi Kunci

Harga & Durability Jadi Kunci

November 4, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .