• Latest
Ekonomi RI Tumbuh 5% Tapi Gaji Karyawan Cuma Naik 1%

Ekonomi RI Tumbuh 5% Tapi Gaji Karyawan Cuma Naik 1%

August 14, 2025
Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

October 29, 2026
Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

October 29, 2026
Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

October 29, 2026
Saham RANS Anjlok ke Rp117, Harga Kini 31% di Bawah IPO

Saham RANS Anjlok ke Rp117, Harga Kini 31% di Bawah IPO

October 29, 2026
BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

October 29, 2026
Asing Pilih Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

Asing Pilih Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

October 29, 2026
BNI Siap-Siap Buyback Saham, Rogoh Kocek Rp547 Miliar

BNI Siap-Siap Buyback Saham, Rogoh Kocek Rp547 Miliar

October 28, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 29, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Ekonomi RI Tumbuh 5% Tapi Gaji Karyawan Cuma Naik 1%

1 year ago
in Lifestyle
Ekonomi RI Tumbuh 5% Tapi Gaji Karyawan Cuma Naik 1%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menemukan belum optimalnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini terhadap peningkatan pendapatan kelas pekerja.

Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan, selama tujuh tahun terakhir, atau tepatnya periode 2017-2024, saat perekonomian Indonesia rata-rata per tahunnya di kisaran 5%, di luar periode krisis akibat Covid 19, laju pertumbuhan pendapatan atau gaji riil rata-rata per tahun hanya 0,6%.

“2017-2024 kita most likely masih tumbuh 5% exclude Covid-19, tapi real wage tumbuhnya hanya 1%,” kata Riefky dalam Podcast LPEM FEB UI, seperti dikutip Kamis (14/8/2025).

Riefky mengatakan, kondisi itu menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi selama periode itu tidak dinikmati para kelas pekerja yang pendapatannya hanya mengandalkan upah atau gaji, melainkan mayoritas dinikmati para pemilik modal.

“Jadi kalau growth 5%, berarti kan larinya ke capital owner. Ini juga menjadi highlight dari pertumbuhan 5% selama ini, siapa yang merasakan dan menikmatinya,” paparnya.

Rendahnya laju pertumbuhan rata-rata gaji riil per tahun pada periode itu dibanding pertumbuhan ekonomi rata-rata ini kata Riefky berkebalikan dari periode 2008-2016. Saat itu, laju pertumbuhan gaji riil rata-rata kelas pekerja mampu lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi saat itu, yakni 6,3% dari 5,6%.

Semakin tertekannya pendapatan riil kelas pekerja ini sebetulnya telah diidentifikasi oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas pada 2024. Saat itu, Bappenas tengah mengungkap hasil identifikasi anjloknya kemampuan belanja masyarakat, yang tercermin dari merosotnya proporsi disposable income terhadap produk domestik bruto (PDB).

Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan yang saat itu masih menjabat sebagai Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas mengatakan proporsi disposable income terhadap PDB per kapita per 2023 tersisa 72,7%, konsisten merosot sejak 2020 di angka 75,3%.

Ia menjelaskan, disposable income ini menggambarkan nilai maksimum pendapatan masyarakat yang tersedia (setelah dikurangi pajak) yang dapat digunakan untuk konsumsi. Artinya dari total nilai PDB per kapita, hanya 72,7% pada 2023 yang dapat digunakan untuk konsumsi.

“Proporsi disposable income pada 2023 kita lihat ada di angka 72,7%,” kata Scenaider saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Jakarta, Senin (2/9/2024).

Di sisi lain, ia melanjutkan, rata-rata upah buruh untuk sektor yang banyak menyerap tenaga kerja masih di bawah rata-rata upah buruh nasional sebesar Rp 3,04 juta berdasarkan data Sakernas Februari 2024 yang dicatat Badan Pusat Statistik (BPS).

Sektor yang membayarkan upah di bawah rata-rata nasional itu di antaranya industri pengolahan sebesar Rp 3,03 juta, konstruksi Rp 2,95 juta, pendidikan Rp 2,84 juta, pengadaan air Rp 2,69 juta, perdagangan Rp 2,54 juta, pertanian Rp 2,24 juta, akomodasi dan makanan minuman Rp 2,24 juta dan, aktivitas jasa lainnya Rp 1,74 juta.

Sementara itu, sektor yang tidak dikategorikan sebagai sektor yang menyerap tenaga kerja besar, seperti aktivitas keuangan dan asuransi rata-rata upah buruhnya Rp 5,15 juta, dan pertambangan Rp 4,94 juta.

Sektor pengadaan listrik dan gas juga senilai Rp 4,85 juta, informasi dan komunikasi sebesar Rp 4,74 juta, real estat sebesar Rp 4,31 juta, aktivitas profesional di kisaran Rp 3,73 juta, administrasi pemerintahan Rp 3,67 juta, pengangkutan Rp 3,63 juta, dan aktivitas kesehatan Rp 3,35 juta.

“Kami juga identifikasi ada sektor yang serap tenaga kerja besar tapi memberikan upah di bawah rata-rata nasional,” tutur Scenaider.

(arj/mij)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Video: Dunia Gonjang-Ganjing Akibat Perang Tarif Trump




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

October 29, 2026
Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

October 29, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .