• Latest
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

October 29, 2026
Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

October 29, 2026
PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

October 29, 2026
Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

October 29, 2026
Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

October 29, 2026
Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

October 29, 2026
Saham RANS Anjlok ke Rp117, Harga Kini 31% di Bawah IPO

Saham RANS Anjlok ke Rp117, Harga Kini 31% di Bawah IPO

October 29, 2026
BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

October 29, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 29, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

1 hour ago
in Market
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173
Share on FacebookShare on Twitter



Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (29/10/2026), setelah mencatatkan rekor penutupan terlemah sepanjang masa sehari sebelumnya.

Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp18.173/US$, menguat 0,01% atau 2 poin dibandingkan penutupan Rabu (28/10/2026) di posisi Rp18.175/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,02% ke posisi 102,169.



Pelemahan dolar AS memberikan sedikit ruang bagi rupiah untuk menguat setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, keputusan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter AS.

The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%-4,00% pada Kamis (29/10/2026) dini hari WIB, sesuai dengan perkiraan pasar. Meski demikian, keputusan tersebut tidak diambil secara bulat setelah dua pejabat, Lisa Cook dan Beth Hammack, menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Perbedaan pandangan tersebut muncul di tengah inflasi AS yang masih tinggi. Ketua The Fed Kevin Warsh pun belum memberikan kepastian mengenai langkah kebijakan berikutnya, mengingat bank sentral masih berupaya mengembalikan inflasi ke target 2%.

“Banyak hal bisa terjadi. Karena itu, saya tidak bisa membagikan pemikiran saya mengenai apa yang akan terjadi ketika kelompok ini kembali berkumpul enam pekan dari sekarang,” ujar Warsh, dikutip dari Reuters.

Sikap The Fed yang belum memberikan arah kebijakan secara tegas membuat investor tetap memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Pasar bahkan memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 80%.

Ekspektasi tersebut turut tercermin di pasar obligasi AS. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun meningkat ke level 5,042% setelah keputusan diumumkan, yang berpotensi meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan membatasi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

 

(evw/evw)


[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

October 29, 2026
PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

October 29, 2026
Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

October 29, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .