• Latest
Wamenkeu Thomas Djiwandono Ajak Anak Pramuka Rajin Menabung

Wamenkeu Thomas Djiwandono Ajak Anak Pramuka Rajin Menabung

August 14, 2025
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

October 29, 2026
Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

October 29, 2026
Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

October 29, 2026
Saham RANS Anjlok ke Rp117, Harga Kini 31% di Bawah IPO

Saham RANS Anjlok ke Rp117, Harga Kini 31% di Bawah IPO

October 29, 2026
BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

October 29, 2026
Asing Pilih Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

Asing Pilih Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

October 29, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 29, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Wamenkeu Thomas Djiwandono Ajak Anak Pramuka Rajin Menabung

1 year ago
in Lifestyle
Wamenkeu Thomas Djiwandono Ajak Anak Pramuka Rajin Menabung
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengungkapkan, menabung bisa menjadi kegiatan yang positif untuk membangun negeri dalam jangka panjang.

Saat berbicara dalam acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan atau Like It di hadapan 3.000 Pramuka berkebutuhan khusus tingkat nasional bertajuk “Generasi Muda Mandiri Finansial, Menuju Indonesia Emas”, Thomas mengatakan, kegiatan menabung itu bisa positif asal dana yang diperoleh dalam jangka panjang dibelanjakan untuk kegiatan pembangunan, seperti membangun rumah.

“Coba bayangkan kalau kalian menabung terus, di suatu saat nanti bisa membantu orang tua, bisa membantu bapak ibu, bantunya apa? ya mungkin bikin rumah buat bapak ibu ke depan,” ungkap Thomas.

Dengan memanfaatkan dana hasil tabungan untuk membangun rumah, ia mengatakan, akan banyak efek rambatan atau multiplier effect yang menggerakkan ekonomi. Sebab, pembangunan rumah bisa menggerakkan banyak sektor.

“Kalau kalian bikin rumah baru untuk bapak ibu itu membantu pekerjaan orang lain, karena yang bangun rumahnya ada kontraktor, ada tukang kayu, ada yang bikin atap dan sebagainya,” tutur Thomas.

“Itu membantu pekerjaan, menumbuhkan ekonomi. Jadi tabunglah terus, supaya kalian bisa membangun negeri, membantu orang tua, dan membangun nusa bangsa,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, tabungan masyarakat kini memang harus menjadi perhatian. Terutama karena alokasi pengeluaran warga Indonesia untuk tabungan kembali mengalami penurunan bahkan sampai mencetak rekor terendah, setidaknya hingga 2019.

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia (BI) periode Juli 2025 yang baru dirilis pada 8 Agustus 2025, proporsi alokasi pengeluaran untuk konsumsi di Juli 2025 sebesar 75,4% naik dari bulan sebelumnya yakni 75,1%. Sementara alokasi untuk cicilan pinjaman di Juli sebesar 10,9% naik tipis dari 10,8% pada Juni.

Hal yang paling menarik dari survey Juli ini adalah persentase alokasi untuk tabungan yang tercatat pada Juli hanya sebesar 13,7% turun lebih dari satu persen dari periode Juni yang sebesar 14,9%, sekaligus mencatatkan yang proporsi yang terendah sepanjang sejarah survei dilakukan, berdasarkan catatan tim riset CNBC Indonesia.

Berdasarkan data survei BI bahwa proporsi pengeluaran masyarakat untuk tabungan pada Juli 2025 mengalami penyusutan di seluruh kelompok pengeluaran dibandingkan Januari 2023.

Penurunan paling tajam tercatat pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp4,1-Rp5 juta per bulan, di mana proporsi untuk tabungan anjlok dari 18,8% menjadi hanya 13,9% atau turun sekitar 4,9 poin.

Sementara itu, untuk kelompok pengeluaran Rp1 juta-Rp2 juta dan Rp3,1-Rp4 juta juga mencatat penurunan masing-masing sebesar 3,6 poin menjadi 13,6% dan 13,7%.

Untuk survey berdasarkan kelompok masyarakat dengan penghasilan lebih dari Rp5 juta per bulan juga mengalami penurunan dengan proporsi tabungan turun dari 18,6% di Januari 2023 menjadi 15,8% pada Juli 2025 atau turun 2,8 poin.

Merosotnya proporsi pengeluaran masyarakat untuk tabungan ini terjadi seiring dengan meningkatnya pengeluaran untuk konsumsi.

Kenaikan harga barang untuk kebutuhan pokok, beban utang, membuat banyak masyarakat perlu untuk mengeluarkan uang lebih besar untuk konsumsi dan mengorbankan pengeluaran untuk tabungan mereka.

Menurut Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) memang adanya penurunan simpanan nasabah perorangan di perbankan pada triwulan I-2025. Simpanan individu turun 1,09% secara tahunan.

Hal ini dapat mengindikasikan bahwa Masyarakat saat ini mulai menggunakan Tabungan mereka untuk membiaya kebutuhan sehari-hari.

Dalam riset Indonesia Economic Outlook kuartal III-2025, LPEM UI menyebutkan dana yang ditarik umumnya digunakan untuk kebutuhan pokok seperti makanan, Listrik, air, dan transportasi.

Hal ini sejalan dengan hasil survey BI yang menunjukkan peningkatan proporsi pengeluaran Masyarakat untuk konsumsi.

Bila dibandingkan dengan porsi pengeluaran masyarakat pada periode Januari 2023 yang sebesar 73,6%, terjadi kenaikan yang cukup signifikan pada periode Juli 2025 yang sebesar 75,4% atau naik 1,8 poin persentase.

(arj/mij)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Lo Kheng Hong Buka-Bukaan Kebiasaan Warga RI yang Bikin Miskin




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

October 29, 2026
Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .