
Jakarta, CNBC Indonesia – Anthropic, pengembang model kecerdasan buatan (AI) Claude, memperingatkan bahwa sikap pemerintah terhadap perusahaan dan teknologinya dapat berdampak luas pada bisnis, termasuk hubungan dengan pelanggan komersial dan mitra. Peringatan itu tertuang dalam prospektus penawaran umum perdana saham (IPO) yang dilihat Reuters, Jumat (2/10/2026).
Mengutip laporan Reuters, perusahaan lazim mencantumkan risiko perubahan kebijakan, terutama yang menjadi kontraktor pemerintah. SpaceX, misalnya, menyebut dalam dokumen IPO-nya bahwa hubungan baik dengan badan pemerintah AS krusial bagi bisnisnya.
Namun, pengungkapan Anthropic dinilai lebih luas. Persepsi pemerintah terhadap perusahaan dan perilakunya dinilai dapat merembet ke pelanggan, mitra, hubungan komersial lain, bahkan peradaban. Prospektus itu juga menyebut AI canggih dapat menimbulkan risiko katastrofik atau eksistensial bagi umat manusia. Ini adalah pernyataan luar biasa untuk perusahaan yang bersiap IPO dengan valuasi yang bisa mencapai US$2 triliun.
Meski demikian, Anthropic menyebut pendapatan dari kontrak badan pemerintah kurang dari 1% dari total pendapatan tahunannya.
Dalam prospektus, Anthropic mencantumkan sejumlah interaksi dengan pemerintah AS dalam setahun terakhir sebagai contoh tindakan yang dapat merugikan bisnisnya:
- Februari: Presiden AS memerintahkan lembaga federal berhenti menggunakan model Anthropic. Departemen Pertahanan AS juga menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasok bagi keamanan nasional.
- Juni: Departemen Perdagangan AS memberlakukan pembatasan ekspor global atas model Fable 5 dan Mythos 5. Anthropic menonaktifkan kedua model untuk semua pelanggan demi mematuhi aturan.
Pembatasan itu kemudian dicabut Departemen Perdagangan, dan Anthropic kembali mengoperasikan model tersebut. Namun, perusahaan mengingatkan tindakan serupa bisa terulang. Anthropic juga menyebut langkah semacam itu dapat merusak reputasi, termasuk lewat pemberitaan negatif dan sorotan publik, apa pun hasil akhirnya.
Perusahaan menambahkan bahwa penjualan ke lembaga pemerintah membawa risiko tambahan, antara lain perubahan pandangan pemerintah terhadap Anthropic atau teknologinya.
Sorotan Keamanan AI
Anthropic kini menjadi sorotan di tengah kekhawatiran atas pesatnya perkembangan AI, ketatnya persaingan global, dan minimnya pengawasan. Isu keamanan AI mengemuka setelah CEO Dario Amodei menyerukan agar industri memperlambat pengembangan, menyusul laporan berulang soal aktivitas peretasan oleh agen AI otonom “nakal”.
Amodei bertemu Presiden Donald Trump dalam makan malam pekan lalu, saat seruan regulasi AI menguat. Trump sebagian besar menolak seruan itu. Sementara itu, Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS disebut tengah menggelar penyelidikan lintas industri terhadap perusahaan AI, termasuk Anthropic.
(fsd/fsd)



















